
"Tuan," ucap Riau saat melihat Verrel sudah berada di ruangan itu.
"Dari mana kau," tanya Verrel.
"Saya dari resepsionis tuan, Terima kasih telah membayar biaya rumah sakit istri saya," jawab Rian.
"Kau tau arti nya apa," tanya Verrel.
Rian hanya bisa diam, ia tidak bisa menjawab pertanyaan dari Verrel, kebaikan Verrel benar-benar sangat luar biasa untuk nya.
"Aku benar-benar sayang dengan kalian berdua, aku memliki harapan besar dengan kalian berdua, tapi apa yang kau lakukan Rian, kau benar-benar membuat ku kecewa, aku sangat kecewa pada mu, tapi rasa kecewa ku pada mu tidak sebesar rasa peduli ku untuk mu. Aku sudah menganggap mu anak ku sendiri Rian, anak yang harus aku bimbing dengan baik."
"Maafkan aku tuan," ucap Rian sambil memeluk Verrel.
"Kau sudah sadar apa kesalahan mu kan," tanya Verrel.
"Iya tuan, aku sudah sadar akan kesalahan ku, maafkan aku tuan, maafkan aku," jawab Rian.
"Aku sudah memaafkan mu, sudah berhenti memanggil ku tuan, panggil aku ayah atau paman," kata Verrel.
"Iya paman, terima kasih paman."
"Sebenarnya apa yang kalian bicarakan," tanya Monica.
"Tidak ada Monica, kau sudah tau kan, nama mu Monica dan aku paman mu," jawab Verrel.
"Dia suami ku, kenapa jelek sekali," tanya Monica.
"Aku rasa dia tidak mandi, itu sebabnya dia jelek," jawab Verrel.
"Kau istri durhaka kalau mengatakan suami mu jelek," ucap Rian.
"Kau sangat galak, kenapa aku bisa memiliki suami seperti mu," kata Monica.
"Hahaha ya sudah, aku pergi dulu, jangan bertengkar," ucap Verrel.
__ADS_1
"Terima kasih paman." Rian kembali memeluk Verrel sebagai ucapan terimakasih untuk nya.
Setelah Verrel pergi, Rian langsung mendekati Monica yang masih bingung dengan keadaan nya, saat melihat Rian, Monica memang merasa tidak asing.
"Apa kita sudah mempunyai anak," tanya Monica.
"Belum, kenapa kamu sudah ingin mempunyai anak dari ku," tanya balik Rian.
"Tidak kau sangat percaya diri," jawab Monica.
"Tapi aku ingin mempunyai anak dari mu," ucap Rian.
"Ya kalau kita sering melakukan hal itu, pasti kita akan punya anak," kata Monica.
"Hahaha iya kau benar, cepat kah sembuh, setelah itu kita akan membuat anak," ucap Rian.
"Apa suami ku mesum begini," tanya Monica.
"Iya begitu lah," jawab Rian sambil tersenyum, ia tidak pernah selepas ini ketika bersama Monica.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 16 jam. akhirnya Rakha dan Vano tiba di Belanda dengan selamat. Sebelum bertemu dengan pacar nya, Rakha ikut dengan Vano ke hotel tempat mereka menginap.
"Kakek, aku ingin dp dulu ya," kata Rakha.
"Sempat kau lakukan itu, aku potong burung mu," ucap Vano.
"Hahaha tidak kek, aku bercanda, ya sudah aku pergi dulu."
"Kita baru sampai, kau mau kemana istirahat lah dulu," ucap Vano.
"Aku sudah sangat merindukan nya kek, aku pergi dulu, bye bye." Rakha pergi meninggalkan Vano sendiri.
Rakha langsung menuju ke tempat Alice berada, saat ini Alice sedang melakukan pemotretan di salah satu studio di kota Amsterdam. Rakha sudah mendapatkan alamat studio itu dari manajer Alice.
Mata Rakha terbakar saat melihat Alice sedang berfoto dengan pakaian yang sangat seksi, dua bukit indah benar-benar hampir terekspos seluruh nya. Mata Rakha semakin terbakar saat seorang model pria yang hanya memakai celana boxer ikut berfoto dengan Alice.
__ADS_1
"Sayang," ucap Rakha.
"Baby." Alice langsung menghentikan proses pemotretan.
Alice membawa Rakha ke salah satu tempat peristirahatan, ruangan private yang hanya mereka berdua yang ada di dalam sana.
"Kamu memakai pakaian seperti, aku sangat tidak suka," ucap Rakha.
"Sayang foto itu tidak akan ke publik kok, hanya keperluan foto book saja," kata Alice.
"Tetap saja aku tidak suka," ucap Rakha.
Alice bergerak duduk di atas pangkuan Rakha, ia yakin dengan hal ini Rakha tidak akan marah lagi pada nya.
"Sayang kita baru saja bertemu, kenapa malah bertengkar seperti ini," ucap Alice.
Mata Rakha langsung tertuju pada dua benda besar di depan nya. Benar-benar sangat besar dan bulat sempurna.
"Aku tidak bisa dp, tapi kalau mencicipi nya apa boleh, bukan nya dulu Kenzi dan mantan nya langsung melakukan hal itu," batin Rakha.
"Sayang kamu kenapa," tanya Alice.
"Itu kamu tidak operasi kan," tanya Rekha.
"Enak saja, ini alami," jawab Rakha.
"Tadi kata mu, pemotretan ini hanya untuk foto book saja, kamu benar kan tubuh mun tidak di lihat oleh banyak orang," tanya Rakha.
"Iya sayang, mata kamu tertuju pada itu, kamu mau," tanya Alice.
"Boleh," tanya Rakha yang tentu saja suka jika di berikan ikan asin.
"Kakek benar, apa Alice bisa aku seriusi, sedangkan saja dia seperti ini. Bagaimana bisa ia menjaga Image keluarga ku, tapi aku sangat mencintai nya," batin Rakha.
"Sayang kamu kenapa lagi si," tanya Alice.
__ADS_1
"Tidak papa." Rakha memberikan kecupan manis di bibir Alice, kecupan itu turun sampai di atas dua benda yang sangat menggoda nya.