
Verrel benar-benar sangat terasa tersiksa tenggorokan nya terasa seperti terbakar, karena Wanda memasukkan Alkohol itu secara paksa. Wanda juga memilih minuman yang mengandung kadar Alkohol yang tinggi, semakin tinggi semakin terasa panas saat di minum.
"Aaaakkhhh." Teriak Akifa saat tangan nya tak sengaja menjatuhkan sesuatu.
"Kenapa Akifa." Tanya Lia.
"Aku tidak tau, perasaan ku sangat tidak enak, ayah dan suami ku masih belum ada kabar. Kenapa pikiran ku tertuju pada suami ku." Ucap Akifa.
"Sayang kamu kenapa." Tanya Angel dan langsung memeluk Akifa.
"Dimana suami ku mah, perasaan ku sangat tidak enak. Hiks hiks hiks." Akifa menangis di dalam pelukan Angel.
Verrel memuntahkan seluruh isi perut nya, tubuh nya mengalami kejang dan tak lama nafas nya terasa sangat berat. Verrel berusaha untuk tersadar tetapi usaha nya percuma karena tak lama ia jatuh pingsan.
"Apa dia keracunan karena aku masukan nya dengan paksa." Ucap Wanda.
Wanda melihat botol yang ia pegang. "Tujuh puluh persen, pantas dia seperti ini, jika di biarkan dia bisa mati, tapi hal itu yang aku inginkan." Ucap Wanda.
Alvaro dan yang lainnya sudah sampai di depan apartemen Wanda, mereka dapat masuk dengan mudah karena tidak ada penjaga di sana. Wanda yang mendengar keributan langsung berlari mengecek nya.
"Keluarga Efron." Ucap Wanda.
Wanda berlari masuk ke dalam kamar nya untuk membangun adik nya karena saat ini mereka sedang dalam bahaya.
"Verrel." Ucap Alvaro.
__ADS_1
Mereka semua langsung berlari mendekati Verrel yang masih tidak sadar kan diri, Tubuh nya penuh luka sabetan pecut. Alvaro memeriksa denyut nadin Verrel karena ia curiga dengan nafas Verrel yang terlihat sangat lemah.
"Verrel, bangun Verrel bangun." Ucap Alvaro dan langsung melepaskan ikatan itu.
"Kalian cari orang itu, Dylan ikut aku, denyut badut Verrel terasa lemah." Kata Alvaro.
Mereka langsung membagi tugas, Alvaro dan Dylan membawa Verrel ke rumah sakit, sedangkan Rizky dan Vano mencari siapa yang melakukan hal ini pada Verrel.
Wanda berhasil keluar dari apartemen nya melalui pintu yang hanya ia dan Dila yang mengetahui nya, ia tidak menyangka jika keluarga Efron bergerak sangat cepat.
"Bagaimana dengan Verrel kak." Tanya Dila.
"Dia sudah mati." Jawab Wanda.
Tiba-tiba mobil mereka berdua di tahan oleh beberapa mobil, depan belakang samping sudah ada mobil yang menahan mereka.
"Kak aku takut." Ucap Dila.
"Tenang apapun yang terjadi kakak akan melindungi mu." Kata Wanda.
Wanda dan Dila di keluarkan secara paksa dari mobil. Vano tersenyum sinis saat melihat kedua pelaku yang membuat Verrel sampai seperti tadi.
"Bawa dia ke markas, nasib kalian ada di tangan Verrel." Ucap Vano.
Sementara itu Verrel masih di tangani oleh pihak rumah sakit. Alvaro sudah dapat memastikan jika Verrel pasti keracunan Alkohol, ia tau dari bauk Alkohol yang sangat menyengat.
__ADS_1
"Verrel sangat lemah sama Alkohol ini sangat buruk." Ucap Alvaro.
Tiba-tiba dokter keluar dari UGD dengan keadaan panik, Alvaro ingin bertanya tetapi tidak sempat karena dokter itu cepat berlalu dari hadapan nya.
"Suster kenapa dokter itu keluar." Tanya Alvaro saat melihat beberapa suster keluar dari UGD.
"Pasien koma, di perlukan dokter spesialis." Jawab suster itu.
"Paman kenapa bisa sampai seperti ini." Tanya Rizky.
"Anak itu benar-benar, aku sudah melarang nya kenapa dia masih minum juga." Ucap Alvaro yang sangat frustasi saat ini.
Beberapa jam telah berlalu, semua keluarga juga sudah berkumpul menunggu kabar Verrel. Akifa hanya bisa menangis memeluk Angel, ia tidak tau jika selama ini suami nya di culik bukan pergi ke luar kota.
Satu dokter keluar dari ruang UGD, Alvaro langsung berjalan menghampiri dokter itu.
"Kenapa bisa sampai begini dok." Tanya Alvaro.
"Keracunan alkohol 70 persen dapat mengakibatkan penderitanya mengalami: Cedera ketika mabuk. Penurunan fungsi jantung dan pembuluh darah, hingga syok. Penurunan kesadaran, bahkan sampai koma. Tapi kasus anak bapak sangat berbeda, perut nya masih kosong dan tingkat toleransi pada Alkohol sangat lemah."
"Apa sudah selesai dok." Tanya Alvaro.
"Belum, saya permisi." Jawab dokter.
Satu jam telah berlalu, dan beberapa dokter juga sudah keluar dari UGD, Alvaro kembali berdiri dan menanyakan kabar Verrel.
__ADS_1
"Bagaimana dok." Tanya Alvaro.
"Kami sudah berusaha sebaik mungkin tetapi maaf." Jawab dokter.