Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 74 S4


__ADS_3

Kenzo tanpa lemas setelah hasrat nya telah di keluarkan, sedangkan Sonia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya. Ntah apa yang terjadi pada nya sampai ia harus membersihkan diri ke dalam kamar mandi.


Sonia keluar dari kamar mandi dengan wajah yang cemberut, ia sangat kesal dengan ulah suami nya tadi. Kenzo yang sadar jika Sonia sedang marah pada nya hanya bisa menahan tawa nya, kejadian tadi benar-benar tidak ia duga, semua nya sepontan saja terjadi.


"Maaf sayang," ucap Kenzo.


Sonia tidak menjawab permintaan maaf dari Kenzo. Sonia malah memeluk dan menyembunyikan wajah nya di atas dada bidang milik suaminya. Aroma tubuh Kenzo benar-benar sangat candu bagi nya. Ia tidak pernah sesuka ini pada aroma tubuh Kenzo.


Vero sedari tadi masih menunggu Kenzo datang membawa alat pemotongan rambut, sudah sangat lama dia di dalam ruangan itu tetapi Kenzo tidak kunjung datang.


"Sudah lah, pakai milik ayah saja. Ayah yakin Kenzo tidak bisa keluar kamar, pasti istri nya sedang sangat manja pada nya."


"Tidak mau yah, punya ayah itu manual aku ingin yang mesin. Aku ke kamar dulu, nanti malam aku ambil sendiri saja," kata Vero dan pergi meninggalkan ruangan ayah nya.


Di dalam kamar Vero melihat istri nya sedang tertidur dengan sangat lelap. Ia rasa istri nya sedang tidak baik-baik saja karena tidak biasa nya Sakura tidur seharian. Biasa nya ada saja yang Sakura lakukan untuk mengisi waktu luang nya.


"Sakura," ucap Vero sambil mengusap wajah istri nya.


"Kamu terasa hangat sayang. Kamu sakit," tanya Vero.


Sakura tidak menjawab pertanyaan dari Vero, ia malah memeluk Vero dengan erat. Memang tubuh nya terasa sangat tidak enak yang membuat nya malas melakukan hal apapun.


"Sayang kamu sakit, ayo kita ke ayah ku," kata Vero.


"Sayang jika sakit ke rumah sakit bukan ke papa mertua," ucap Sakura sambil menahan tawa nya, karena ulah lucu suaminya.


"Kenapa kamu tertawa, apa kamu hanya mengerjai ku," tanya Vero.


"Sayang, kamu sangat lucu, tubuh ku benar-benar terasa tidak enak," ucap Sakura.


"Aku memang sangat luci dari lahir, Jangan-jangan...


"Jangan-jangan apa," tanya Sakura.


"Kamu hamil sayang, iya kamu hamil kan," tanya Vero.


"Hahahaha kamu ada-ada saja, bagaimana mungkin aku bisa hamil. Kita saja belum melakukan nya. Ada milik mu masuk ke dalam milik ku, belum kan. Jadi aku tidak mungkin hamil." Sakura tidak habis pikir suami nya sepolos itu.


"Mungkin saja, mana tau masuk sendiri tanpa aku sadari. Jika tidak hamil berarti kamu sakit. Ayo ke ayah ku," kata Vero.

__ADS_1


"Sayang sudah aku katakan tadi, jika sakit ke rumah sakit bukan ke papah mertua," ucap Sakura.


"Hmmm iya ya aku lupa, ayo kita pergi sekarang."


"Kemana," tanya Sakura.


"Ke rumah sakit sayang, kamu kan sakit aku tidak mau kamu sakit begini," jawab Vero.


"Suami ku manis sekali. Aku tidak perlu ke rumah sakit sayang. Aku hanya tidak enak badan biasa. Tadi aku sudah minum vitamin dan obat. Sebentar lagi juga enakan," kata Sakura.


"Kamu yakin," tanya Vero


"Iya sayang aku yakin sekali, apalagi aku kamu temani dan kamu peluk sepanjang waktu, pasti aku cepat sembuh," jawab Sakura.


"Dasar gombal, ya sudah aku memeluk mu saja. Semoga cepat sembuh sayang." Vero mengecup dahi Sakura.


"Kamu bisa bersikap semanis ini pada ku," ucap Sakura.


"Apa terasa aneh," tanya Vero.


"Tidak aneh aku malah suka," jawab Sakura.


"Hak apa," Tanya Vero.


"Plak," Sakura memukul dahi nya dengan pelan, ia sama sekali tidak ingat jika suami nya benar-benar polos."


"Sayang apa yang kamu lakukan, itu akan menyakiti mu," ucap Vero.


"Kamu mencintai aku kan," tanya Sakura.


"Iya aku sudah jatuh cinta pada mu saat pertama kali aku melihat mu di rumah sakit. Walaupun sebelum nya kita sudah pernah bertemu tapi jantung ku berdebar kuat saat kau cerita pada ku tentang masalah mu. Di situ lah aku merasa jika aku kembali jatuh cinta."


"Sebelum mencintai ku, apa kamu pernah mencintai wanita lain?"


"Pernah tapi aku di tolak nya dia malah menikah dengan orang terdekat ku," kata Vero yang merasa Sakura harus tau semua nya, jika Sakura tau dari orang lain, ia takut jika Sakura akan marah pada nya.


"Siapa," tanya Sakura.


"Coba tebak."

__ADS_1


"Katakan saja siapa," kata Sakura.


"Tidak mau, itu tidak seru."


"Hmmm apa Sonia istri nya Kenzo?"


"Tidak aku tidak kenal dengan nya, Kenzo dan Sonia di jodohkan sejak awal."


"Apa Karla," tanya Sakura dengan ragu-ragu.


"Tidak juga, aku akan memberitahu mu tapi kamu jangan marah pada ku," jawab Kenzo.


"Untuk apa aku marah pada mu, aku suka kamu jujur pada ku," kata Sakura.


"Wanita itu adalah ibu tiri mu Fika dan orang terdekat ku adalah papah Mario," ucap Vero.


"Sayang, jadi kamu pernah suka dengan ibu mertua mu sendiri. Mungkin judul novel ini bisa berubah ayah mertua ku mantan saingan ku atau aku pernah mencintai ibu mertua ku tetapi aku menikah dengan anak tiri nya."


"Kami tidak marah," tanya Vero.


"Untuk apa aku marah pada mu sayang, aku jelas tidak marah. Itu sudah masa lalu aku yakin saat ini perasaan mu hanya untuk ku," jawab Sakura.


"Terima kasih sayang." Vero langsung memeluk istri nya.


Perlahan Vero mulai memberanikan diri untuk mencium Sakura, ini ciuman ke dua mereka, Vero masih sangat malu walaupun ia sangat suka berciuman. Mata mereka berdua sama-sama terpejam, menikmati setiap sentuhan yang membuat jawab tubuh mereka memanas.


Ntah sejak kapan Vero sudah bertel*njang dada, ia pikir sudah waktunya untuk melakukan hal itu. Sakura ada istri nya dan hal itu sudah menjadi kewajiban nya.


"Tok.. tok.. tok," pintu kamar Vero berbunyi.


Siapa lagi jika bukan Kenzo yang mengantarkan alat yang Vero ingin pinjam.


"Sayang ada orang," ucap Sakura.


"Siapa, apa dia tidak tahu kalau dua menganggu ku." ucap Vero yang sangat kesal,


"Aku tidak tau, coba sana lihat. Mana tau penting." kata Sakura sambil merapihkan kembali baju nya yang sudah berantakan karena ulah Vero.


"Ahhh sial ada saja halangan nya," ucap Vero sambil turun dari atas ranjang.

__ADS_1


"Aku sudah basah," batin Sakura.


__ADS_2