
"Ha? pulang lebih cepat," tanya Rakha.
"Iya Rakha, aku akan pulang ke Belanda. Aku harus mendatangi beberapa event," jawab Alice.
"Terus bagaimana dengan ku," tanya Rakha.
"Bagaimana dengan mu, emang nya kita ada apa," tanya balik Angel.
"Kita ada apa ya," jawab Rakha.
"Hahaha kenapa kau jadi yang bingung. Maafkan aku memang harus pulang ke Belanda," kata Alice.
"Ya sudah lah, aku tidak bisa melarang mu. Kau bukan siapa-siapa ku," ucap Rakha dengan suara yang sangat lemas.
"Hahahaha, jika begitu buat aku menjadi siapa mu," kata Alice.
"Hahaha tidak semudah itu, ya sudah aku keluar dulu Mungkin kau memang bukan jodoh ku." Rakha pergi meninggalkan kamar Alice.
Alice mengerutkan dahi nya, ia sedikit kecewa karena Rakha tidak mau berjuang sedikit pun untuk nya.
"Dia memang tidak ada niat untuk mendekati ku. Padahal aku sudah nyaman dengan nya," batin Alice.
Keesokan harinya. Pagi sekali Rakha sudah pergi meninggalkan rumah, ntah apa yang ia ingin lakukan sampai pergi begitu saja tanpa pamit pada siapapun.
"Ayo Rakha semangat," batin nya sambil pergi meninggalkan rumah itu.
Semua orang sudah berkumpul di ruang makan, tidak ada yang pergi berkerja karena hari ini Weekend, waktu yang tepat untuk mereka menghabiskan waktu bersama keluarga.
"Kemana Rakha," tanya Kenzo.
__ADS_1
"Ntalah biasa nya dia pagi sekali sudah ada di ruang makan," jawab Kenzi.
"Sayang tadi pagi, saat aku memasak aku melihat Rakha pergi meninggalkan rumah, aku tidak tau kemana dia. Dia tidak memberitahu ku dan aku tidak bertanya," kata Sonia.
"Selamat pagi," ucap Alice yang datang dengan membawa koper nya.
"Kau mau kemana Alice," tanya Kenzi.
"Aku sudah harus pergi," jawab Alice.
"Kau sudah ingin kembali, Rakha juga tidak ada di rumah, ia sudah pergi sejak pagi tadi tidak tau kemana pergi nya."
"Oh begitu. Aku sudah harus pergi, sebelah aku kembali ke Belanda aku harus pergi ke beberapa tempat bersama manager ku," kata Alice.
"Kau sedang tidak ada masalah dengan Rakha kan," tanya Kenzi.
"Ha masalah apa, tidak ada apa-apa," jawab Alice.
"Iya Alice kami juga sangat senang bisa menyambut mu dengan baik," kata Sonia.
"Kalau menikah jangan lupa, undang kami," ucap Kenzo.
"Hahaha ntah kapan itu, sampai jumpa. Oh iya titip salam untuk Rakha, mungkin aku tidak akan bertemu dengan nya lagi."
"Iya pasti akan kami sampaikan," kata Kenzi.
Setelah Alice pergi meninggalkan mereka semua, jiwa rumpi mereka langsung bangkit seketika. Mereka membahas kenapa bisa semua nya serba kebetulan.
"Aku rasa mereka sedang ada masalah," kata Sonia.
__ADS_1
"Tapi tadi malam, Rakha masuk ke dalam kamar Alice dengan membawa beberapa makanan," ucap Kenzo.
"Aku rasa Rakha meminta Alice untuk melakukan nya duluan, Alice tidak mau itu sebabnya ia marah pada Rakha," kata Kenzi.
"Tidak begitu, kalau dia marah untuk apa Alice menitipkan salam untuk Rakha," sangkal Kenzo.
"Aku tau permasalahan nya. Tadi malam Rakha menembak Alice tapi Alice menolaknya. Nah karena Rakha sakit hati ia langsung pergi meninggalkan rumah sebelum Alice bangun. Sebenarnya Alice belum mau pulang ke Belanda, ia tidak enak pada Rakha karena telah menolak Rakha. Alice titip salam pada Rakha mungkin sebagai ucapan perpisahan nya." Karla mengatakan semua apa yang ia pikirkan.
"Kamu pendongeng yang handal sayang," ucap Kenzi.
"Untuk saat ini apa yang di katakan Karla yang paling tepat," kata Kenzo.
Di tempat lain, setelah pertempuran panjang kemarin malam, hubungan Zayn dan Nadya semakin dekat saja. Mereka berdua sudah seperti pasangan suami istri pada umumnya.
Nadya tersenyum saat membayangkan apa yang ia lakukan kemarin dengan Zayn. Pria perkasa seperti Zayn memang idaman nya, apalagi Zayn juga sangat lembut saat melakukan hal itu dengan nya.
"Zayn ahh, kenapa dia bisa bergoyang seperti itu. Badan nya kokoh, tubuh nya kekar, adik nya juga hebat. Ahkkk otak ku kotor sekali," batin Nadya.
"Hey Nadya apa yang kau pikirkan. Sekarang ambil makanan di apartemen Rian," ucap Zayn.
"Jika aku ke apartemen Rian dengan cara jalan ku yang aneh, aku akan menjadi bahan tertawaan nya," kata Nadya.
"Hahaha iya iya, aku saja yang akan mengambil nya," ucap Zayn.
"Tunggu dulu, pakai baju mu," kata Nadya.
"Untuk apa bukan nya kau suka melihat nya," ucap Zayn dan pergi meninggalkan Nadya.
"Ya ya ya, jujur aku memang suka," kata Nadya.
__ADS_1
Zayn yang mendengar hal itu tersenyum bahagia, hati nya saat ini benar-benar sedang berbunga-bunga