Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 187 S3


__ADS_3

"Kenapa." Tanya Dylan.


"Besar sekali." Jawab Lia.


"Apa nya yang besar? "


"Tidak ada." wajah Lia memerah karena menahan malu.


"Aku mencintaimu Lia." Dylan mulai ingin melakukan pemersatuan.


"Hmmm." Lia mencengkram kencang punggung Dylan.


"Awww sakit." Lia sudah tidak bisa menahan air mata nya.


"Kenapa sulit sekali, bukan nya dia sudah pernah melakukan nya." Batin Dylan.


"Sakit sayang." Ucap Lia.


"Tahan sebentar." Dylan mencium bibir Lia dan mendorong nya dengan sekali hentakan.


"Hmmmmm." Air mata Lia mengucur deras karena merasakan sakit yang amat luar biasa.


"Tidak, ini tidak mungkin." Batin Dylan.


Dylan melanjutkan aksi nya setelah Lia merasa tenang, akhirnya ia merasakan sesuatu yang selama ini ingin ia rasakan. Pantas saja Verrel selalu membicarakan hal ini karena rasa nya benar-benar amat luar biasa.


Setelah puas dan memuaskan istri nya mereka berdua tidur sambil berpelukan.

__ADS_1


Sementara itu Alana tidak habis pikir dengan jalan pikiran orang tua nya, mereka berdua senang sekali membuat nya berduaan dengan Rizky. Seperti saat ini ia dan Rizky sedang berada di dalam ruangan rapat. Hanya mereka berdua karena mereka berdua terjebak di dalam sana.


Semua berawal saat mereka berdua di perintah kan Adit untuk pergi dahulu ke ruang rapat, tapi saat sudah hampir satu jam di sana ruang rapat itu masih kosong. Dan ternyata rapat di batalkan karena ruangan yang mereka berdua pakai rusak.


Saat ingin keluar dari ruangan itu pintu terkunci dari luar, dan mereka berdua terjebak di dalam sana.


"Kenapa sial sekali, pintu terkunci, AC bocor dan tidak ada jaringan." Ucap Rizky.


"Pak dingin sekali." Kata Alana yang sudah tampak menggigil kedinginan.


"Tahan Alana pasti pak Adit akan segera datang menyelamatkan kita."


"Saya tidak tahan pak." Ucap Alana.


"Alana kamu bisa Hipotermia, kamu sangat dingin sekali." Kata Rizky.


Alana memeluk Rizky dengan erat, dan Rizky membalas pelukan itu. Mereka berdua saling berpelukan untuk mengangkat tubuh mereka berdua.


"Alana jika aku melakukan ini, pasti akan membuat mu marah." Kata Rizky.


"Apa saja pak, saya sudah tidak tahan."


Dengan cepat Rizky menyambar bibir Alana, ia mencium bibir itu dengan sangat agresif nya. Alana yang tau apa maksud dari ciuman itu langsung membalas nya. Mereka berdua berciuman dengan sangat panas yang meningkatkan suhu tubuh mereka berdua.


"Kurang ngajar, aku khawatir pada mereka dan mereka berdua malah berciuman." Batin Adit.


"Hmmmm." Gumam Adit.

__ADS_1


Sontak Alana dan Rizky langsung melepaskan ciuman itu.


"Pak Adit." Ucap mereka berdua.


"Kalian ya, aku sangat khawatir dengan kalian, tapi kalian malah berbuat mesum. Jika aku datang terlambat apa akan sudah ada perkembangan biakan di sini."


"Maaf pak." Ucap mereka berdua.


"Tidak ada kata maaf, Rizky kau harus bertanggung jawab dengan apa yang kau lakukan, bawa Alana bertemu dengan orang tua mu, setelah itu datang ke rumah nya dan nikahin dia."


"Tapi pak kami tidak melakukan hal lebih, kami berdua hanya menghangatkan tubuh kami." Jelas Rizky.


"Tidak ada alasan, aku tidak ingin bawahan ku bertindak kotor, jorok dan memalukan, itu akan berefek buruk pada ku dan perusahaan kita." Adit pergi meninggalkan Alana dan Rizky.


Alana yakin jika awal diri nya masuk ke dalam perusahaan itu adalah untuk perkenalan diri nya dengan Rizky. Ia baru ingat jika Adit pernah bercerita tentang Rizky sebagai menantu idamannya.


"Papah sudah merencanakan ini semua." Batin Alana.


"Bagaimana ini Alana." Tanya Rizky.


"Saya tidak tau pak." Jawab Alana yang masih memikirkan tentang papah nya.


Alana masuk ke dalam kamar Fiona dan Adit karena ia ingin menanyakan maksud dari Adit tadi.


"Pah aku tidak mau menikah dengan pak Rizky." Ucap Alana.


"Tidak mau menikah kenapa berciuman sepanas itu di dalam ruangan itu, dan tanda merah di leher mu itu, siapa yang membuat nya jika tidak Rizky."

__ADS_1


"Ah kenapa aku lupa menutup nya." Batin Alana.


"Alana bukan nya kamu sudah berjanji ciuman pertama mu untuk suami mu, dan kamu sudah memberikan nya pada orang lain, tanda merah itu sangat menjijikkan Alana. Mamah kecewa apa yang kamu lakukan." Ucap Fiona.


__ADS_2