
Malam hari nya Verrel sedang fokus membaca buku yang ayah nya berikan tadi, sambil di temani kopi hitam untuk menghilangkan rasa kantuk nya. Ia ingin memberikan yang terbaik untuk Akifa dan calon bayi nya nanti, semua harus sesempurna mungkin.
"Banyak sekali larangan nya. Apa!! aku tidak boleh mengeluarkan nya di dalam, untung saja aku masih banyak pengamanan." Batin Verrel.
Verrel mulai menghitung berapa bulan kandungan Akifa, agar saat ia melakukan nya sudah tepat dan tidak menyakiti Akifa dan anak nya. "Cih masih lama lagi, dulu aku satu bulan bisa, walaupun seperti orang gila, sekarang lebih dari satu bulan bagaimana dengan ku nanti. Semangat Verrel demi anak dan istri mu." Batin Verrel.
Setelah ia selesai membaca buku itu, Verrel naik ke atas kasur untuk tidur sambil memeluk istri kesayangan nya, tentu saja kesayangan karena Verrel hanya memiliki satu istri.
Baru saja Verrel memejamkan mata nya, Akifa membangun kan nya.
"Sayang, Verrel." Akifa mencubit wajah Verrel agar suami nya bangun.
"Hmmm iya sayang ada apa, kamu mau jatah, ayo kita lakukan." Ucap Verrel yang masih setengah tersadar.
"Jatah apaan, aku sedang hamil." Akifa memukul wajah Verrel.
"Eh sayang maafkan aku, ada apa kamu membangunkan ku." Tanya Verrel.
"Aku ingin makan sate kambing." Jawab Akifa.
"Sayang jam segini dimana ada orang jualan sate kambing." Tanya Verrel.
"Kamu lupa aku sedang hamil, apa kamu tidak membaca buku tentang kehamilan." Kata Akifa.
"Oh iya, apa yang diinginkan ibu hamil harus di turuti, jika tidak akan berpengaruh pada bayi...
"Dan kamu tau, jika tidak kamu turuti anak kita nanti akan suka ngeces." Ujar Akifa.
"Ah tidak, aku ingin anak ku menjadi artis, mana boleh seperti itu." Verrel bangkit dari atas kasur dan langsung bersiap.
__ADS_1
Ia mencuci wajah nya untuk menghilangkan rasa ngantuk, setelah itu ia mengambil jaket, dompet dan kunci mobil. "Siapa yang akan ku bawa, Dylan dia sangat sulit bangun. Rizky saja aku pernah menemani nya sekarang gantian." Batin Verrel.
"Rizky." Verrel menggedor gedor pintu kamar Rizky.
Rizky yang ternyata belum tidur langsung berjalan membuka pintu kamar nya.
"Ada apa Verrel." Tanya Rizky.
"Kau belum tidur." Tanya balik Verrel.
"Belum aku sedang menyelesaikan laporan kantor ada apa."
"Ayo keluar bersama ku, nanti aku bantu kau menyelesaikan laporan itu."
"Oke tunggu sebentar." Rizky kembali masuk ke dalam kamar untuk mengambil HP dan dompet nya.
"Kemana kita Verrel." Tanya Rizky.
"Verrel istri mu saja baru hamil dan aku ingin bermain dengan jalang." Ucap Rizky.
"Kau mau tidak, kita cari jalang yang cantik dan berbodi."
"Tidak mau istri ku yang terbaik, aku tidak bisa selingkuh dari nya." Ucap Rizky dengan tegas.
"Bagus ternyata kau suami yang setia. Aku ingin mencari sate kambing, Akifa ngidam itu." Kata Verrel.
"Oww aku pikir kau benar-benar ingin mencari jalang." Rizky bernafas dengan lega, ia takut jika Verrel benar-benar bermain dengan jalang diri nya juga akan ikut terpengaruh.
"Ah gelap sekali jalanan ini." Ucap Verrel.
__ADS_1
"Kau takut kegelapan kan." Tanya Rizky.
"Sangat takut, jangan kau tanya kenapa cerita nya panjang." Jawab Verrel.
Tiba-tiba mobil mereka berdua berhenti mendadak di depan salah satu hotel kosong. "Eh ada apa ini kenapa mati." Ucap Verrel.
"Kau keluar lihat apa yang terjadi." Kata Rizky.
"Tidak mau aku takut, kau saja sana." Ucap Verrel.
"Verrel itu apa, kenapa dia mendekati kita." Rizky menutup wajah nya.
"Kau menakuti ku." Verrel langsung menarik Rizky dan memeluk nya.
"Ahhhhh." Teriak mereka berdua saat ada yang mengetuk kaca mobil mereka.
"Verrel buka kaca mobil mu, seperti nya dia manusia." Kata Rizky.
Perlahan Verrel mulai membuka kaca mobilnya dan benar saja yang mengetuk kaca mobil mereka satpam.
"Mas jika mau Homo jangan di sini." Ucap Satpam.
"Apa maksud mu." Tanya Verrel.
"Itu kalian berdua berpelukan." Jawab Satpam.
Rizky dan Verrel langsung melepaskan pelukan mereka. "Kami hanya takut, kami kira kau setan." Ucap Verrel.
"Kenapa berhenti di sini, di depan hotel kosong ini."
__ADS_1
"Oh iya bantu kami pak, mobil kamu mogok." Uar Rizky.