Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 308 S3


__ADS_3

"Sayang boleh aku mencium mu." Tanya Verrel.


"Tidak, aku tidak mau, lepaskan pelukan mu." Jawab Akifa.


"Sayang aku mohon, anak kita pasti menginginkan ciuman dari ku."


"Tidak mas, sudah aku ingin ke kamar mandi." Ucap Akifa dan pergi meninggalkan Verrel.


Verrel sangat puas akhirnya bisa menahan Akifa agar tidak pergi bersama Aldy, walaupun ia harus mengorbankan harga diri nya menjadi pria yang cengeng.


"Ayo Verrel demi istri mu." Ucap Verrel.


Siang hari nya, Verrel merasa perut nya semakin sakit, ntah kenapa belakang ini lambung nya kembali bermasalah. Verrel hanya bisa diam menahan sakit di perut nya.


"Kamu kenapa lagi mas." Tanya Akifa.


"Perut ku sakit sekali, aku tidak kuat." Jawab Verrel.


"Kita ke puskesmas ya." Ucap Akifa.


Verrel menganggukkan kepala nya, pertanda ia mau di bawa Akifa pergi ke puskesmas, kemana pun ia mau pergi asalkan bersama istri nya.


"Sayang, kamu bisa membawa mobil." Tanya Verrel.


"Aku belajar bersama Aldy." Jawab Akifa.


"Aldy lagi Aldy lagi, aku bosan mendengar nama. nya." Ucap Verrel yang sangat kesal.


"Kamu kenapa, sudah jangan banyak marah, nanti sakit di perut mu semakin sakit."

__ADS_1


"Aku cemburu sayang, aku tidak suka kamu dekat dengan Aldy, jauhi dia atau aku...


"Aku apa mas." Tanya Akifa.


"Aku akan bunuh diri." Jawab Verrel.


"Oh." Ucap Akifa.


"Hanya oh, kamu tidak sayang pada ku." Tanya Verrel.


"Bukan tidak sayang, aku tidak yakin kamu mau bunuh diri beneran, kamu mau anak kita tidak memiliki seorang daddy." Jawab Akifa.


"Tentu tidak, Kenzo dan Kenzi harus aku didik dengan baik." Ucap Verrel.


"Siapa Kenzo dan Kenzi." Tanya Akifa.


"Anak kita sayang, siapa lagu jika bukan mereka." Jawab Verrel.


"Sayang jangan du bahas lagi, aku sudah mengaku salah, saat itu otak ku di pengaruhi seseorang." Ucap Verrel.


"Emang kamu sudah yakin anak ini dua-dua nya laki-laki." Tanya Akifa.


"Sudah sayang, aku sudah mimpi tentang anak kita, mereka sangat tampan sayang, mirip dengan ku." Jawab Verrel.


Sesampainya di puskesmas mereka langsung masuk ke dalam, Verrel menjalani pemeriksaan di bagian perut nya yang terasa sakit.


"Kenapa dok." Tanya Akifa.


"Apa mas ini Makan-makanan pedas Akhir-akhir ini."

__ADS_1


"Iya dok, saya makan apa saja yang bisa saya makan, karena istri saya pergi meninggalkan saya." Ucap Verrel.


"Mas." Akifa mencubit perut Verrel.


"Ahhh sakit sayang." Ucap Verrel.


"Pengantin baru memang sangat luar biasa, sudah saya beri obat dulu."


Setelah selesai meminum obat, Verrel dan Akifa pergi ke suatu tempat, sebenarnya Akifa ingin langsung pulang ke rumah tetapi, Verrel meminta nya untuk pergi ke bukit dekat Vila.


"Sayang, aku sangat merindukanmu, aku ingin memulai nya dari awal sayang." Ucap Verrel.


"Aku masih belum percaya dengan mu mas, hati ku masih terasa sangat sakit."


"Tapi apa aku masih kesempatan untuk aku masuk ke dalam hati mu." Tanya Verrel.


"Kamu masih di dalam sana mas, tapi aku ingin melihat bagaimana cara kamu menghilang kan rasa sakit ini." Jawab Akifa.


"Aku akan berusaha sayang." Ucap Verrel dengan bersungguh-sungguh.


Setelah puas berada di bukit itu mereka berdua kembali pulang ke Vila, kali ini Verrel yang mengambil alih kemudi karena perut nya sudah tidak sakit lagi.


Sesampainya di Vila Akifa masuk ke dalam kamar sedangkan Verrel berjalan menuju dapur, ia berniat untuk menyiapkan sesuatu sebagai kejutan untuk Akifa.


"Apa yang harus aku masak." Ucap Verrel.


Verrel membuka kulkas mencari bahan makanan pertamanya untuk ia masak. "Ada ayam, bagaimana kalau aku buat ayah krispi."


Verrel membuka hp nya untuk mencari bagaimana cara membuat ayam krispi, ia sama sekali tidak bisa memasak bahkan memasak air sekalipun. Setelah semua bumbu dan peralatan sudah lengkap Verrel langsung bertempur, ia pikir semua berjalan dengan mudah dan mulus ternyata tidak sama sekali, semua berjalan sangat sulit.

__ADS_1


"Aww." Ucap Verrel saat tangan nya terkena minyak panas.


__ADS_2