Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 172 S3


__ADS_3

Dylan membawa Lia ke sebuah apartemen yang tidak jauh letak nya dari tempat Lia akan bekerja. Sebenarnya Apartemen ini ia siap kan untuk diri nya ketika sedang malas pulang ke rumah. Tapi tidak ada salah nya jika di tempati Lia untuk sementara waktu sampai Lia bisa membeli apartemen sendiri.


"Ini apartemen ku, kau bisa tinggal di sini untuk sementara waktu, kau tenang saja dalam beberapa bulan kau bekerja di tempat ku kau bisa membeli apartemen." Ucap Dylan.


"Tidak papa jika aku tinggal di sini." Tanya Lia.


"Jika aku melarang ku, kenapa aku membawa my ke sini bodoh." Jawab Dylan.


"Kita tidak baru saja kenal tapi kenapa kamu baik sekali pada ku."


"Aku baik pada mu? itu hanya perasaan mu saja. Aku hanya membalas budi karena telah membantu ku malam itu." Ucap Dylan.


"Terimakasih." Kata Lia.


"Oh iya, saat aku sedang mabuk terkadang aku tidak memiliki kendali penuh. Bisa jadi aku tidak pulang ke rumah malah ke apartemen ini, jadi jika kau melihat ku mabuk langsung kurung aku di dalam kamar, jika tidak bersiap lah mengandung anak ku." Ucap Dylan.


"Sangat berbahaya, kau bisa tidur dengan wanita siapapun."


"Tidak bodoh, aku belum pernah tidur dengan siapapun. Mana tau kau beruntung dan bisa tidur dengan ku." Ucap Dylan.


"Tidak, itu musibah bagi ku." Lia bergidik ngeri.


"Sudah rapikan barang mu, setengah jam lagi aku akan membawa mu ke tempat kau bekerja." Ucap Dylan.


Lia membawa tas nya menuju kamar, sedangkan Dylan memilih duduk di sofa sambil memainkan HP nya.


"Pesta, dengan siapa aku pergi." Batin Dylan saat mendapatkan undangan pesta dari teman nya.


"Halo Verrel, kau mendapat undang pesta." Tanya Dylan.

__ADS_1


"Dapat, tapi aku sedang sakit, mana mungkin aku bisa datang, kau menganggu ku." Verrel langsung mematikan sambungan telepon nya.


"Sudah sayang." Akifa menahan kepala Verrel.


"No, milik mu juga sudah semakin membesar." Verrel melanjutkan aktifitas nya.


"Ah jika aku datang tidak membawa pasangan, aku akan di bully." Batin Dylan.


Tak lama Lia datang kembali menghampiri Dylan. "Apa kita akan pergi sekarang." Tanya Lia.


"Oh iya aku lupa, ayo kita pergi." Jawab Dylan.


Di dalam perjalanan, Dylan masih mencari cara agar mendapatkan pendamping untuk ia bawa ke pesta malam ini.


"Kenapa aku tidak membawa gadis ini saja." Batin Dylan.


"Lia, aku ingin meminta bantuan pada mu." Ucap Dylan.


"Kau mau tidak menjadi kekasih ku malam ini, aku harus menghadiri sebuah pesta dan aku harus membawa seorang kekasih." Jawab Dylan.


"Apa yang harus aku lakukan, saat menjadi kekasih mu." Tanya Lia.


"Hanya penampilan yang anggun, tidak banyak bicara dan ikuti semua kemauan ku."


"Baik lah aku mau, kamu banyak membantu ku, aku juga harus membantu mu." Ucap Lia.


"Bagus, sekarang kita ke mall, ke salon untuk mempercantik diri mu." Dylan membatalkan niat nya membawa Lia ke restoran.


Pertama Dylan membawa Lia ke salon langganan mamah nya, Dylan tau karena sering mengantarkan mamah nya ke salon itu.

__ADS_1


"Perawatan lengkap, aku ingin hasil yang memuaskan." Ucap Dylan.


"Kau nikmati pelayanan mereka, aku akan pergi ke sebentar."


"Baik lah, jangan lupa kembali, jika tidak bagaimana cara aku membayar nya." Kata Lia.


Dylan berjalan menuju butik untuk membeli pakaian untuk Lia, dan juga pakaian untuk nya karena ia tidak sempat pulang untuk mengganti pakaian nya.


Setelah cukup lama memilih pakaian yang tepat, Dylan langsung membayarnya dan pergi ke toko perhiasan.


"Satu set perhiasan." Ucap Dylan.


"Yang seperti apa mas." Tanya pelayan tokoh.


"Terserah yang penting terbaik." Jawab Dylan.


Dylan lupa jika semua notifikasi pengeluaran nya, masuk ke dalam hp Vano, Vano sampai terkejut dengan pengeluaran anak nya hari ini.


"Anak itu, mau berbuat apa." Batin Vano.


Dylan kembali ke salon, dan memberikan pakaian yang ia beli pada pelayan agar langsung di gunakan Lia.


Setelah satu jam menunggu, akhirnya Lia selesai menjalani perawatan, Lia juga sudah memakai pakaian yang ia beli tadi.


"Wow sangat cantik." Batin Dylan.


"Duduk lah, aku akan memakai kan mu kalung." Ucap Dylan.


Saat memasang kan kalung di leher Lia, Dylan mencium aroma harum dari leher Lia.

__ADS_1


"Wangi sekali." Batin Dylan.


__ADS_2