
"Fina aku bilang berhenti menghubungi ku, aku sudah memiliki istri." Bentak Rizky sambil membanting HP nya dengan kasar.
Rizky memijat kepala nya untuk menenangkan pikiran nya, Akan yang mendengar suara benda yang di banting langsung berjalan menghampiri Rizky.
"Sayang ada apa, kenapa dengan mu." Tanya Alana.
"Fina menghubungi ku lagi." Jawab Rizky.
"Mantan mu itu, temui dia dan katakan berhenti menghubungi ku lagi, atau katakan sesuatu pada nya, aku benar-benar tidak suka dia masih menghubungi mu."
"Kamu jangan menyalahkan ku, aku juga tidak mau dia menghubungi ku, aku sudah berulang kali mengatakan pada nya berhenti menghubungi ku, tapi dia terus menghubungi ku." Ucap Rizky.
"Kamu marah pada ku karena perbuatan mantan mu."
"Bukan aku tapi kamu, kamu tidak memikirkan perasaan ku, aku di tekan dari dua arah kamu dan Fina, bagaimana aku bisa berpikir dengan jerni." Ucap Rizky.
"Iya iya maaf, aku salah." Kata Alana.
"Aku lelah lupakan masalah ini." Rizky memilih memejamkan mata nya dan langsung tertidur.
"Apa istimewa nya wanita itu, aku sedang sakit tapi Rizky tidak peduli dengan ku, bukan nya dia sangat mencintai ku." Ucap Fina.
"Fina cukup, lupakan Rizky jangan ganggu kehidupan nya lagi." Kata Aminah.
__ADS_1
"Mah sudah jangan ikut campur urusan ku, ahhh sakit sekali." Teriak Fina saat merasakan sakit yang amat luar biasa di perut nya.
Aminah langsung berlari memanggil dokter karena Fina kembali merasakan sakit di perut nya.
"Kenapa dengan mu Alana." Tanya Verrel yang melihat Alana datang dengan wajah yang di tekuk.
"Aku bertengkar dengan suami ku karena mantan nya masih menghubungi nya." Jawab Alana.
"Dia masih memikirkan mantan nya, apa pukulan ku kurang membuat nya sadar."
"Tidak kak dia tidak berhubungan dengan mantan nya tapi mantan nya menghubungi nya." Ucap Alana.
"Dan kamu marah karena mantan nya selalu menghubungi Rizky padahal Rizky tidak menginginkan itu." Tanya Verrel.
"Iya kak, apa aku salah."
"Iya kak, dia juga berkata seperti itu pada ku, aku harus bagaimana kak." Tanya Alana.
"Ajak Rizky untuk menemui mantan nya, kau ikut dengan nya dan jelaskan semua di depan mantan nya." Jawab Verrel.
"Aku pikir juga begitu, nanti aku akan menanyakan pada suami ku setelah dia bangun." Kata Verrel.
Sementara itu Dylan sedang dalam perjalanan menuju restoran nya karena ia mendapatkan kabar jika restoran nya terjadi kekacauan. Dylan pergi sendiri tanpa mengajak Lia karena ia tau itu cukup berbahaya untuk Lia.
__ADS_1
Sesampainya di sana Dylan sudah tidak menemukan siapa dalang di balik kekacauan ini, tersisa hanya restoran yang sangat kacau dan para karyawan nya yang terluka.
"Apa kalian tau siapa yang mengacaukan ini." Tanya Dylan.
"Tidak pak, mereka datang dan langsung membuat kekacauan."
"Sudah lah, aku sudah memanggil dokter untuk mengobati kalian, aku tidak bisa lama-lama." Ucap Dylan dan langsung pergi meninggalkan restoran nya.
Saat di perjalanan pulang tiba-tiba mobil Dylan ada yang menabrak dengan cukup keras.
"Hey apa kau gila." Teriak Dylan.
Dylan tau jika diri nya sedang berada dalam bahaya ia langsung mempercepat mobil nya dan menuju tempat aman sebelum orang yang menabrak nya tadi kembali menabrak nya.
Setelah sampai di kompleks perumahan nya Dylan memperlambat mobil nya, ia yakin mobil nya pasti rusak cukup parah.
"Ah sial aku baru membeli mobil ini, papah pasti marah pada ku." Ucap Dylan.
Sesampainya di rumah Dylan langsung keluar dari mobil untuk memeriksa seberapa rusak mobil nya. "Dylan kenapa dengan mobil mu." Tanya Adit.
"Mobil ku, aku tadi di tabrak orang yang tidak aku kenal." Jawab Dylan.
"Siapa lagi Dylan, banyak sekali musuh mu."
__ADS_1
"Aku tidak tau paman, restoran ku juga hancur, siapa yang melakukan ini pada ku." Ucap Dylan yang benar-benar sangat kesal.
"Sudah nanti kita bicarakan pada orang tua mu." Kata Adit.