
"Terima kasih sayang," ucap Kenzo.
"Iya mas," ucap Sonia sambil mengatur nafas nya.
Kenzo mengambil laptop nya untuk mempelajari hal-hal yang selama ini ia tinggalkan. Ia terkejut karena dunia berkembang sangat pesat saat ini dan ia merasa sangat rugi karena sudah banyak membuang waktu nya.
"Sedang apa," tanya Sonia.
"Lihat aku sangat ketinggalan, untung saja aku masih bisa memahami semua nya," jawab Kenzo.
"Wah suami ku sangat luar biasa, kamu sangat pintar."
Kenzo memang yang terpintar dari semua sepupu nya, otak nya benar-benar sangat genius dan sangat sayang jika tidak dimanfaatkan dengan baik. Saat ini hanya Alex kakek buyut mereka yang memiliki kepintaran seperti Kenzo. Sebenarnya Vero juga termasuk orang yang pintar tetapi berbeda dengan Kenzo karena Vero pintar dalam bidang IT.
Sementara itu Kenzi masih memikirkan masa depan nya, ia sangat bingung harus menikah dengan siapa, ia sangat yakin dua wanita itu dapat membahagiakan nya.
"Sakura aku suka dengan nya, dia pendengar yang baik," ucap Kenzi.
"Tapi Karla aku sangat tertarik dengan nya, dia sangat cantik dan dia juga sangat lembut," ucap Kenzi.
"Malam," Kenzi mengirimkan pesan pada Sakura.
"Malam kembali pak," ucap Sakura.
"Belum tidur," tanya Kenzi.
"Belum pak saya sedang berkemas," jawab Sakura.
"Mau kemana," tanya Kenzi.
"Saya harus kembali ke Jepang pak, nenek saya sedang sakit keras," jawab Sakura.
"Malam ini juga," tanya Kenzi.
"Iya Pak, maaf Pak saya tidak bisa melanjutkan tugas saya, saya akan mengembalikan uang bapak."
"Aku ke rumah mu sekarang juga." Kenzi langsung bangkit dari atas kasur untuk pergi ke rumah Sakura.
Sakura tersenyum saat Kenzi mau ke rumah nya, padahal Kenzi sendiri tidak tau dimana rumah nya. Karena takut kesasar Sakura mengirimkan alamat rumah Sakura.
"Bagus sayang," ucap Kenzi dan langsung membawa mobil nya ke alamat yang Sakura kirim kan.
Sesampainya rumah itu Sakura langsung menyambung Kenzi di depan pintu. Kenzi tampak bingung karena Sakura tinggal sendiri.
__ADS_1
"Benar-benar sendiri," tanya Kenzi.
"Iya Pak, mau masuk atau di luar saja," tanya Sakura.
"Boleh masuk," tanya Kenzi.
"Boleh asal tidak macam-macam," jawab Sakura sambil membuka kan pintu rumah nya untuk mempersilakan Kenzi masuk ke dalam.
"Sakura jangan pergi, siapa yang akan mesak kan untuk ku," tanya Kenzi.
"Ibu kantin pak, saya kan hanya mengantarkan makanan bapak," jawab Sakura.
"Tidak mau, aku hanya mau kamu yang mengantarkan makanan untuk ku, jadi aku mohon jangan pergi," ucap Kenzi.
"Bapak lucu ketika seperti ini, maaf Pak saya tidak bisa saya memang harus pergi," kata Sakura.
"Punya waktu berapa menit," tanya Kenzi.
"Setengah jam pak, ada apa?"
"Aku ingin membawa mu jalan-jalan apa kau mau," ucap Kenzi.
"Boleh pak anggap saja sebagai perpisahan kita," kata Sakura.
Kenzi mengumpulkan keberanian menggandeng Sakura, Sakura tampak terkejut saat Kenzi mulai menyentuh tangan nya, tetapi ia sama sekali tidak menolak gandengan itu.
Kenzi membawa Sakura di taman terdekat, ia ingin mengatakan isi hati nya sebelum ia tidak bisa mengatakan nya.
"Duduk lah," ucap Kenzi.
"Sakura aku tidak tau apa yang di aku katakan akan membuat mu marah pada ku atau tidak. Tapi aku pikir aku harus mengatakan nya, sebelum aku tidak bisa mengatakan nya. Sakura aku terpesona dengan kepribadian mu, kau pendengar yang baik, aku terpikat pada mu saat pertama kali kita bertemu. Aku suka kamu Sakura," ucap Kenzi.
Sakura hanya tersenyum saat Kenzi mengatakan hal itu, yang Kenzi rasakan adalah yang ia rasakan saat ini. Ia juga langsung terpana pada Kenzi saat pertama kali mereka bertemu. Tetapi ia sadar jika perasaan ini salah.
"Apa lucu," tanya Kenzi.
"Tidak pak," jawab Sakura.
"Kenapa tertawa?"
"Mungkin karena saya juga merasakan yang bapak rasakan," kata Sakura.
"Apa benar," tanya Kenzi yang sangat senang mendengar hal itu.
__ADS_1
"Iya Pak, tapi saya sadar jika perasaan saya salah," jawab Sakura.
"Tidak itu tidak salah, itu benar. Aku sangat senang kau juga suka pada ku," ucap Kenzi.
"Sakura aku sudah membulatkan tekat ku, kamu mau tidak menikah dengan ku," tanya Kenzi.
"Maaf Pak saya tidak bisa, banyak alasan yang membuat saya tidak bisa menikah dengan anda. Saya pikir Karla lebih berhak bersama bapak," jawab Sakura.
"Sakura jujur aku memang memiliki perasaan dengan kalian berdua, aku sempat bingung harus memilih siapa di antara kalian. Kamu tau kenapa aku mengirim pesan pada mu karena aku memilih mu," kata Kenzi.
"Maaf Pak saya tidak bisa, saya yakin Karla orang yang tepat untuk bapak, dan bapak orang yang tepat untuk Karla. Pilih dia pak dia sangat memerlukan orang seperti bapak," ucap Sakura.
"Aku tidak bisa memaksa mu, aku sudah lega karena sudah mengatakan nya pada mu," kata Kenzi.
"Terima kasih sudah jujur pak, maaf saya harus segera pergi," ucap Sakura.
"Aku akan mengantarkan mu."
Sesampainya di bandara Kenzi benar-benar sangat sulit untuk membiarkan Sakura pergi.
"Sakura mendekat lah," ucap Kenzi.
Dengan cepat Kenzi menyambar bibir Sakura, ia tidak peduli yang Sakura terus memberontak pada nya.
"Plak." Sakura memapar wajah Kenzi.
"Saya kecewa dengan bapak," Sakura pergi keluar dari mobil Kenzi.
"Sakura tunggu barang-barang mu," teriak Kenzi sambil membawa kan barang-barang Sakura.
"Terima kasih pak, saya pamit," ucap Sakura.
"Kau yakin merelakan kan ku bersama Karla," tanya Kenzi.
"Saya yakin pak, semoga bahagia." Sakura pergi meninggalkan Kenzi.
Kenzi langsung pulang ke rumah karena perasaan nya benar-benar hancur, ini pertama kali nya ia di tolak oleh wanita.
"Oke Kenzi, mungkin benar Karla adalah jodoh mu," ucap Kenzi.
Sakura sebenarnya sangat sedih harus berpisah dengan Kenzi, tapi nenek nya benar-benar sedang sakit keras saat ini, dan ia memang harus ke Jepang untuk merawat nenek nya.
Ayah dan ibu nya sudah lama berpisah, saat ini Ibu Sakura bekerja di rumah sakit sebagai Suster, itu sebabnya ibu nya tidak mempunyai banyak waktu untuk merawat nenek Sakura.
__ADS_1
Hubungan Sakura dan ayah sama sekali tidak baik, karena skandal perselingkuhan dari ayah nya, itu sebabnya Sakura sangat membenci ayah nya.
Di Indonesia ia ikut dengan bibi dari ayah nya, Sakura yang sangat bekerja keras benar-benar sangat suka kerja bersama bibi nya, apalagi gaji nya sangat besar karena ia bekerja di perusahaan milik keluarga Efron yang terkenal dengan kepedulian nya pada setiap karyawan mereka. Termasuk hanya orang yang berjualan di kantin.