
"Kau tidak akan punya anak dari ku kalau patah."
"Terserah aku bisa mencari pria yang lebih perkasa dari mu," kata Wilda.
"Mana mungkin, kau saja tidak tau bagaimana keperkasaan ku," ucap Axel.
"Ya karena kau belum menyentuh ku."
"Berhenti lah mengoceh, aku bosan mendengar suara mu," ucap Axel.
"Ya sudah kalau bosan pergi dari sini."
"Ahhh Wilda kau akan ku buat berhenti berbicara," ucap Axel sambil mendekati Wilda, lalu membuka sleting celana nya.
"Axel kau mau apa," tanya Wilda.
"Ingin membungkam mu dengan permen lolipop," jawab Axel.
"Jangan gila sayang, sayang iya aku tidak akan melawan mu lagi," ucap Wilda sambil memeluk Axel. Wajahnya ia tempel kan di depan perut Axel.
"Kau harus memakan nya Wilda, rasakan lah dia sudah mulai bangun."
"Tidak sayang, yang bawa saja belum di bobol, yang bawa dulu baru yang atas," kata Wilda.
"Bagus, kau paham, sudah jangan membantah ku, diam dan tidur lah. Aku akan mandi dulu," ucap Axel.
Axel masuk ke dalam kamar mandi sambil membawa handphone nya, karena sedari tadi ia merasakan handphone nya bergetar.
"Laura," ucap Axel.
"Iya ada apa sayang," tanya Axel.
"Aku aku ingin bertemu dengan mu, aku mohon," jawab Laura.
"Hey hey ada apa dengan mu, kenapa kamu menangis," tanya Axel.
"Aku ingin bertemu dengan mu Axel, aku mohon, aku menunggu mu di hotel tempat biasa kita bertemu" jawab Laura.
Dengan cepat Axel mempercepat kegiatan mandi nya, setalah itu ia langsung masuk ke dalam ruang ganti. Beruntung saat ia ingin pergi Wilda sudah tertidur dengan lelap. Axel memakai mobil istri nya yang baru tiba beberapa saat lalu, ia tidak ada pilihan lagi karena mobil nya sudah rusak.
Sesampainya di hotel Axel berjalan menuju ke kamar tempat Laura berada, dulu mereka sering kali menginap di hotel ini bersama.
"Sayang." Laura memeluk Axel dengan erat.
__ADS_1
"Iya sayang ada apa, maafkan aku tadi, aku membuat mu sakit hati," kata Axel.
"Aku di ancam, Brian mengancam ku," ucap Laura.
"Bicara dengan benar, ayo kita duduk dulu," kata Axel sambil menggendong Laura ke atas kasur.
"Axel aku di ancam, Brian tau semua nya, dia tau hubungan kita," ucap Laura.
"Bagaimana mungkin bisa, apa dia ada bukti," tanya Axel.
"Iya dia ada bukti nya, aku takut Axel."
"Apa yang dia ancam, kenapa kau sangat takut dengan nya?"
"Dia mengancam ku jika aku tidak mau jadi pacar nya, dia akan membongkar semua nya. Aku yakin dia tidak macam-macam dengan ancaman nya," kata Laura.
"Oke kau turuti saja kemauan nya, yakin lah tida akan terjadi apa-apa."
"Lalu bagaimana dengan hubungan kita," tanya Laura.
"Aku sudah menikah, tapi aku masih bisa berhubungan dengan mu, jadi tidak ada yang perlu kau khawatir kan," jawab Axel.
Sebenarnya Axel sudah ingin lepas dengan Laura, ia sudah cukup yakin akan hidup dengan bahagia bersama Wilda, tetapi ia sadar lepas dari Laura tidak semudah membalikan telapak tangan. Laura pasti akan berbuat hal yang mengancam keselamatan Wilda atau semua orang. Dengan ada nya ancaman ini, Axel yakin ia bisa lepas dari Laura secara perlahan.
"Iya sayang aku janji, sudah aku harus pulang, nanti semua orang akan curiga," jawab Axel.
"Iya aku mengerti," ucap Laura sambil mencium bibir Axel.
Dengan senang hati Axel membalas ciuman itu, menurut nya ini terakhir kali nya berbuat kesalahan.
Setelah Axel pulang, Laura langsung mengundang Brian, ia tidak mau Brian membocorkan senyap nya, lagi pula ia sudah izin pada Axel sebelum melakukan hal ini.
"Kau mengundang ku ke hotel, maaf aku tidak bisa melakukan nya di luar pernikahan," kata Brian.
"Aku hanya ingin menjawab pertanyaan mu tadi, iya aku mau menjadi pacar mu," ucap Laura.
"Bagus sayang, aku suka itu," kata Brian sambil mendekati bibir Laura.
"Kau bau rokok, aku tidak bisa," ucap Laura.
"Tidak bisa berarti kau menolak ku, kau tau apa yang terjadi jika kau menolak ku," tanya Brian.
Dengan terpaksa Laura menerima ciuman itu.
__ADS_1
"Aku akan mengantarkan mu pulang," ucap Brian.
"Aku tidak membawa mobil," kata Laura.
"Aku punya mobil Laura, karena penghinaan mu aku tidak miskin lagi," ucap Brian sambil menarik Laura dengan kasar.
"Ahkkk sakit Brian, kau sana kasar."
"Aku akan lebih kasar di atas ranjang Laura, aku akan membuat mu mengandung anak ku," ucap Brian.
Di rumah Laura, Brian di sambut dengan baik. Ia cukup dekat dengan keluarga Laura karena dulu orang tua nya bekerja di rumah Laura sebagai satpam.
"Brian apa kabar, kau dengan Laura bersama," tanya Candra.
"Iya mom, saya dengan Laura sudah berpacaran. HHmm boleh saya mengatakan sesuatu yang sangat penting om," tanya Brian.
"Brian jangan katakan apapun," bisik Laura.
"Boleh katakan lah, jangan canggung," jawab Candra.
"Aku ingin menikah dengan Laura om, menikah dan membangun rumah tangga yang bahagia dengan nya."
"Kau serius dengan ucapan mu Brian, saya sangat setuju, dengan begitu Laura tidak akan menganggu hubungan Axel dan istri nya."
"Iya Brian, tante sangat setuju. Kapan kau akan membawa orang tua mu datang?"
"Maaf tan, saya ingin menikah dengan Laura secepat mungkin. Sebelum maaf kami, kamu sudah melakukan hal di luar batas. Aku tidak ingin Laura mengandung anak ku sebelum kami menikah," kata Brian.
Laura semakin kebingungan dengan ucapan dari Brian, ia sudah masuk ke dalam scenario yang Brian perbuat. Orang tua Laura hanya bisa membuang nafas mereka dengan kasar, mereka sudah tidak tau bagaimana lagi mendidik Laura yang sangat nakal. Perbuatan yang anak mereka lakukan di dasari mau sama mau, jadi mereka memutuskan untuk segera menikah kan Brian dan Laura.
"Kau Laura, kau kembali membuat ayah kecewa, ayah sudah muak dengan semua ini, jadi kau harus segera meresmikan hubungan mu dengan Brian."
"Ayah aku belum siap, aku tidak mau yah," tolak Laura.
"Laura, kau belum siap tapi kau sudah memberikan mahkota mu pada Brian. Mau tidak mau kau harus menikah. Malam ini juga meskipun belum secara negera," ucap Candra dengan tegas.
"Maaf om tante, ini salah Brian jangan salahkan Laura."
"Kau sudah mau bertanggung jawab itu sudah cukup Brian, aku harap kau bisa mendidik istri mu dengan baik," ucap Candra.
Malam itu juga Brian menikah dengan Laura, Laura yakin Brian akan membalas semua nya, hidup nya terasa sangat hancur malam itu juga.
Notes; yang bersikap tidak baik akan terkena Karma nya, siapapun dia termasuk Axel. Kalian tunggu saja ya...
__ADS_1