
"Tuan." ucap Angel.
"Ada apa, kenapa kau seperti tidak suka dekat dengan ku." tanya Alvaro.
"Tidak tuan, saya suka tapi ini tidak seperti anda." jawab Angel.
"Buka mulut mu." perintah Alvaro.
Angel membuka mulut nya sesuai dengan perintah Alvaro. Alvaro memasukan sepotong martabak kedalam mulut Angel.
"Apa enak." tanya Alvaro.
"Enak manis, seperti anda." jawab Angel.
"Kau sudah berani ya." ucap Alvaro dengan sedikit mengigit kuping Angel.
"Aawww sakit tuan." kata Angel.
"Itu hukuman untuk mu." ucap Alvaro sambil menggendong Angel naik ke atas ranjang.
Alvaro meletakkan Angel perlahan di atas ranjang, pandangan mereka saling bertemu, mereka berdua saling menatap mengagumi satu dengan lainnya.
"Kenapa Anda tampan sekali tuan." ucap Angel sambil menyentuh wajah Alvaro.
"Kau baru menyadari nya, aku memang tampan." kata Alvaro.
"Tidak saya sudah lama menyadari nya, tapi baru pertama kali nya saya melihat anda sedekat ini." ucap Angel.
"Kau sudah pandai menggoda ku ya, selamat kau berhasil memancing singa yang sedang tertidur." kata Alvaro.
Alvaro memberikan kecupan manis di wajah dan leher Angel, dan Angel hanya memejamkan mata nya, ia sangat menikmati sentuhan yang di berikan Alvaro di tubuh nya.
"Geli tuan." ucap Angel saat Alvaro mulai memainkan lidah nya di leher Angel.
"Sudah cukup, aku tidak mau menyiksa diri ku. Aku tunggu mu pulang." ucap Alvaro.
"Tamu, jika tamu saya hilang, apa yang mau anda lakukan pada saya." tanya Angel.
__ADS_1
"Aku akan membuat bayi tampan seperti ku." jawab Alvaro.
"Anda yakin tuan." tanya Angel.
"Kenapa kau bertanya seperti itu." ucap Alvaro.
"Bukan nya anda tidak mencintai ku, tapi kenapa anda ingin mempunyai anak dari saya." kata Angel.
"Kenapa kau cerewet sekali." ucap Alvaro yang ingin mengalihkan arah pembicaraan mereka.
"Tidak ada tuan, boleh kah saya memeluk anda tua." tanya Angel.
Tanpa menjawab Alvaro memeluk Angel dengan erat memberikan rasa nyaman dan hangat untuk Angel dan Angel membalas pelukan itu. Mereka berdua tertidur dengan sambil berpelukan.
Dua hari telah berlalu hari ini adalah pertama kali nya Angel masuk ke kampus, Alvaro dan Adit sudah berangkat duluan karena ada kelas pagi. Sedangkan Vano, Angel dan Fiona berangkat agak siang.
"Kak coba lah memakai make up, pasti kau tampak lebih cantik." kata Fiona.
"Aku tidak bisa memakainya, bagaimana cara nya." ucap Angel.
"Apa kakak punya make up." tanya Fiona.
"Ayo aku ajarin, cara make up yang simpel untuk kakak." kata Fiona.
Mereka berdua naik ke kamar Angel dan Alvaro, Fiona sedikit terkejut melihat perubahan kamar kakak nya, di tambah kamar ini sekarang sangat rapih dan wangi.
"Wah kamar ini terlihat sangat berbeda." ujar Fiona.
"Mamah yang merubah nya." kata Angel.
"Kak itu meja make up mu, bagus sekali. Lebih besar dari milik ku." ucap Fiona
"Iya mamah juga yang membelikannya." ujar Angel.
"Ayo kak kita mulai." ucap Fiona.
Fiona mengajari Angel cara make yang sangat simpel dan terkesan natural. Karena wajah Angel sudah sangat cantik dan putih, hanya menambah beberapa sentuhan-sentuhan kecil.
__ADS_1
"Kau sempurna kak." ucap Fiona.
"Jangan terlalu memuji ku fi, aku bisa terbang nanti." kata Angel.
"Kau benar-benar cantik, make up cukup lengkap. Apa bunda yang membelikannya." tanya Fiona.
"Tidak bukan mamah, ini kakak mu yang membelikannya." jawab Angel.
"Kakak ku, ah ternyata dia sebucin itu." ujar Fiona.
"Kak apa kau mempunyai perhiasan, sangat di sayang kan leher sebagus itu tidak ada penghias nya." tanya Fiona.
"Ada, buka laci itu, aku menyimpan nya di situ." jawab Angel.
"Bagus sekali perhiasan ini, apa kak Varo juga membelikannya." tanya Fiona.
"Iya, ayo kita berangkat sudah siang." jawab Angel.
Setelah memakai kalung, mereka berdua kembali turun dari kamar. Vano sangat terkejut melihat kecantikan yang terpancar dari wajah Angel.
"Kakak ipar kau cantik sekali." ucap Varo.
"Terimakasih, ayo kita berangkat." kata Angel.
Sesampainya di kampus mereka bertiga berpisah, karena Fiona dan Revano hanya melanjutkan kuliah mereka, sedangkan Angel baru pertama kali pendaftaran ia harus bergabung dengan siswa-siswi lainnya.
Angel menjadi pusat perhatian di kampus, bukan hanya kecantikan nya tetapi sifat nya yang sangat pendiam, sedari tadi ia hanya duduk di kursi tanpa berbicara dengan siapapun karena itu pesan dari Alvaro. Alvaro juga berpesan pernikahan mereka tidak ada yang boleh mengetahui nya dan ketika bertemu di kampus seperti orang yang tidak saling mengenal. Angel sangat mengerti kenapa Alvaro berpesan seperti itu, menurut nya Alvaro pasti sangat terkenal di kampus ini jika status nya sudah menikah akan mempengaruhi popularitas nya.
"Hay siapa nama kamu, kenapa diam saja." tanya seorang gadis.
"Nama saya Angelia biasa di panggil Angel." jawab Angel.
"Bisa kita berkenalan, nama ku Natsya biasa di panggil nana." ucap nana.
"Bisa, salam kenal nana." kata Angel karena nana wanita ia tidak perlu takut Alvaro akan marah pada nya.
Ini yang akan menjadi Alvaro apa kalian setuju
__ADS_1