Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 103 S2


__ADS_3

"Lepas, kau cabul." teriak wanita itu.


"Diam lah, coba ingat apa yang kau lakukan pada ku." ucap Vano.


"Lepas kan aku dulu, apa kau ingin meniduri aku lagi." kata wanita itu.


Vano baru tersadar jika diri nya dan wanita itu sama sekali tidak mengenakan pakaian, tubuh mereka bersentuhan langsung yang membuat Vano menelan air liur nya secara kasar.


"Dengar kan aku, apa yang terjadi tadi malam di luar kendali ku. Kau yang memulai nya. Dan aku laki-laki normal tentu saja sulit untuk menghindar. Apa kau tidak sadar jika tenaga mu seperti seorang laki-laki." ucap Alvaro.


"Aku yang memulainya." Wanita itu memejamkan mata nya untuk mengingat kejadian tadi malam.


Flashback


"Ini yang kau mau kan, kau meninggal kan ku karena ini kan." ucap wanita itu dengan perlahan membuka kancing baju Vano.


"Hey apa yang kau lakukan." kata Vano.


"Diam lah, aku akan memberi apa yang kau mau. Aku akan membuat mu menyesal telah meninggal kan aku." teriak wanita itu.


Vano memejamkan mata nya, saat wanita di depan nya mulai membuka baju nya, menolak nya juga tidak bisa karena tenaga wanita itu sangat lah kuat. Setelah itu wanita itu mulai menyerang Vano. Vano terkejut saat mendapatkan serangan di bibir nya, walaupun suasana gelap gulita Alvaro dapat merasakan jika wanita di depan nya sudah tidak memakai pakaian yang lengkap.


Dan terjadi lah apa yang Jihan dan Kevin lakukan dulu, apa yang selama ini mereka berdua takutkan terjadi lagi pada anak mereka Revano, tetapi apa boleh buat semua sudah terjadi dan Vano malam ini hanya bisa menikmati apa yang wanita itu berikan pada nya.


Flashback

__ADS_1


"Jadi jelas siapa yang cabul." ucap Vano.


Vano bangkit dari tubuh wanita itu dan menarik selimut untuk menutupi tubuh nya. Tetapi wanita itu juga menarik selimut yang sama karena tubuh nya juga sedang tidak mengenakan apapun.


"Mendekat lah jika, tubuh tidak ingin ku lihat." kata Vano.


Wanita itu menggetarkan tubuh nya ke dekat Vano, kejadian tadi malam benar-benar di luar kendali nya karena dia sedang mabuk.


"Jadi bagaimana, tenang saja aku tidak akan meminta pertanggung jawaban dari mu." kata wanita itu.


"Tapi aku yang meminta nya, kau memperk*sa ku, jika kau hamil bagaimana." ucap Vano.


"Jika aku hamil itu urusan ku." kata wanita itu


"Kau pikir itu anak siapa, itu anak ku juga." Vano menatap wanita itu.


"Siapa nama mu, agar aku mudah memanggil mu." tanya Vano.


"Anggi."


"Dengar nggi, aku tidak mau jika kau hamil anak itu tidak tau ayah nya siapa. Untuk sekarang aku tidak bisa berfikir apa yang kita lakukan di masa yang akan datang. Begini saja aku butuh alamat mu, nomor HP mu. Dan kita akan bertemu setiap tiga hari sekali sampai 1 bulan. Jika tidak ada tanda-tanda kau hamil, kau tidak perlu bertanggung jawab." kata Vano.


"Kenapa aku harus tidur dengan laki-laki seperti mu, kau sangat lah aneh. Laki-laki tapi malah minta pertanggung jawaban." ucap Anggi.


"Aku tidak peduli, berikan semua nya." Vano kembali menatap Anggi.

__ADS_1


"Iya iya bantu aku mengambil pakaian ku di lantai dulu." ucap Anggi dengan wajah yang seketika berubah menjadi sedih.


"Aku tidak tau apa maslaah mu, tapi kenapa kau memberikan mahkota mu pada orang lain. Aku tau aku lah yang pertama kali melakukan nya pada mu. Kenapa kau seceroboh itu." tanya Vano.


"Bukan urusan mu, apa yang terjadi pada ku, sama sekali bukan urusan mu. Dan seharusnya kau yang beruntung mendapatkan nya." jawab Anggi.


Setelah mereka memakai pakaian masing-masing, mereka berdua keluar dari apartemen.


"Kita berpisah di sini, aku sudah memberikan alamat ku dan nomor ku." ucap Anggi.


"Di sini, kau mau naik apa. Dengan cara jalan mu seperti itu." tanya Vano.


"Bukan urusan mu." jawab Anggi.


"Sekarang karena kau bersama ku, kau tanggung jawab ku. Ayo masuk kedalam mobil ku dan aku antar kau pulang." kata Vano.


Anggi tidak bisa menolak permintaan Vano karena memang ia butuh tumpangan.


"Seperti nya kau berasal dari keluarga kaya raya, tetapi kenapa kau tidak seperti orang orang kaya lainnya yang sombong dan semena-mena.


"Hahaha tidak semua orang kaya seperti itu, aku memang lebih tampan dari orang kayak lainnya." ucap Vano.


Setelah 45 berlalu mereka berdua sampai di depan rumah Anggi. Vano menghentikan mobilnya di depan rumah itu. Anggi langsung keluar dari mobil dan tak lupa mengucapkan terimakasih.


"Terimakasih,3 hari lagi kita bertemu." ucap Anggi.

__ADS_1


"Aku tidak yakin, pasti dalam waktu dekat kita bertemu." ucap Vano dan pergi meninggalkan rumah Anggi


__ADS_2