
"Sayang kamu mesum sekali." Ucap Akifa sambil memukul tubuh Verrel.
"Hahaha maaf sayang, ayo kita pergi. Aku gendong ya." Verrel langsung menggendong Akifa.
"Verrel kenapa dengan Akifa." Tanya Angel.
"Perut nya sakit bun, Verrel takut terjadi sesuatu pada jagoan Verrel." Jawab Verrel.
"Makannya istri hamil muda jangan kau gas terus." Ujar Alvaro.
"Sayang Akifa sedang sakit, kenapa kamu malah bercanda seperti itu. Verrel cepat bawa istri mu ke rumah sakit, nanti kabari bunda jika ada sesuatu." Ucap Angel.
"Iya bun, aku pergi dulu." Kata Verrel.
Verrel langsung membawa mobil nya ke rumah sakit terdekat, ia sangat tidak tega melihat Akifa yang seperti nya menahan sakit.
"Sayang kata ayah aku terus menggempur mu, padahal semenjak kamu hamil, aku belum pernah menggempur mu kembali." Ucap Verrel.
"Demi anak kita sayang, kamu harus mengalah selama beberapa bulan lagi." Kata Akifa.
"Lihat tangan kiri ku sudah berotot." Ucap Verrel yang sengaja ingin menghibur Akifa
"Hahaha tidak papa, itu tanda nya kamu semakin kuat." Kata Akifa.
Sesampainya di rumah sakit Verrel kembali menggendong Akifa dan membawa nya masuk ke dalam, Verrel tidak perlu mengantri karena keluarga Efron memiliki ruangan khusus dan dokter khusus yang stay kapan pun di butuhkan.
"Mau sekalian di USG mas." Tanya dokter.
__ADS_1
"Boleh, aku ingin melihat jagoan ku." Jawab Verrel.
Mata Verrel berbinar saat melihat kedua anak kembar nya di dalam perut Akifa, masih sangat kecil karena baru memasuki usia 5 minggu.
"Sayang itu anak ku." Ucap Verrel.
Verrel mengambil hp nya dan mengabadikan jagoan nya. Setelah melalui pemeriksaan Verrel dan Akifa duduk menghadap dokter untuk mendengar penjelasan dari dokter.
"Bagaimana dok, jagoan saya baik-baik saja kan." Tanya Verrel.
"Baik mas, sangat baik." Jawab dokter.
"Kenapa perut saya sakit dok." Tanya Akifa.
"Tubuh Mama tengah menyesuaikan diri dengan kehadiran janin. Perkembangan janin juga membuat rahim mama kian membesar. Proses membesarnya rahim ini membuat ligamen yang menopang rahim dan otot-otot di sekitar rahim meregang. Ini juga bisa menjadi penyebab Mama merasakan nyeri perut saat hamil muda."Jelas dokter.
"Dengar sayang, kamu berpuasa kembali." Kata Akifa yang benar-benar sangat puas.
"Iya dok, demi istri dan jagoan saya, saya tidak masalah, masih ada tangan kiri dok." Ucap Verrel.
"Mas Verrel ada-ada saja, tapi itu lebih baik dari pada jajan di luar." Kata dokter.
Setelah mendapatkan semua jawaban dari pertanyaan nya, Verrel dan Akifa langsung pulang ke rumah. Tetapi di tengah jalan Akifa menginginkan sesuatu karena memang dari pagi dirinya belum sarapan.
"Kamu mau makan apa." Tanya Verrel.
"Makan apa ya, kamu mau makan apa, aku ikut dengan mu saja." Jawab Akifa.
__ADS_1
"Aku ingin makan yang bulat-bulat itu." Ucap Verrel.
"Bulat-bulat apa sayang." Tanya Akifa.
"Yang bulat-bulat itu, yang ada kuah nya." Jawab Verrel yang tidak tau nama makanan yang ia inginkan.
"Bakso." Tanya Akifa.
"Seperti nya iya, kita pernah makan saat jalan-jalan dulu." Jawab Verrel.
"Kalau bakso kita cari di pinggir jalan saja." Ucap Akifa sambil melihat-lihat ke arah jalan untuk mencari pedagang bakso.
"Itu sayang." Ucap Akifa.
"Sayang bukan nya aku tidak menghina atau tidak menghargai mereka, aku rasa kita lebih baik makan di restoran."
"Kenapa sayang seperti nya itu enak." Ucap Akifa.
"Sayang percaya dengan ku, kita makan di restoran saja ya." Kata Verrel.
"Kamu takut mereka tidak higienis." Tanya Akifa.
"Maaf sayang, aku hanya khawatir dengan kesehatan kamu." Jawab Verrel.
"Ya sudah aku ikut dengan kamu saja." Ucap Akifa.
Sementara itu Rico sudah tau jika Dylan masih selamat dalam kecelakaan yang ia perbuat beberapa minggu lalu, ia merasa sangat marah dan terus akan menghancurkan Dylan sampai Dylan benar-benar mati.
__ADS_1
"Kita lihat saja Dylan, kau akan segera mati, dan Lia akan kembali pada ku." Ucap Rico.