
Verrel Aleksander Efron
Tampan, kaya raya, memiliki tubuh yang indah, siapa yang tidak tertarik pada nya, Verrel terkenal dengan pria yang kurang baik dan suka berganti-ganti pasangan, bukan untuk di tiduri hanya menemani nya saat diri nya sedang minum atau merasa suntuk. Berbeda dengan ayah yang akur pada sepupu nya, Verrel sama sekali tidak akur dengan Dylan anak dari Vano dan Anggi, Verrel membenci Dylan karena orang yang sangat ia sukai malah memilih Dylan dari pada diri nya.
Akifa Naila
Gadis cantik yang sedang dalam titik terendah dalam hidup nya, ia merasa sudah tidak memiliki harapan untuk hidup lagi. Kehidupan nya mulai berubah ketika ia di selamat kan oleh pasangan Dylan dan Nelly, Akifa terpaksa menyetujui rencana keluarga Dylan karena sebagian balas budi nya kepada mereka.
Dylan melviano Efron.
Anak dari pasangan Vano dan Anggi, berbeda dengan Verrel sebenarnya Dylan tidak merasa pernah ada masalah dengan Verrel, Nelly memilih nya karena memang Nelly mencintai nya bukan karena hal yang di tuduhkan Verrel yaitu Dylan memperk*sa Nelly. Kesabaran nya menghadapi Verrel semakin menipis karena Verrel ingin menikah dengan Nelly secara paksa.
Alana Camela Efron.
Anak pasangan dari Fiona dan juga Adit, Alana memiliki sifat yang lembut dan baik, di rumah ini hanya dia dan Angel yang bisa menenangkan Verrel. ntah kenapa Verrel sangat menyayangi adik nya ini. Verrel akan menghabis siapa saja yang berani membuat adik sepupu nya ini mengeluarkan air mata.
Nelly amelia putri.
Pacar dari Dylan, Nelly bukan lah dari keluarga yang kaya raya, ia bertemu dengan Dylan dan Verrel saat kuliah di tempat yang sama. Mereka bertiga bersahabat dan terjebak dalam cinta segitiga, dengan kesungguhan hati Nelly memilih Dylan karena memang ia sudah jatuh hati pada Dylan sejak lama.
Happy Reading.
"Kau memilih nya dari pada diri ku." Tanya Verrel dengan emosi yang sudah sangat tinggi.
"Dia mencintai ku bukan diri mu, berhenti menganggu hubungan ku dengannya Verrel." Ujar Dylan.
"Diam kau, aku yakin dia memilih mu hanya karena kau sudah meniduri nya, kau sedang mengandung anak nya kan." Teriak Verrel.
__ADS_1
"Verrel." Nelly menampar wajah Verrel.
"Kau berani menamparku." Ucap Verrel dengan tangan nya yang siap melayang.
"Kakak." Teriak Alana sambil berlari dan memeluk Verrel dengan erat.
"Lepas Alana, kau tidak ada hubungannya dalam masalah ini." Ucap Verrel.
Dylan menarik Nelly bersama nya, Verrel benar-benar dalam emosi yang sangat tinggi. Verrel mewarisi bela diri yang di ajarkan Alvaro ayah nya, bahkan bisa di katakan Verrel satu tingkat lebih hebat di banding kan ayah nya.
"Tenang la, aku tidak akan membiarkan dia memukul mu." Ucap Dylan.
"Tapi dia akan menghabis mu." Kata Nelly.
"Itu tidak masalah."
"Alana jangan seperti anak kecil, lepas kan aku, aku tidak mau menyakiti mu."
"Kak Verrel membentak ku, aku benci kakak." Alana berlari menjauhi Verrel.
"Alana tunggu." Teriak Verrel.
"Masalah kita belum selesai." Verrel berlari mengejar Alana.
"Alana buka pintu nya, kakak salah maafkan kakak." Ucap Verrel.
"Tidak, aku benci kakak, aku butuh waktu sendiri." Terik Alana.
__ADS_1
"Oke kakak pergi, besok kamu harus sudah tidak marah pada kakak." Verrel pergi dari pintu kamar Alana.
Saat melewati kamar ayah dan bunda nya, Verrel mendengar suara yang membuat nya tersenyum. "Maaf ya, aku akan membalas mu." Ucap Verrel.
"Ayah bunda." Teriak Verrel sambil mengetuk pintu.
"Anak kurang ngajar." Ucap Alvaro yang sedang olahraga malam.
"Sudah sayang, aku sudah lelah. Verrel memanggil kita." Ujar Angel.
Alvaro langsung menghentikan aksi nya, Angel memakai pakaian nya kembali dengan lengkap berbeda dengan Alvaro yang hanya memakai celana boxer.
Alvaro langsung membuka pintu kamar nya dan langsung menarik tangan Varrel.
"Kau ya, kau punya dendam apa pada ayah mu." Alvaro mengunci Alvaro dengan kaki dan tangan nya.
"Ampun yah, sakit."
"Sakit kata mu." Tanya Alvaro.
"Tidak hanya bercanda." Verrel mengembalikan keadaan, sekarang giliran Alvaro yang di kunci oleh Verrel.
"Kau anak kurang ngajar." Teriak Alvaro.
"Verrel." Panggil Angel..
"Iya bunda." Verrel melepaskan Alvaro dan langsung berlari menghampiri bunda nya.
__ADS_1
"Lama-lama aku tidak memiliki harga diri di hadapan nya." Ucap Alvaro.