Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 185 S3


__ADS_3

Ntah kebetulan atau tidak Alana dan Rizky duduk secara berdampingan, mereka berdua sama-sama diam sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Rizky masih bingung dengan yang ia lihat kemarin saat Alana dan Adit berpelukan, ia curiga jika Alana duri dalam rumah tangga atasan nya.


"Istri pak Adit sangat cantik, apa mungkin pak Adit memiliki wanita lain, tapi bukan nya pelakor lebih menggoda." Batin Rizky.


"Aww perut ku." Ucap Rizky.


"Kenapa pak." Tanya Alana.


"Aku belum makan apapun." Jawab Rizky.


Alana membuka tas nya dan mengambil roti tas nya lalu memberikan nya pada Rizky.


"Ini pak ada roti." Ucap Alana.


"Ini milik mu, nanti juga ada makanan yang datang." Kata Rizky.


"Ya sudah jika tidak mau." Alana membuka roti itu dan berniat untuk memakannya.


"Hmmmm baik lah, aku mau." Ucap Rizky.


"Kecilkan pak rasa gengsi nya." Alana memberikan roti itu.


Setelah beberapa jam berlalu mereka akhirnya sampai di kota B, mereka berempat langsung menuju ke hotel untuk istirahat sejenak.


"Tiga kamar hotel kan pak." Tanya Alana.


"Dua, kau mau tidur bersama Rizky bukan." Ucap Adit.


Alana memicing kan mata nya pada Adit dan Fiona. Mereka berdua menahan tawa saat melihat ekspresi Alana yang menggemaskan.


"Aku setuju dua kamar lebih hemat." Ujar Rizky.


"Tidak tidak aku hanya bercanda, awas kalian berbuat apapun, jangan merusak kepercayaan ku pada kalian berdua." Kata Adit.

__ADS_1


"Maaf Pak Rizky yang mesum, kita tidak bisa satu kamar." Ucap Alana sambil melewati Rizky begitu saja.


"Istirahat lah, sore ini baru kita akan keluar." Ucap Adit.


Mereka semua masuk ke dalam masing-masing untuk beristirahat.


"Sayang tamu mu apa sudah pergi." Tanya Adit.


"Sudah kemarin." Jawab Fiona.


"Jleb." Adit melompat naik ke atas tubuh Fiona.


"Sayang." Fiona terkejut dengan apa yang di lakukan Adit.


Adit mencium bibir Fiona, tangan nya mulai bergerak membuka pakaian diri nya dan istri nya.


"Mamah papah." Teriak Alana.


Sontak Adit dan Fiona terkejut dan langsung masuk ke dalam selimut.


"Kenapa pintu nya tidak di kunci." Tanya balik Alana..


"Sudah keluar sana, apa kau mau melihat papah dan mamah mu membuat adik untuk mu." Ucap Adit.


Alana langsung berlari keluar dari kamar, sudah dua kali ia tidak sengaja melihat seseorang sedang berhubungan intim.


"Ahh sial." Ucap Alana yang ternyata.


"Ahhhkkkk." Teriak Alana dan Rizky secara bersama. Mereka berdua berteriak karena Rizky benar-benar sedang tidak mengenakan apapun, ia baru ingin mengganti pakaian nya.


Rizky berlari untuk menutup mulut Alana jika tidak orang lain akan mendengar teriakan Alana dan akan menjadi bumerang untuk mereka berdua.


"Bruk." Mereka berdua terjatuh ke atas kasur dengan Rizky berada di atas tubuh Alana.

__ADS_1


Mereka berdua diam dan saling menatap, tatapan yang benar-benar dalam.


"Lia." Dylan berlari masuk ke dalam kamar nya tapi tidak menemukan istri nya.


"Lia." Teriak Dylan.


Dylan berlari mencari Lia ke semua sudut rumah nya tetapi ia masih tidak menemukan istri nya.


"Lia dimana kamu, kenapa saat aku ingin mendengarkan penjelasan mu, kamu menghilang." Ucap Dylan.


Dylan kembali masuk ke dalam mobil nya tujuan nya saat ini hanya satu taman tempat pertama kali mereka bertemu.


"Lia, dimana kamu." Dylan melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.


Sesampainya di taman, Dylan langsung keluar dari mobil dan berlari mencari keberadaan istri nya. Setiap sudut tamam ia datangi dengan harapan dapat menemukan istri nya.


"Lia, dimana kamu, aku ingin mendengar semua nya Lia." Ucap Dylan.


"Wanita itu." Dylan berlari mendekati wanita yang sedang berdiri di halte bus pinggir jalan.


"Lia." Teriak Dylan.


Lia yang mendengar teriak kan dari Dylan langsung membalik tubuh nya. Dylan memeluk istri nya dengan sangat erat, ia bersyukur masih bisa bertemu lagi dengan istri nya.


"Jangan tinggal kan aku." Ucap Dylan.


"Kamu tidak marah pada ku." Tanya Lia.


"Aku belum mendengar penjelasan dari kamu, aku egois seharusnya aku mendengar penjelasan mu dulu." Jawab Dylan.


"Mas, awas." Lia mendorong Dylan.


Kaki nya melayang menendang pria yang membawa pisau, ia tau jika pria itu ingin menusuk Dylan.

__ADS_1


Pria itu terpental dengan pisau yang terlempar jauh, sebelum Dylan mendekati pria itu, ia sudah berlari terlebih dahulu.


"Lia kamu tidak papa." Tanya Dylan.


__ADS_2