
Satu bulan telah berlalu, banyak perubahan di keluarga Efron. Terutama Kenzo yang lebih bersemangat lagi membentuk tubuh nya. Selama satu bulan berolahraga dengan sangat giat tubuh nya sudah jauh berbeda dari sebelumnya. Perut nya juga sudah mulai berkotak-kotak seperti yang ia inginkan.
Bukan hanya itu ia merasa hidup nya jauh lebih baik dari pada sebelum, waktu nya benar-benar ia manfaat kan dengan sangat baik, dan sudah tidak ada lagi yang nama nya percobaan bunuh diri.
Sonia juga sudah sangat terbiasa menghadapi sifat suaminya yang selalu berubah-ubah, tetapi mulai ke sini Kenzo jarang sekali kumat, hal itu menunjukkan jika sonia memberikan pengaruh yang cukup besar pada kehidupan Kenzo.
Hubungan Kenzo dan Sonia tidak ada kemajuan atau kemunduran, Kenzo memperlakukan Sonia masih seperti pelayan nya, yang terkadang membuat Sonia sadar jika memang ia hanya di anggap pelayan di mata suaminya.
Itu semua hanya di lihat dari sudut pandang Sonia, karena sebenarnya Kenzo melakukan hal itu ingin selalu mendapatkan perhatian dari Sonia. Alias caper (cari perhatian). Diam-diam juga Kenzo selalu memperhatikan Sonia, bahkan ia pernah mengintip istri nya sendiri yang sedang berganti pakaian, tentu saja otak kotor nya itu karena ulah dari daddy nya Verrel.
Belakangan ini Kenzo sangat kesal karena Sonia selalu meminta izin untuk keluar. Awalnya Kenzo mengizinkan Sonia tapi karena terlalu sering membuat Kenzo takut jika Sonia benar-benar bermain pria di belakang nya.
"Tuan saya nanti harus pergi," ucap Sonia.
"Kemana, aku mau kau hari ini di kamar seharian penuh kecuali untuk memasak," kata Kenzo.
"Tapi tuan, saya benar-benar harus pergi, ini untuk yang terakhir kali nya, saya janji," ucap Sonia.
"Kau mau kemana si, aku tanya tidak pernah kau jawab, kau mau selingkuh dari ku," tanya Kenzo.
"Tidak tuan, sudah pernah saya katakan jika saya tidak pernah berani selingkuh dari anda, tunggu-tunggu apa tuan cemburu pada saya," kata Sonia.
"Pergi lah, jangan pernah berpikir kalau aku cemburu pada mu," ucap Kenzo.
Setelah Sonia pergi Kenzo diam-diam membawa kursi roda nya ke bagasi mobil, walaupun beberapa kali nyasar karena rumah nya terlalu besar akhirnya Kenzo sampai juga di bagasi rumah nya.
Beruntung Sonia juga baru pergi meninggalkan rumah itu, Kenzo di antar oleh supir yang memang mengenal diri nya pergi mengikuti Sonia, bayangkan saja ini pertama kali nya setelah 13 tahun lama nya Kenzo keluar dari rumah hanya demi seorang wanita.
"Aku dimana, kenapa negeri ini sudah jauh berbeda," ucap Kenzo yang malah tidak fokus karena semua nya terlihat jauh berbeda dari 13 tahun lalu.
"Tuan Kenzo, sudah sampai."
Kenzo melihat Sonia keluar dari mobil nya, ia benar-benar sayang marah melihat Sonia di sambut oleh pria tua yang Kenzo pikir selingkuhan Sonia.
__ADS_1
"Aku jauh lebih lebih dari pria tua itu, tapi kenapa Sonia malah selingkuh dengan pria itu, jika dia minta pasti aku mau melakukan nya," batin Kenzo.
"Kau keluar dan cari tau apa yang mereka lakukan di sana, jika mereka sedang enak-enak rekam dengan jelas," ucap Kenzo.
Tak lama supir yang ia perintah kan kembali lagi ke dalam mobil yang membuat Kenzo jengkel.
"Apa-apaan kau," ucap Kenzo.
"Maaf tuan Kenzo, menurut supir yang mengantar istri anda, Nona hanya belajar memijat di rumah temannya, tidak berbuat apa-apa."
"Ya sudah ayo kita pulang," ucap Kenzo.
Di rumah Verrel sangat panik saat ia tidak melihat Kenzo di dalam kamar nya. Semua orang di minta oleh Verrel untuk mencari Kenzo di setiap penjuru rumah. Tetapi Kenzo masih belum di temukan juga. Verrel menangis sesegukan sambil memeluk Kenzi, karena Kenzo tidak di temukan di dalam rumah.
"Kenzo," ucap Rizky.
Verrel yang melihat Kenzo datang langsung berlari mendekati Kenzo dan memeluk nya, air mata terus menetes karena ia benar-benar sangat takut kehilangan Kenzo.
"Kau dari mana, kau sangat membuat ku khawatir," ucap Verrel.
"Aku mencari udara segar dad, maaf membuat ku sekhawatir ini, aku sangat menyesal," kata Kenzo.
"Jika mommy mu tau kau sempat menghilang pasti daddy tidak akan di berikan jatah," ucap Verrel.
Mereka semua langsung bubar saat Verrel sudah berkata tentang jatah, sebenarnya Kenzi ingin sekali memeluk Kenzo, ia juga sangat khawatir dengan nya tetapi apa boleh buat Kenzo masih sangat marah pada nya.
"Jadi daddy bukan khawatir hanya takut tidak dapat jatah dari mommy," tanya Kenzo.
"Tidak kau salah paham, daddy benar-benar khawatir dengan ku," jawab Verrel.
Setelah membuat khawatir satu rumah, Kenzo masuk kedalam kamar nya, ia memikirkan kenapa Sonia belajar memijat.
Sonia telah siap kembali ke rumah, setelah kurang lebih satu bulan belajar memijat akhirnya ia dapat menguasai pijat refleksi. Sonia melihat Kenzo tenga tertidur dengan pulas, padahal Kenzo hanya berpura-pura tidur.
__ADS_1
Sonia tidak membuang kesempatan ini, ia mendekat Kenzo lalu menaikan celana Kenzo dan memberikan minyak Zaitun di ke dua kaki Kenzo.
Kenzo hanya sedikit mengintip karena ia sangat penasaran apa yang di lakukan istri nya. Hati Kenzo benar-benar terketuk saat melihat Sonia dengan lihai memijat kakinya. Walaupun ia tidak merasakan apapun Kenzo dapat melihat Sonia melakukan nya dengan sangat tulus.
Kenzo mempunyai ide gila, ia tau jika penyakit mental nya bisa membuat nya menjadi seperti anak kecil dan setelah itu ia tidak mengingat apapun yang ia lakukan. Kenzo bangun dari tidur nya dengan menjadi Kenzo anak 5 tahun.
"Huaaaahhhh," Kenzo pura-pura menguap sambil Mengecek-ngucek mata nya, khas anak kecil yang baru bangun tidur.
Sonia yakin suami nya sedang kumat dan masih melanjutkan pijatan nya.
"Tante pijat ya," ucap Sonia.
"Tante mandi," kata Kenzo.
"Nanti ya setelah tante siap memijat," ucap Sonia m
Kenzo hanya diam melihat Sonia memijat kaki nya, ia yakin setiap kali ia kumat pasti Sonia selalu melakukan hal ini walaupun ia belum merasakan perubahan di kedua kaki nya.
"Sudah ayo mandi," ucap Sonia.
Sonia membawa Kenzo masuk ke dalam mandi, dan mulai membuka satu persatu pakaian Kenzo.
"Tidak," ucap Kenzo saat Sonia ingin membuka ****** ***** nya.
"Kenapa sayang," tanya Sonia.
"Ehmmm tidak papa, ayo tante mandi bersama," ucap Kenzo.
"Tidak, tante sudah mandi," tolak Sonia.
Kenzo sangat kesal saat mendapat penolakan dari Sonia, ia berpura-pura ingin menangis agar Sonia mau bersama nya.
"Iya iya kita mandi bersama," ucap Sonia yang membuat Kenzo tersenyum dengan puas.
__ADS_1