
Setelah membereskan mantan istri nya Rakha. Vano pergi meninggal kan tempat itu, ia sudah lega menangani Alice yang pasti sudah takut dengan segala ancaman nya. Kalau tidak menghiraukan ancaman nya Vano pasti akan berbuat lebih pada nya.
"Hahaha aku sangat puas, aku berharap itu bukan cucu ku. Kalau cucu ku aku akan mengambil nya dan tidak akan membiarkan cucu ku di didik oleh nya," ucap Vano.
Kembali di rumah para wanita sedang senam bersama dengan suami mereka. Para suami tidak tahan melihat istri gemoy mereka senam sendirian.
"Sayang, perut ku," kata Sonia.
"Sayang kenapa, kamu kenapa," tanya Kenzo.
"Perut ku, akkk sakit sayang," jawab Sonia.
Dengan cepat Kenzo langsung membawa Sonia ke teras rumah, ia memberikan air minum Sonia agar tenang. Sebenarnya Kenzo sangat khawatir pada Sonia yang akhir-akhir ini sering merasakan sakit di perut nya.
"Kenzo bawa saja ke rumah sakit," ucap Kenzi.
"Kata dokter hal ini normal, kandungan Sonia memang sangat besar, mungkin anak ku di dalam sedang beradu," kata Kenzo.
"Apa bisa melahirkan sekarang," tanya Vero.
"Kata dokter jika di paksa melahirkan sekarang. Bayi ku akan Prematur," jawab Kenzo.
"Jika tidak berisiko aku tidak papa, tapi resiko nya sangat tinggi aku tidak mau anak ku terancam," kata Kenzo.
"Sudah tidak papa sayang, aku sudah tidak terlalu sakit lagi," ucap Sonia.
__ADS_1
"Kamu serius sayang, sudah ya kamu istirahat saja ya," kata Kenzo.
"Iya kamu istirahat saja Sonia, kami saja yang lanjut," ucap Karla.
Kenzo membawa Sonia ke dalam kamar. Ia benar-benar sangat takut terjadi sesuatu pada istri nya. Kenzo berharap bayi nya bisa bertahan 1 bulan lagi.
"Jangan kemana-mana sayang, kamu istirahat ya," kata Kenzo.
"Aku ingin mandi sayang gerah," ucap Sonia.
"Ayo mandi yuk dengan aku, mana tau aku bisa mengunjungi anak ku."
"Tidak sayang, tidak ada ya. Aku ingin berendam dengan mu, tapi tidak ada kunjungan lagi," kata Sonia.
"Iya iya sudah ayo kita berendam." Kenzo langsung membawa istri nya masuk ke dalam kamar mandi.
"Aduh aku menyesal melakukan hal ini dengan nya, kenapa dia sangat ganas sekali," kata Vivi.
"Eh eh eh kata kamu menyesal tidak ada kata menyesal, kamu tidak mau menjalankan kemajuan mu," tanya Rakha.
"Hehehe maafkan aku sayang, maafkan aku aku salah," jawab Vivi.
"Nah tidak menyesal?"
"Tidak sayang, maafkan aku, aku salah," kata Vivi.
__ADS_1
"Iya aku memaafkan mu, kamu mau mandi nanti saja lah. Aku masih ingin memeluk mu," ucap Rakha.
"Aku juga ingin memeluk suami ku sayang, tapi kalau kita berendam berdua di badhup seperti nya lebih menyenangkan," kata Vivi.
"Yayaya kamu benar, ayo kita berendam, sudah kamu jangan jalan aku saja yang menggendong mu," ucap Rakha.
"Sayang apa aku bisa langsung hamil seperti Anita," tanya Vivi.
"Seperti nya bisa, kalau kita rajin, terampil dan gembira," jawab Rakha.
"Apa lah yang kamu katakan, aku tau otak kamu sudah tertuju pada hal itu," kata Vivi.
"Ahkkkkk," teriak Vivi saat Rakha tiba-tiba menggendong nya.
Mata Rakha terbelalak saat melihat noda darah yang cukup banyak di atas kasur. Pantasan Vivi menangis saat ia berhasil membuka segel. Tetapi dengan noda darah itu Rakha sangat senang sekaligus bangga dengan demikian Vivi memang wanita baik-baik.
"Ahkkkk nyaman nya," ucap Vivi.
"Kamu sudah tidak malu lagi sayang," tanya Rakha sambil memijat pundak istrinya.
"Sebenarnya si malu, tapi sudah lah, kamu juga sudah melihat semuanya. Untuk apa aku malu lagi," jawab Vivi.
"Terima kasih setelah menjaganya untuk ku, amu sangat bersyukur memiliki mu. Aku sangat senang bisa mendapatkan apa yang pria lain inginkan. Tidak seperti mantan istri ku," kata Rakha.
"Ssstt jangan membandingkan ku dengannya, jangan mengatakan hal jelek tentang nya. Dengan demikian kamu merendahkan wanita, kamu hanya menilai seseorang dari keper*wanan nya. Kalau iya jangan begitu sayang," ucap Vivi.
__ADS_1
"Hehehe Maaf aku, sudah jangan membahas masa lalu, kita bahas masa depan kita saja," kata Rakha.
Maaf up sedikit ya, setelah ini mulai ke proses melahirkan, tidak ada masalah lagi dan segera tamat.