Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 195 S4


__ADS_3

"Selamat siang, apa ada tuan Verrel," tanya Rian.


"Ada di dalam, kau hmmm Rian," tanya Rakha.


"Iya saya Rian," jawab Rian.


"Ayo masuk akan aku panggil kan," kata Rakha yang memutuskan kembali masuk ke dalam rumah.


"Dia tampan sekali, aku baru pertama kali melihat nya," batin Vivi.


"Kalian yang menikah kemarin itu kan, bagaimana apa sudah isi," tanya Rakha.


"Belum lah, baru beberapa minggu," jawab Rian.


"Hahaha aku pikir langsung isi, tunggu di sini, aku akan memanggilkan paman," ucap Rakha dan pergi meninggalkan mereka bertiga.


"Dia tampan ya," kata Monica.


"Iya kak, dia sangat tampan," saut Vivi.


"Dasar betina melihat yang lebih tampan saja langsung berpaling," ucap Rian.


Rakha berjalan mendekati Verrel yang sedang berkumpul dengan yang lainnya, termasuk kakek nya yang langsung berpaling saat melihat kedatangan nya.


"Paman ada Rian," ucap Rakha.


"Oh dia sudah datang," kata Verrel.


"Dia siapa," tanya Alvaro.


"Sudah yah, ini urusan ku. Rakha bagaimana apa adik nya Rian cantik," tanya Verrel.


"Cantik," jawab Rakha.


"Hey kau sudah memiliki istri," ujar Dylan.


"Aku kan hanya menjawab saja," ucap Rakha.


"Menjawab dengan perasaan tidak," tanya Dylan.


"Tidak ayah, sudah aku ingin pulang."


"Pulang kemana, istri mu saja tida ada di rumah, bagus di sini," ucap Dylan.


"Tidak mau, aku selalu aja godain," kata Rakha dan pergi dari tempat itu.


"Kalian sudah datang, wah kalian seperti keluarga yang sangat bahagia," ucap Verrel.


"Paman bisa saja, bagaimana kabar paman?"

__ADS_1


"Sangat baik, bagaimana Vivi sudah mau menikah," tanya Verrel.


"Saya belum memiliki pacar tuan. Usia saya masih 18 tahun, belum banyak memikirkan tentang pernikahan," jawab Vivi.


"Hahaha saya hanya bertanya saja, mana tau sudah siap menikah," kata Verrel.


"Kalau ada pria yang mau dengan nya sudah aku nikahkan. Aku ingin dia ada yang membimbing nya," ujar Rian.


"Maaf Rian, sayang nya para keponakan ku sudah sold out," saut Verrel.


"Tadi pria tadi siapa, aku seperti kenal dengan nya," tanya Rian.


"Dia Rakha, dia keponakan ku juga dan sudah menikah," jawab Verrel.


Sementara itu sesampainya di rumah, Rakha langsung mengubungi istri nya. Sudah hampir satu hari Alice terbang dan seharusnya sudah sampai sejak beberapa jam lalu.


"Rakha kau tampak buru-buru," tanya Kenzi.


"Aku sedang menghubungi istri ku, tapi tidak aktif," jawab Rakha.


"Ya sudah sini lah, bergabung dengan ku. Aku sendiri di sini," kata Kenzi.


"Dimana istri mu, dan dimana Kenzo," tanya Rakha sambil duduk di samping Kenzi.


"Istri ku sedang tidur sedangkan Kenzo masih menjenguk anak nya," jawab Kenzi.


"Oh itu, hahaha sudah hamil juga."


"Aku tidak pernah mengunci pintu dan setiap malam, kalian mendengar nya," tanya Rakha.


"Hahaha sudah dua malam aku mendengar nya aku suka keluar untuk mengambil sesuatu. Kamar mu dekat tangga dan lift, pasti bukan hanya aku yang dengar, mungkin beberapa pelayan."


"Ahkkkk ini sangat memalukan, suara ku sangat keras lagi," ucap Rakha.


"Hahaha iya iya iya, kau tipe permainan kasar dan suara mu lebih dominan dari pada istri mu. Sama seperti ku, kita satu tipe," kata Kenzi.


"Ada kah begitu, tapi kau benar. Aku kira kau dan Kenzo yang sama."


"Tidak kami berbeda sampai ke sumsum tulang, hahaha dia sangat lembut sekali. Dia pria idaman setiap wanita lembut dan sangat setia," ucap Kenzi.


"Berbeda dengan mu mata buaya," kata Rakha.


"Aku rasa kau sama juga seperti ku, kau akan jadi mata buaya."


"Bagaimana kau mendapatkan nya?"


"Mendapatkan apa? aku tidak paham." Rakha mengambil minuman milik Kenzi untuk menyegarkan tenggorakan nya.


"Minuman ku bodoh," kata Kenzi.

__ADS_1


"Hahaha maaf maaf, apa yang kau maksud," tanya Rakha.


"Itu mendapatkan apa yang pria inginkan, di malam pertama," jawab Kenzi.


"Oh itu, kau jangan bilang siapa-siapa ya. Aku tidak mendapatkan nya, dia sudah bolong," kata Rakha.


"Apa, tapi alasan mu....


"Itu hanya alasan ku, aku memang di minta tanggung jawab oleh ayah nya. Tapi bukan karena itu," kata Rakha.


"Jadi kau tidak yang pertama," tanya Kenzi.


"Tidak, aku sangat kesal tapi aku sudah terlanjur menikah dengan nya. Aku juga mencintai nya jadi aku memutuskan untuk tidak mempermasalahkan hal itu," jawab Rakha.


"Kau mau bekas pria lain," tanya Kenzi.


"Ya mau bagaimana lagi, aku harus berpikir dewasa Lagi pula dia masih sangat nyaman. Aku rasa burung pertama nya kecil tidak seperti ku," jawab Rakha.


"Hahaha yang sabar ya, semua pasti ada hikmahnya, kau benar-benar pria yang baik."


"Aku pria yang baik, hahaha itu pasti. Eh kau kenal dengan wanita yang bersama dengan Rian," tanya Rakha.


"Hmmmm apa Vivi, dia mungil kan?"


"Iya dia mungil, dan sangat menggemaskan."


"Iya dia Vivi, dia adik nya Rian. Hey kau sudah menikah kenapa bertanya tentang wanita, baru saja aku katakan kau pria yang baik." kata Kenzi.


"Hahaha aku sedang mencari wanita untuk kakek ku, aku rasa dia masih cocok untuk menikah Dua masih gagah dan masih memerlukan wanita," ucap Rakha.


"Kau gila, kalau mau mencari kan wanita ya minimal usia nya 30 an, jangan masih belasan. Kasihan wanita nya," kata Kenzi.


"Hahaha aku ingin menyenangkan kakek ku, pasti di senang mendapatkan yang belasan tahun."


"Tidak akan senang, ya kalau dia mau menikah lagi Kau tau keluarga kita itu terkenal dengan kesetiaan nya. Kalau mau menikah lagi pasti nanti," kata Kenzi.


"Iya si, lagi pula aku dan kakek sedang tidak baik Kapan kakek mau memaafkan ku," ucap Rakha.


"Pasti akan memaafkan mu."


"Kalian membicarakan ku," tanya Kenzo yang datang dari arah tangga.


"Kau terlalu percaya diri, awal nya si kamu membicarakan mu, tapi tidak banyak," jawab Rakha.


"Siapa yang akan menikah lagi," tanya Kenzo.


"Kakek nya Rakha, dia masih pantas menikah lagu," jawab Kenzi.


"Sudah Rakha kau tidak perlu repot-repot mencari jodoh untuk nya. Jika dia sudah siap pasti akan mencari wanita sendiri. Sekarang ya harus kau pikirkan adalah kau sendiri, jangan biarkan istri mu terlalu sering bolak balik Indonesia Belanda."

__ADS_1


"Aku tidak bisa melarang nya. Kontraknya sampai akhir tahun. Dan aku sudah membuat perjanjian ia bisa pergi 3 kali dalam satu bulan, dan sekali pergi tidak boleh sampai lewat 4 hari," kata Rakha.


"Sulit memang, sabar saja ya. Aku mengatakan itu karena agar kau cepat punya anak," ucap Kenzo.


__ADS_2