Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 82 S4


__ADS_3

Ntah sudah berapa lama mereka berdua main air, rasa nya benar-benar sangat segar dan mereka berdua enggan naik ke atas. Rasa lapar yang mereka berdua rasakan sudah tidak ada lagi, hilang karena keasikan mereka berdua.


Karena keasikan itu juga, mereka berdua tidak sadar jika beberapa helikopter melintas tak jauh tempat mereka. Sebenarnya Kenzi sempat menyadari hal itu tetapi ia pikir suara itu hanya bermicik air yang berada di dekat nya.


"Anak kurang ngajar," ucap Verrel.


Ia sudah berjalan sangat lama untuk mencari ke dua anak nya. Tetapi saat menemukan ke dua anak nya, mereka berdua malah tampak asik bermain air seperti anak kecil. Verrel juga sangat bernafas lega karena Kenzi dan Kenzo baik-baik saja.


"Akan ku beri pelajaran mereka berdua," ucap Verrel.


"Dor dor," suara tembakan terdengar dan burung jatuh ke atas tanah.


"Apa itu Kenzo, seperti nya ada pemburu," tanya Kenzi.


"Seperti nya begitu," jawab Kenzo.


"Bagaimana ini Kenzo aku takut."


"Di sini kita hanya memiliki dua kemungkinan, jika pemburu itu baik kita akan di selamatkan dan jika pemburu itu jahat atau tidak baik kita akan mati dan menjadi santapan mereka," kata Kenzo.


"Kau semakin membuat ku takut, aku tidak mau menjadi Kenzi guling."


"Kau kira aku mau menjadi Kenzo guling, sudah jangan takut serahkan semuanya pada ku," ucap Kenzo yang sebenarnya juga takut, tetapi ia mencoba untuk berani agar si manja tidak semakin ketakutan.


"Dor dor," beberapa tembakan kembali melesat kali ini, ke arah air yang tidak jauh mereka berdua.


"Kenzo aku tidak mau mati," Kenzi langsung memeluk Kenzo karena ia benar-benar sangat takut.


"Siapa dia sana," tanya Kenzo dengan sangat kuat.


"Kalian berdua naik atau aku akan memotong burung kalian," ucap seseorang yang tidak terlalu jauh dari mereka berdua.


"Aku merasa tidak aneh dengan suara itu," kata Kenzi.


"Cepat," teriak seseorang itu.


"Sudah cepat ayo naik dari pada burung kita hilang," ucap Kenzo.


Kenzi dan Kenzo langsung naik ke atas, sebelum itu Verrel sudah meminta anak buah nya berbalik badan karena saat ini ke dua anak nya sedang tidak memakai apapun.


"Milik kamu kecil, tidak bisa di buat sosis," ucap Kenzo.


"Angkat tangan kalian, kau bilang seperti itu kecil."


Lagi dan lagi Kenzo dan Kenzi menuruti perintah suara itu, yang tak lain adalah suara nya.

__ADS_1


"Ayah," rengek Kenzi karena ia tau itu suara ayah nya.


"Daddy," ucap Kenzo.


"Hahaha kau benar." Verrel berjalan keluar dari tempat persembunyian nya.


Kenzi dan Kenzo langsung berlari memeluk Verrel, Kenzi dan Kenzo tidak menyangka Verrel berhasil menemukan mereka berdua.


"Kalian berdua benar-benar nakal ya, kalian bukan nya mencari jalan keluar malah bermain air seperti anak kecil."


"Kami lelah dan lapar, jadi tidak malas bergerak lagi," ucap Kenzo.


"Sudah cepat pakai pakai lagi, kita pergi dari tempat ini sebelum pemburu datang ke tempat ini," kata Verrel.


Setelah memakai pakaian, mereka berdua langsung pergi meninggalkan tempat itu. Sebelum naik helikopter Verrel memberikan kabar pada Aldy dan yang lainnya jika Kenzo dan Kenzi telah di temukan.


"Kalian kenapa bisa kecelakaan," tanya Verrel.


"Nanti saja dad, kami jelaskan di rumah," jawab Kenzo..


Verrel langsung membawa Verrel pulang ke rumah, ia ingin ke dua anak nya langsung mendapatkan penanganan dari dokter. Kabar ketemu nya Kenzo dan Kenzi sudah sampai ke telinga Alvaro, ia yang berada di kantor langsung pulang ke rumah, tak lupa pula ia mengubungi dokter untuk datang ke rumah.


Sesampainya di rumah mereka di sambut banyak orang yang ikut dalam misi pendaratan. Sonia dan Karla baru tau jika suami mereka selama ini mengalami kecelakaan helikopter.


"Jangan menangis, maafkan aku. Aku membuat mu khawatir," ucap Kenzo.


"Aku tidak tau kamu kecelakaan, kakek dan ayah menutupi ini semua," kata Sonia.


"Ahh sakit, jangan kamu tekan," ucap Kenzi.


"Kamu terluka, itu pasti karena kamu berpikir untuk selingkuh dari ku," kata Karla.


"Sayang kamu tau dari mana," tanya Kenzi.


"Ahkkk kamu benar-benar berpikir seperti itu," rengek Karla.


"Hahaha jelas tidak sayang, sedikit pun aku tidak pernah berpikir seperti itu."


"Jangan percaya Karla, aku sebagai saksi nya," ujar Kenzo.


"Sudah sudah, kalian bersihkan diri lah. Dokter akan memeriksa kelian berdua," ucap Alvaro.


"Kamu merahasiakan ini pada ku," kata Akifa.


"Aku tidak ingin membuat siapapun khawatir, termasuk kamu. Dan lihat sekarang aku berhasil menemukan mereka, tanpa membuat kelian semua khawatir."

__ADS_1


"Verrel aku pulang dulu," ucap Aldy.


"Terima kasih, kalian telah banyak membantu ku. Jangan pulang, pakai saja pakaian ku, kita akan berpesta malam ini," kata Verrel.


"Hmmm baiklah, istri dan anak ku akan aku panggil datang," ucap Aldy.


Malam hari nya setelah melewati proses pemeriksaan mereka berdua tidak mengalami sesuatu yang fatal. Hanya beberapa luka kecil yang dapat sembuh dalam beberapa hari.


"Aku sangat lapar," ucap Kenzi dan langsung menyantap semua makanan di depan nya.


Untung saja Verrel sudah menyiapkan berbagai macam makanan dan minuman, ia membelinya dari luar untuk pesta karena telah berhasil menemukan Kenzi dan Kenzo.


"Ettt jangan kau minum ini," ucap Verrel.


"Kenapa dad, itu Axel saja minum," tanya Kenzi.


"Kau lupa, kau tidak bisa minum seperti ku," jawab Verrel.


"Ayah aku mau, sedikit saja," bujuk Kenzi.


"Tidak boleh, dulu aku mau mati karena minuman ini," ucap Verrel.


"Apa benar dad," tanya Kenzo.


"Untuk apa aku berbohong, aku kira kalian berdua bukan anak ku," jawab Verrel.


"Apa," ucap mereka berdua secara kompak.


"Apa itu yang membuat daddy dan mommy pernah mau berpisah," tanya Kenzi.


"Iya seperti itu lah, jadi jangan pernah minum ini, biarkan saja orang lain minum. Setiap orang memiliki kadar toleransi yang berbeda pada minuman beralkohol."


"Iya iya aku tidak akan meminum nya," kata Kenzi.


"Aku juga tidak akan meminum nya, aku pernah sekali meminum nya," ucap Kenzo.


"Oh iya Kenzo, kau tau tidak Identitas mu sudah terbongkar," kata Vero.


"Bagaimana bisa paman, aku tidak mau tampil ke publik."


"Sudah telat, kau sudah tersebar di media. Istri mu juga sudah masuk ke media."


"Bagaimana bisa paman, ah ini sangat tidak nyaman," tanya Kenzo.


"Ada seseorang yang menyebar kan berita tidak baik tentang mu, semua berita tidak benar dan kami sudah terpaksa meminta Sonia untuk mengklarifikasi semua nya sebelum kau datang," jawab Vero.

__ADS_1


__ADS_2