
"Hay jaga nada bicara mu, dia orang tua ku, apa kau tidak bisa menghargai orang tua ku."
"Jika ingin di hargai, setidaknya harga seseorang terlebih dahulu, dia orang tua tapi tingkah laku nya tidak seperti orang tua, kau marah pada ku karena menurut mu aku bertindak kasar pada orang tua mu, bagaimana dengan ku orang tua mu setara terang-terangan menghina istri ku, apa aku bisa diam saja." Ucap Verrel.
"Dasar orang kota tidak memiliki sopan santun." Ucap Ibu penjual makanan.
Verrel yang emosi nya naik, langsung menendang dan merusak warung kecil itu tanpa tersisa, bahkan anak dari pemilik warung tak luput dari amukan nya.
"Kalian tau, aku tak pernah mengampuni siapa pun yang berani mengusik keluarga ku, menghancurkan kalian sangat mudah bagi ku, kau sebagai orang tua sebaik nya kau sekolah kan mulut mu sebelum mulut itu yang menghancurkan mu." Verrel mengambil uang jutaan rupiah dan melempar kan ke depan mereka berdua.
Dengan emosi yang belum mereda Verrel masuk ke dalam rumah, Akifa sadar jika ada yang tidak beres dengan suami nya, Ia mendekati Verrel dan memeluk nya dengan erat. Perlahan nafas Verrel kembali terkontrol dan ia membalas pelukan itu.
"Ada apa dengan mu, siapa yang membuat mu marah." Tanya Akifa.
"Tidak papa, aku malas membahas nya." Jawab Verrel.
"Dengan mudah nya dia membuat ku tenang, dengan hanya memeluk ku, seperti bunda yang berusaha menenangkan ku." Batin Verrel.
"Mana makanan ku." Tanya Akifa sambil melepas kan peluk nya.
"Ini, aku ambil piring dulu." Jawab Verrel.
Mereka berdua makan bersama, walaupun hanya makanan sederhana ntah kenapa semua itu terasa nikmat. Tidak ada yang bersuara mereka berdua larut dalam pikiran masing-masing.
"Mas, kamu ada niat meninggal kan ku." Tanya Akifa.
__ADS_1
"Kenapa kau bertanya seperti itu, kau mau aku meninggal kan mu."
"Tidak, aku hanya takut saja. Aku ingin pernikahan ku satu untuk selama nya." Ucap Akifa.
"Begitu juga dengan ku, aku tidak mau mempermainkan pernikahan ku, sebisa mungkin ini pernikahan pertama dan terakhir ku, kita sudah melakukan hubungan suami istri cepat atau lambat kau akan mengandung anak ku, dan aku tidak akan meninggalkan mu." Ucap Verrel.
Hati Akifa terasa tenang ketika mendengar jawaban dari Verrel, ia yakin sebenarnya Verrel manusia yang baik, hanya saja suami nya belum bisa mengendalikan emosi nya.
Setelah selesai makan, Akifa kembali merebahkan diri nya ke atas kasur yang sudah bersih karena Akifa sudah mengganti seprai nya.
"Kenapa kau tersenyum, apa kau membayangkan saat suara mu memenuhi ruangan ini." Tanya Verrel.
"Hmmm, apa aku tidak dengar." Jawab Akifa.
"Apa perlu kita mengulang nya, agar kau bisa mengingat nya." Verrel kembali mendekati Akifa.
"Hahaha sakit, aku tidak percaya sakit jika sakit kenapa meracau tidak jelas, ah mas, ah enak, ah lagi, ahhh." Ejek Verrel.
"Mas, aku malu." Akifa menutup wajah nya.
"Kenapa kau malu, aku suami mu, kau tau aku sangat senang ketika keu seperti tadi. Itu sangat menggemaskan." Verrel memeluk Akifa.
"Jangan bilang kamu mau."
"Mau apa, tidak tidak aku tau milik mu sakit, jika aku melakukan nya lagi kau tidak akan bisa berjalan." Ucap Verrel.
__ADS_1
"Ya sudah aku mau tidur, lepas pelukan mu."
"Aku juga mau tidur." Verrel memejamkan mata nya dengan masih memeluk Akifa.
Sementara itu Angel dan yang lainnya merasa sedikit bingung karena Akifa dan Verrel belum menampakkan batang hidung mereka sedari malam.
Angel berusaha menghubungi mereka berdua tetapi tidak ada nomor yang aktif. "Tenang sayang, aku yakin anak mu sedang bersenang-senang, seperti kita pertama kali dulu." Ucap Alvaro.
"Maksud mu, mereka melakukan malam pertama." Tanya Angel.
"Sudah jelas, anak mu itu nafsuan, mana mungkin dia bisa menahan gadis cantik di dekat nya, ia hanya malu melakukan nya di rumah, jadi mereka pergi ke hotel atau Vila." Jawab Alvaro.
"Sama seperti ayah nya." Ucap Angel.
"Itu pasti, hehehe." Alvaro memeluk Angel.
Sore hari telah tiba, Verrel selalu lebih cepat bangun di bandingkan Akifa. "Kenapa aku jadi candu dengan tubuh mu." Batin Verrel.
"Akifa bangun lah." Verrel menggoyang kan tubuh Akifa.
Bukan nya bangun Akifa semakin memeluk erat tubuh Verrel, Ia merasa sangat nyaman berada di pelukan itu. Tangan Verrel mulai kembali nakal, ia membangun kan istri nya dengan cara tidak biasa.
Alhasil Akifa terbangun dari tidur nya karena ada yang bermain di tubuh nya. "Mas, aku ngantuk." Ucap Akifa.
"Bangun lah, kita harus pulang, nanti kita lanjut tidur di rumah."
__ADS_1
"Iya mas." Akifa bangun dari tidur nya.