
Selama di rumah sakit Vano di jaga oleh Anggi, Anggi menyiapkan semua keperluan yang di perlukan Vano. Dan tentu saja Vano merasa sangat bahagia saat mendapatkan pelayanan ekstra dari tunangan nya.
Seperti hari ini karena belum di perbolehkan mandi, dengan terpaksa Anggi membersikan tubuh Vano dengan mengelap nya dengan air hangat. Awal nya Anggi menolak nya karena merasa risih dan tidak enak tetapi dengan bujuk rayu Vano akhirnya Anggi bersedia melakukan keinginan Vano.
"Sayang, kunci pintu nya. Kamu mau ada yang melihat tubuh ku selain kamu." ucap Vano.
Karena yang di katakan Vano benar apa adanya, Anggi langsung berjalan menutup pintu kamar itu, tentu saja ia tidak rela jika tubuh orang yang ia cintai dapat di nikmati orang lain.
"Kenapa tidak di buka semua." tanya Vano.
"Tidak Vano, itu memalukan." jawab Anggi.
"Hahaha memalukan, kamu sudah melihat nya berulang kali dan bahkan sudah merasakan nya. Kenapa harus malu. Oh aku tau kamu takut tergoda oleh junior ku kan." ujar Vano.
"Tergoda aku tidak segampang itu." kata Anggi dan mulai membuka seluruh pakaian Vano.
Dengan perlahan ia mengelap tubuh Vano, dari bagian atas sampai bawa. Mata nya benar-benar ternodai apalagi ia melakukan ini pada pagi hari tentu saja junior Vano sedang on. Atau memang Vano sedang terangsang karena sentuhan Anggi.
Setelah semua nya siap dengan cepat Anggi menggantikan pakaian Vano dengan yang baru, tak lupa pula memberikan parfum ke tubuh Vano agar wangi.
Tak lupa pula Anggi kembali membuka pintu kamar itu takut jika ada orang yang lain yang ingin masuk.
"Sudah." Anggi memeluk Vano dengan erat.
"Sekarang kau semakin nakal ya." kata Vano.
"Hehehe, cepatlah sembuh." ucap Anggi.
"Naiklah, aku ingin memeluk mu." perintah Vano.
"Naik ke atas." tanya Anggi.
__ADS_1
"Iya sayang naik, aku ingin memeluk mu." jawab Vano.
Sesuai dengan yang di inginkan Vano, perlahan Anggi naik ke atas tempat tidur Vano dan Vano langsung memeluk Anggi dengan erat.
"Aku sayang kamu." Vano mencium wajah Anggi.
"Aku juga, aku sangat sayang kamu. Jangan seperti ini lagi. Kamu membuat ku khawatir." kata Anggi.
Vano membuka kancing atas baju Anggi sontak saja Anggi terkejut dengan apa yang di lakukan Vano.
"Jangan protes." ucap Vano.
Vano menarik tangan Anggi sampai tubuh Anggi tepat berada di depan nya, ia memasukan kepala nya kedalam baju Anggi, dan menikmati benda yang berada di dalam nya.
"Sayang, apa yang kau lakukan." Anggi berusaha tidak mengeluarkan suara nya.
Vano tidak menggubris ucapan Anggi, ia malah semakin mempermainkan benda itu.
Dan kejadian itu berhenti seketika saat tiba-tiba Alvaro datang bersama Angel.
"Eheeemmm." Alvaro berdiri agak jauh dari Vano dan Anggi.
Sontak Vano terkejut dan keluar dari baju Anggi, Anggi juga langsung Merapi kan kembali pakaian nya.
"Alvaro." ucap Vano dengan nada yang kesal.
"Sedang apa van, sudah sembuh." tanya Alvaro.
"Kau kepo sekali, kenapa tidak mengetuk pintu dulu." jawab Vano.
Anggi langsung turun dari tempat tidur Vano dan langsung masuk kedalam kamar mandi karena sangat malu.
__ADS_1
"Hahaha kau ya, ingat kau sedang sakit sempat-sempat nya meminta jatah." kata Alvaro.
"Diam al, hanya sedikit." ucap Vano.
Angel hanya bisa menggelengkan kepala nya saat melihat perdebatan antara saudara sepupu itu.
"Makan buah kak Vano." tanya Angel.
"Kak? jangan memanggilnya kak. Dia adik sepupu ku panggil saja nama nya." kata Alvaro.
"Tapi usai nya jauh dari usia ku." ujar Angel.
"Tidak papa sayang, panggil saja nama nya, bukannya begitu van."
"Terserah saja, senyaman nya kakak ipar ku." kata Vano.
"Kamu dengar sayang, dia saja memanggil mu kakak ipar." ucap Alvaro.
"Mau buah van." tanya Angel.
"Kau ingin memotong kan ku buah." tanya Vano.
"Jika mau tentu aku potongkan." jawab Angel.
"Tidak tidak. Jangan sayang, biarkan saja pacar nya yang melayaninya." kata Alvaro.
Sementara itu di depan lain, Sonia sedang merasa tidak tenang, ia benar-benar melakukan kesalahan besar karena telah mengusik keluarga Efron.
Ia tidak tau jika Vano keturunan keluarga Efron, ia baru mengetahui nya saat berita yang tersebar di tv jika anak dari keluarga Efron mengalami kecelakaan. Dan dari ciri-ciri nya merujuk pada Vano.
Dan benar saja semua pekerjaan nya di boikot oleh orang yang tidak ia kenal, Sonia hanya bisa berada di dalam rumah nya, ia sedang berada dalam pencarian orang suruhan Vano, karena Vano telah mengirimkan orang untuk melacak keberadaan Sonia, ia benar-benar ingin menghancurkan Sonia
__ADS_1