Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 222 S4


__ADS_3

"Kau yakin tidak papa," tanya Vano.


"Tidak papa kek, oh iya apa pernikahan kakek dan Anita sama dengan ku," tanya Rakha.


"Aku tidak tau, kau kapan akan menikah. Kalau aku lebih cepat lebih enak, eh lebih baik," jawab Vano.


"Aku akan menggelar pesta, sudah pasti memerlukan waktu yang lama untuk mempersiapkan nya. Mungkin 2-3 minggu baru aku bisa menikahi nya," kata Rakha.


"Berarti kemungkinan besar aku akan menikah lebih dulu," ucap Vano.


"Yes nanti malam pertama nya, aku ingin melihat nya, aku ingin menguji kekuatan tempur kakek," kata Rakha.


"Kau ya, selalu saja bisa membuat ku marah, bisa biasanya kau mau mengintip malam pertama ku dengan nya," ucap Vano.


"Tidak papa kek, boleh ya," bujuk Rakha.


"Tidak ada kata mengintip, aku akan mencolok mata mu jika kau mengintip malam pertama ku," kata Vano.


"Hahaha iya iya, aku tidak mengintip kok, paling aku menguping," ucap Rakha.


Vano memilih diam dari pada menanggapi Rakha yang selalu membuat darah nya naik. Meskipun begitu ntah kenapa ia masih mau saja di perdaya oleh cucu nya lucknut nya ini.


"Kakek kenapa diam, kenapa tidak membalas candaan ku," tanya Rakha.


"Kau ingin ngelawak atau ingin berolahraga, sudah diam aku masih fokus," jawab Vano.


"Ahkkk kakek tidak asik lagi, ya sudah lah aku juga serius," kata Rakha.


"Oh iya istri mu sudah tau kalau kau sudah di sini," tanya Vano.


"Tidak tau, bagaimana mungkin dia tau semua nomor nya sudah aku blokir," jawab Rakha.


"Oh kau benar-benar sangat marah pada nya ya, hahaha bagus bagus aku suka dengan sikap mu yang seperti ini."


"Iya aku juga suka dengan kakek, ayo kita menikah," ucap Rakha.


"Anak ini ya, dasar lucknut," kata Vano.


"Hehehe maaf kakek ku, aku sangat menyayangi mu, jangan marah ya," ucap Rakha yang sadar jika Vano sudah mulai terbawa emosi.


"Hmmmm," gumam Vano.

__ADS_1


Setelah selesai berolahraga mereka langsung kembali ke kamar hotel. Rakha terus memeluk kakek nya yang masih ngambek pada nya, seperti nya bercandaan nya sudah membuat Vano pusing tujuan keliling.


"Kakek hmmm kalau aku bertemu dengan Alice bagaimana," tanya Rakha.


"Untuk kau bertemu dengan nya, aku si sudah tidak mau bertemu dengan wanita seperti itu," jawab Vano.


"Aku ingin minta jatah lah, kakek tau meskipun dia wanita seperti itu. Goyangan nya sangat luar biasa, aku saja pernah tidak bergerak sedikit pun, tapi dia benar-benar bisa memuaskan ku," kata Rakha.


"Otak mu harus aku cuci." Vano menarik Rakha ke kamar mandi dan langsung mengguyur Rakha dengan air mengalir.


"Hahaha aku tidak mungkin meminta jatah padanya kek, aku sudah tidak bernafsu dengan nya," kata Rakha.


"Bagus lah, sudah cepat mandi, kita akan pergi ke tempat teman ku," ucap Vano.


Alice sedang bersama dengan April, mereka berdua bertemu untuk menjalani pemotretan. Tetapi sebelum melakukan pemotretan tentu saja April ingin meminta jatah nya.


"Kau mau manjadi istri ku," tanya April.


"Tidak, hmmmm milik mu besar sekali, kau menambah ukuran nya," tanya Alice.


"Kamu pintar sayang, aku memang memperbesar nya," jawab April.


Dari kejauhan Rakha yang sudah berada dalam perjalanan melihat wanita yang tidak asing menurut nya.


"Anj*ng wanita itu benar-benar ******," ucap Rakha.


"Kau kenapa," tanya Vano.


"Itu kakek tidak lihat siapa yang sedang pemotretan dengan bikini," jawab Rakha.


"Hahaha istri mu, bisa bisa nya istri mu melakukan pemotretan dengan menggunakan bikini saja, dengan pria yang juga hanya memakai ******," kata Vano sambil tertawa dengan sangat puas.


"Kakek mengejek ku," tanya Rakha.


"Hahaha aku tidak mengejek mu, aku hanya mengatakan apa yang aku lihat. Aku pria yang sudah berbulan-bulam tidak berhubungan sama sekali tidak bernafsu dengan istri mu itu," jawab Vano.


"Sudah cepat kek, melihat nya seperti itu membuat harga diri ku hancur, bisa-bisa nya aku menikah dengan wanita seperti itu," ucap Rakha.


"Hahaha kau tau ada yang lebih seru dari lawakan mu. Bagaimana kau datang di sana dan bertepuk tangan sambil tertawa," kata Vano.


"Tidak mau aku tidak mau melakukan itu, aku malu mempunyai istri seperti itu," ucap Rakha.

__ADS_1


"Lakukan lah, aku ingin sekali melihat ekspresi wajahnya, pasti dia sangat terkejut."


"Oke aku mau, tapi dari kejauhan saja, ketika dia sudah melihat wajah ku, kita langsung pergi. Jangan lama-lama di sana, aku sangat tidak suka," ucap Rakha.


"Iya iya, sudah cepat turun," kata Vano.


"Bagaimana aku mau turun kita masih berjalan, parkiran dulu mobil nya," ucap Rakha.


"Iya iya, tunggu ya, aku ingin mencari tempat parkir yang sangat bagus, aku benar-benar sangat senang saat ini."


Vano seperti sedang senang di atas penderitaan cucu nya. Ini memang pelajaran untuk rakha agar selalu mendengar ucapan orang tua. Sekarang Rakha harus menerima sesuatu yang telah ia perbuat.


Vano memikirkan mobil nya tidak jauh dari lokasi pemotretan. Ia mendapatkan tempat yang bagus untuk membuat pasangan ini bertemu dengan keadaan yang tidak baik-baik saja.


Rakha keluar dari dalam mobil. Ia duduk menyandar di mobil sampai Alice sadar akan kehadiran nya. Vano sangat tidak sabar melihat momen itu, tatapi setelah sekian lama Alice masih tidak sabar akan kehadiran mereka berdua.


"Lama sekali Rakha," ucap Vano.


"Dia saja tidak sadar akan kedatangan ku kok, sudah lah jangan menganggu nya," kata Rakha.


"Hahaha aku tidak mau begini saja, dia harus melihat mu," ucap Vano.


Vano meminta seseorang agar Alice peka dengan kedatangan Rakha. Ia benar-benar ingin melihat momen ini, momen yang sangat ia tunggu.


"Hey," ucap Alice saat seseorang menyentuh nya.


Dengan cepat orang itu memberitahu keberadaan Rakha. Alice benar-benar terkejut melihat Rakha yang sedang menatap nya. Kaki nya gemetar seketika, ia tidak tau apa yang harus ia lakukan saat ini. Mendekati Rakha atau pura-pura tidak tau dengan kedatangan Rakha.


"Rakha," ucap Alice.


Alice memutuskan untuk berjalan mendekati Rakha ia mengambil mantel bulu untuk menutupi tubuh nya.


"Alice kau mau kemana," tanya April.


"Diam lah, tunggu sebentar," jawab Alice.


"Sudah kek ayo kita pergi." Rakha ingin kembali masuk ke dalam mobil.


"No berbicara sedikit dengan nya," kata Vano.


"Kek aku tidak mau kek," ucap Rakha.

__ADS_1


__ADS_2