
Mereka semua pergi meninggalkan Kenzi dan Axel dengan keadaan tidak memakai apapun. Sebelum nya dokter khusus tempat itu sudah memberikan obat untuk mereka berdua agar luka yang mereka berdua alami tidak membusuk.
"Paman apa paman benar-benar ingin mengkebiri mereka berdua," tanya Rizky.
"Aku hanya mengancam mereka berdua, jika mereka berdua kita kebiri mereka tidak akan bisa melakukan hal itu lagi. Axel juga belum punya anak, tidak mungkin aku tega melakukan hal itu.
"Kau tukang selingkuh," ucap Axel.
"Coba bercermin pada diri mu sendiri," kata Kenzi.
"Ahkkkk aku malu," teriak Axel.
"Hahaha kenapa kau malu, kita sama-sama pria."
"Kenzi bagaimana kalau kita mati saja, aku tidak mungkin bisa hidup tanpa melakukan hal itu," ucap Axel.
"Kau benar, meskipun kita hidup, kita juga bukan manusia seutuhnya lagi," kata Kenzi.
"Tapi aku memang layak mendapatkan hukuman itu, aku sudah berhubungan dengan saudara ku sendiri dan lagi aku juga masih berpacaran ketika sudah menikah dengan Wilda, aku seperti bukan manusia. Perasaan Wilda pasti sangat hancur saat ini."
"Bagaimana dengan ku, banyak cobaan yang sudah aku lalui bersama dengan Karla, dari aku membuat nya sembuh, dia terkena kanker rahim, dia mengandung anak ku dalam kondisi sakit, terakhir saat dia tetap setia menunggu ku saat aku sedang koma. Dan sekarang apa yang aku lakukan pada nya, aku mengkhianati nya, aku memang pria terbodoh yang pernah ada."
"Kenapa penyesalan ini sangat menyakitkan, aku tidak pernah marah pada keluarga ku yang menghukum ku seperti ini, karena memang ini kesalahan ku. Jika aku di beri kesempatan satu kali lagi aku sangat ingin memperbaiki semua nya," ucap Axel.
"Apa jika kita benar-benar di kebiri kau akan tetap hidup dan mengejar istri mu," tanya Kenzi.
"Aku belum bisa menjawab nya, saat ini aku ingin duduk pegal sekali," jawab Axel.
"Kakek aku ingin duduk pegal," teriak Axel.
"Kau lihat bocah itu, walaupun aku sudah berulang kali menghukum nya dia tetap menganggap ku kakek nya, dan lihat wajah nya apa dia menyesal aku tidak tau, wajah nya sangat sulit di tebak," ucap Adit.
"Itulah sulit nya menjadi orang tua, bisa jadi apa yang mereka lakukan sekarang adalah dosa orang tua mereka dulu. Seperti Kenzi yang sama dengan ayah nya, dan Axel yang menjalin hubungan dengan Laura seperti Candra yang menyukai Rizky," kata Alvaro
__ADS_1
"Paman jangan bahas itu, hal itu sangat memalukan," ucap Rizky.
"Seperti nya begitu, kita lihat saja sampai besok pagi, apakah mereka berdua ada tanda-tanda penyesalan yang sangat berarti," kata Adit.
"Ahkkkk jangan junior ku, nyamuk bodoh," teriak Kenzi.
"Hahaha habiskan saja nyamuk, buat dia tidak bisa melakukan nya lagi," kata Axel.
"Ahkkkk sakit, nyamuk kurang ngajar," teriak Axel yang juga tekena gigitan nyamuk di anu nya.
"Hahaha goyang kan jangan sampai milik mu semakin bengkak," ucap Kenzi.
Orang yang di minta Adit untuk mencari Wilda sudah menemukan Wilda, mereka langsung menghubungi Adit untuk menanyakan apa yang harus mereka lakukan selanjutnya.
"Jaga tempat itu, aku akan ke sana malam ini juha," ucap Adit.
"Ayah aku saja yang ke sana, dia menantu ku, aku akan menyerahkan semua keputusan pada nya," kata Rizky.
"Pergi lah, aku akan mengirimkan alamatnya pada mu," ucap Adit.
"Papah," ucap Wilda.
"Wilda kau ada di sini, boleh papah masuk," tanya Rizky.
"Iya pah masuk saja," jawab Wilda.
Di dalam Rizky langsung mengatakan apa maksud kedatangan nya ke sini, meskipun ia tidak tega melihat Wilda yang benar-benar hancur saat ini.
"Bagaimana Wilda apa yang akan kau lakukan setelah ini, Axel sudah mendapatkan hukuman dari kami, semua keputusan ada di tangan mu."
"Aku belum bisa bertemu dengan nya pah, aku masih bingung harus mengambil keputusan apa. Jika kembali dengan nya aku sangat berat, aku sudah mengatakan hal ini berulang kali pada nya, tapi apa yang dia lakukan, dia tetap melakukan hal ini. Tapi untuk berpisah dengan nya itu juga hal yang sangat berat," kata Wilda.
"Begini saja, bagaimana jika kau berpikir dulu dengan tenang, terserah mau seberapa lama itu. Papah tidak akan memberitahu kan Axel dimana kau berada. Anggap saja ini hukuman batin untuk Axel, karena papah lihat dia sangat mencintai mu, walaupun perasaan cintanya terlambat datang."
__ADS_1
"Aku juga sedang berpikir seperti itu pah, aku akan ke Jepang besok pagi. Aku tidak tau sampai kapan aku di sana. Jika semua nya sudah membaik aku akan kembali dengan keputusan yang sudah final," ucap Wilda.
"Bagus, papah dukung itu. Kau tenang saja Axel pasti akan mendapatkan penderitaan akibat perbuatan nya. Kalau begitu papah pamit pergi dulu," kata Rizky.
"Iya pah, oh iya tolong jelaskan masalah ini pada daddy, aku tidak mau daddy melakukan hal yang tidak sesuai dengan keinginan ku," ucap Wilda.
"Iya Wilda, daddy mu menjadi urusan papah. Papah permisi." Rizky pergi meninggalkan kamar hotel Wilda.
Wilda sedikit lebih tenang setelah bertemu dengan Rizky, mertua nya sangat baik pada nya, andai saja Axel sama seperti papah sudah pasti hal seperti ini tidak mungkin akan terjadi.
Pagi hari nya Kenzi dan Axel heboh karena adik mereka berdua sudah bangun lebih dulu, hal itu membuat mereka berdua sangat malu, apalagi ada CCTV di ruangan ini.
"Ahkkk jangan bangun tidur lagi," ucap Axel.
"Kau kenapa bangun, aku sedang tidak memikirkan apapun, tidur lagi sana," kata Kenzi.
"Kenapa dia bangun ya," ucap Axel.
"Itu normal, apalagi aku belum menggunakan nya selama beberapa hari," kata Axel.
"Wow milik mu besar juga, tapi masih lebih besar milik ku," ucap Axel.
"Hey jangan kau lihat, aku buta kan nanti mata mu. Milik ku 22 cm," kata Kenzi.
"Kita hanya berbeda 2 cm, hahaha bagaimana apa istri mu menangis," tanya Axel.
"Ya jelas, dia menangis aku enak, hahaha aku sangat jahat, tapi memang enak," jawab Kenzi.
"Kenzi aku sudah memutuskan nya," ucap Axel.
"Apa itu," tanya Kenzi.
"Aku akan tetap mengejar istri ku, meskipun aku di kebiri aku tetap akan berusaha untuk mengejarnya. Aku tidak peduli apapun hasil nya nanti yang terpenting aku sudah berjuang."
__ADS_1
"Perkataan mu membuka otak ku, kau benar kita harus berjuang demi orang yang sangat kita cintai. Dan kita harus membuktikan pada istri kita kalau kita benar-benar menyesal telah melakukan kesalahan ini."