
"Sayang." Ucap Verrel dan terjatuh ke lantai.
Tubuh nya memang belum sehat seutuhnya, ia masih merasakan pusing di kepala nya, apalagi ia hanya makan siang tadi bersama Akifa dari sore sampai malam ia belum memakan apapun.
Akifa membalik badan nya, ia kembali turun tangga dan langsung membantu Verrel untuk bangkit.
"Kamu sakit." Tanya Akifa.
"Aku sakit karena kamu meninggalkan ku." Jawab Verrel.
"Kamu yang membuat ku pergi, sudah lah aku akan masak untuk mu." Ucap Akifa.
Verrel duduk di meja makan memperhatikan Akifa memasak sesuatu untuk nya, Akifa hanya memasak nasi goreng untuk Verrel karena hanya ada bumbu itu yang tersedia di kulkas, karena biasa jika ia masuk masuk langsung memetik di kebun.
"Sudah matang makan lah." Ucap Akifa.
Akifa masih bersikap dingin pada Verrel, walaupun begitu ia tetap menunggu Verrel selesai makan.
"Kamu tidak makan sayang." Tanya Verrel.
"Tidak aku sudah minum susu tadi." Jawab Akifa sambil asik bermain dengan hp nya.
"Siapa, kamu sedang apa." Tanya Verrel yang merasa terabaikan.
"Aldy mengajak ku ke pantai besok." Jawab Akifa.
__ADS_1
Mendengar hal itu membuat Verrel ingin menggagalkan rencana itu, mana mungkin ia rela membiarkan istri nya pergi dengan laki-laki lain.
Setelah Verrel selesai makan Akifa merapihkan semua nya, ketika semua nya sudah rapi kembali baru lah Akifa kembali masuk ke dalam kamar nya.
"Aku ingin tidur bersama mu." Ucap Verrel.
"Aku tidak mau, kamu bisa tidur di kamar yang lainnya." Tolak Akifa.
"Aku mohon, aku bisa tidur di sofa." Ucap Verrel.
Akifa membiarkan Verrel masuk ke dalam kamar nya, ia memberikan Verrel selimut dan bantal karena memang ia tidak mau satu ranjang dengan Verrel.
"Good night sayang." Verrel mematikan lampu dan langsung berjalan menuju sofa.
Tangan Verrel menyelinap masuk mengusap perut Akifa yang susah mulai membesar, ribuan kata maaf terus ia ucapkan di dalam batin nya, ia benar-benar daddy yang tidak bertanggung jawab, anak nya sendiri sempat tidak ia akui.
"Maafkan daddy sayang." Ucap Verrel dan ikut tertidur sambil memeluk Akifa.
Sebenarnya Akifa sadar jika Verrel pindah dan memeluk nya, ia membiarkan Verrel memeluk nya karena ia juga sangat menginginkan pelukan itu, dan seperti nya anak di dalam perut nya juga sangat merindukan daddy nya.
Pagi hari nya Akifa terbangun dari tidurnya, ia sudah berada di atas dada bidang Verrel yang masih terlelap. Ia melihat wajah Verrel sedikit pucat.
"Halo yah, maaf mengganggu apa sebelum ke sini suami ku sakit." Tanya Akifa.
"Iya Akifa, belakangan ini suami mu sering sekali sakit, lambung nya juga sedang bermasalah jangan sampai dia telat makan." Jelas Alvaro.
__ADS_1
"Akifa jangan tinggalkan aku, aku mohon jangan pergi." Gumam Verrel yang masih terlelap dengan tidur nya.
"Dia benar-benar sakit, bagaimana ini, apa rencana ku dan Aldy akan berhasil." Batin Akifa.
Akifa meminta pelayan untuk membuatkan bubur dan membeli obat untuk Verrel, karena lambung Verrel sedang bermasalah Akifa memilih membangunkan suami nya untuk sarapan pagi.
"Mas bangun, kamu makan dulu." Akifa menggoyang kan tubuh Verrel.
"Iya sayang." Verrel langsung duduk sambil mengumpulkan nyawa nya.
"Apa yang sakit." Tanya Akifa.
"Kepala ku pusing sekali, tubuh ku juga terasa sangat lemas." Jawab Verrel.
"Makan lah dulu, aku harus keluar sebentar." Ucap Akifa dan langsung meninggalkan Verrel.
Verrel hanya bisa diam melihat Akifa pergi, ia yakin Akifa pergi bersama Aldy ke pantai. "Apa dia benar-benar sangat membenci ku sampai aku tidak di perhatikan oleh nya." Batin Verrel.
"Ayo Verrel semangat Akifa hanya untuk mu, bukan untuk orang lain." Ucap Verrel.
"Bagaimana dengan keadaan suami mu." Tanya Aldy.
"Dia sedang sakit, ayo antar kan aku mencari obat untuk nya." Jawab Akifa.
"Kau masih sangat mencintai nya kan, kenapa tidak langsung menerima nya kembali." Tanya Aldy.
__ADS_1