
Sudah beberapa hari ini jihan menginap di apartemen kevin, dan sudah juga beberapa hari ini ntah kenapa jihan lebih sering memperhatikan kevin dari jauh. Kevin pun juga sering memberi perhatian lebih pada jihan ntah karena tanggung jawab nya atau kevin mempunyai rasa pada jihan hanya kevin dan author lah yang tau.
Cara jalan jihan juga sudah normal kembali, karena kevin tidak pernah menyentuh jihan lagi. Selama beberapa hari ini mereka berdua masih belum membahas masalah ini. Bagi kevin ini adalah masalah tanggung jawab nya ingin sekali ia menikah dengan jihan karena ia telah merusak sesuatu yang sangat berharga tetapi ia takut jihan menolak nya karena perbedaan usai mereka yang cukup jauh belum lagi status kevin yang hanya tangan kanan dari alex.
"Kak seperti nya kita lupakan semua yang telah berlalu." ucap jihan.
Ucapan jihan itu sukses membuat niat kevin hancur, ia menarik nafas dengan panjang dan berusaha tersenyum pada jihan sambil menganggukkan kepala nya.
"Baiklah, ayo saya antar kamu pulang." ucap kevin.
"Tidak perlu kak, aku bisa pulang sendiri. Jika kakak mengantarkan ku pulang kak alex akan mempertanyakan nya." tolak jihan.
"Ya sudah kamu hati-hati." ucap kevin.
Setelah kepergian jihan kevin masuk ke dalam kamarnya, baru saja jihan pergi sudah membuat hati nya gelisah. Ia merasa sepi di dalam apartemen nya sendiri. Biasa nya ada jihan yang selalu meminta bantuan pada nya.
"Seperti nya aku segera harus menikah." ucap kevin sambil memejamkan mata nya.
Sementara itu alex dan agnes hari ini sedang bersantai kolam renang rumah, mereka memilih menghabiskan waktu bersama agar ikatan cinta mereka berdua semakin kuat.
__ADS_1
"Sayang." ucap alex yang tenga tidur di paha mulus agnes.
"Ada apa." tanya agnes sambil mengusap wajah alex.
"Aku sudah mengembalikan perusahaan orang tua mu kembali." ucap alex.
"Terimakasih." ucap agnes dan mencium wajah alex.
"Dari bawah sini tubuh mu terlihat sangat seksi." ucap alex.
"Sayang, jangan seperti itu, kan kamu yang memaksa ku memakai pakaian seksi ini." ujar agnes.
"Oh iya orang tua ku ingin melihat ku apa boleh." tanya agnes.
"Kenapa bertanya, tentu saya boleh, aku juga ingin kenal lebih dekat dengan mereka." ucap alex.
"Apa kamu yakin dengan wajah dingin mu bisa dekat dengan orang tua ku." tanya agnes.
"Sebenarnya aku tidak yakin, aku juga tidak tau bagaimana bisa dekat dengan orang lain." jawab alex.
__ADS_1
"Cukup tunjukan senyuman indah mu." ucap agnes.
"Apa itu benar bisa membantu ku." tanya alex.
"Iya sayang, sekarang bawa aku masuk kedalam rumah, ini sudah terlalu dingin." ucap agnes.
"Kalau begitu kita olahraga dulu disini." ucap alex.
"Maksud mu melakukan itu di kolam renang." tanya agnes.
"Iya sayang." jawab alex sambil bangkit dari atas paha agnes.
"Sayang, kalau ada yang lihat bagaimana." tanya agnes.
"Rumah ini benar-benar sedang kosong hanya ada kita berdua di rumah ini, tidak ada yang melihat kita." ucap alex dan mulai mencium bibir agnes.
Agnes sama sekali tidak bisa menolak keinginan suami nya itu, mereka berdua melakukan nya di bawa sinar matahari dan sejuk nya udara luar rumah. Tanpa takut di ketahui orang lain.
Alex Menggendong tubuh agnes yang sudah lemas akibat ulah nya. Ia melakukan nya berkali-kali pada agnes. Sampai agnes tidak bisa bergerak karena sangat lemas.
__ADS_1
Setelah mereka berdua masuk kedalam kamar alex kembali menghubungi kevin untuk datang ke rumah nya. Karena ada hal yang ingin ia tanyakan.