
Sesampainya di rumah Rakha sedikit lusuh. Ia meminta Vivi untuk masuk ke dalam kamar nya sedangkan diri nya menemui Vano untuk menceritakan semua nya pada Vano. Ia yakin kakek nya memiliki solusi untuk masalah nya.
"Kakek," rengek Rakha sambil memeluk Vano.
"Kau sudah besar, masih saja merengek seperti ini," kata Vano.
"Aku ingin memberitahu hal penting untuk mu," ucap Rakha.
"Hahaha apa itu, kalau hal penting dari mu aku sangat pemasaran," tanya Vano..
"Kau akan mempunyai seorang cucu," jawab Rakha.
"Apa, Vivi hamil. Tapi bagaimana mungkin bisa, hanya dalam satu malam," tanya Vano.
"Tidak kek, anak dari mantan istri ku," jawab Rakha.
"Apa kenapa bisa terjadi, apa yang kau lakukan Rakha. Ini aneh," ucap Vano.
"Aneh bagaimana kek, aku rajin berhubungan dengan nya. Bahkan sehari dua kali, dan itu saat masa dia subur karena dia habis datang bulan," kata Rakha.
"Kau yakin itu anak mu," tanya Vano.
"Yakin tidak yakin si," jawab Rakha.
"Kau ini bagaimana si, yakin tidak dia anak mu," tanya Vano.
"Aku tidak tau kek, aku antara yakin dan tidak," jawab Rakha.
"Sudah jangan kau pikirkan, sekarang fokus saj pada istri mu. Masalah Alice aku yang akan mengurus nya, bicarakan dia melahirkan anak itu tapi aku akan membuat nya tidak akan bisa bergerak sedikitpun untuk menganggu mu. Mau bermain-main dengan ku ternyata," ucap Vano.
"Iya kek, aku masuk kedalam kamar dulu ya. Aku ingin membuat anak yang sesungguhnya," kata Rakha.
"Hahaha iya sana lah pergi," ucap Vano.
Rakha merasa lebih tenang jika ia bercerita masalah ini pada Vano. Kakek nya memang selalu bisa membuatnya lebih tenang.
__ADS_1
"Sayang ada apa," tanya Anita.
"Mantan istri nya Rakha hamil, Rakha pikir itu anak nya," jawab Vano.
"Jadi bagaimana," tanya Anita.
"Ya begitu lah. Tunggu saja bayi itu lahir dan kita akan tes DNA. Aku tidak akan membiarkan wanita itu mendekati keluarga Rakha. Sampai saja dia melakukan hal itu, akan aku pasti kan dia tidak akan hidup dengan tenang."
"Eh kamu sangat membenci nya ya," kata Anita.
"Iya amu sangat membencinya, aku tidak tau kenapa aku bisa sebenci ini pada nya. Mungkin karena perbuatan nya yang sangat menyebalkan. Dia juga membuat cucu ku menderita."
"Sabar sayang, sudah jangan marah-marah seperti ini lagi," kata Anita.
Rakha berjalan mendekati Vivi dengan otak yang kotor. Ia sadar jika malam ini adalah malam yang membahagiakan untuk nya, jadi ia tidak ingin menyianyiakan malam ini.
"Istri ku yang cantik, kamu sudah mandi," tanya Rakha.
"Sudah, kamu mandi sana."
"Harus sekarang mas," tanya Vivi.
"Iya lah harus sekarang, aku sudah menunggu momen ini, kenapa harus di tunda lagi," jawab Rakha.
"Kamu tidak mandi lagi mas," tanya Vivi.
Rakha tersenyum sambil mencium leher istri nya. Ia yakin Vivi sangat takut untuk melakukan nya, wanita berkelas memang seperti itu, bukan seperti mantan istri nya yang sangat mudah tidur dengan siapa saja.
Rakha membawa Vivi naik ke atas ranjang. Bibir nya mulai mencium leher dan wajah Vivi secara lembut. Kumis dan berewok tipis Rakha membuat Vivi kegelian.
"Sayang," ucap Vivi sambil menahan kepala Rakha.
"Ada apa," tanya Rakha
"Aku takut," jawab Vivi.
__ADS_1
"Hahaha untuk apa kamu takut sayang, ada aku di sini, jadi kami tenang saja ya. Aku pasti melakukan nya dengan lembut," kata Rakha.
"Kamu yakin sayang," tanya Vivi.
"Iya aku yakin. usia kamu berapa si, kenapa kamu seperti sangat takut seperti ini," tanya Rakha.
"18 tahun," jawab Vivi.
"Masih sangat muda, kita berbeda 7 tahun. Aku jadi tidak tega," kata Rakha.
"Hehehe sebenarnya aku tu belum siap untuk menikah, tapi karena kamu yang melamar ku siapa si yang tidak mau dengan mu," ucap Vivi.
"Kamu serius, aku bisa menunggu mu waktu itu," tanya Rakha.
"Aku bercanda, hahaha sudah pasti aku sudah siap untuk menikah. Aku hanya takut saja," jawab Vivi.
"Ya sudah nanti malam saja, kamu tenang dulu. Lagi pula ini juga belum malam sekali, aku keluar dulu ingin bertemu dengan Axel," kata Rakha.
"Terima kasih suami ku." Vivi bernafas lega karena Rekha memberi nya waktu untuk bernafas.
Di tempat lain. Kenzo dan istri nya sedang berkunjung ke rumah keluarga terpandang, siapa lagi bukan keluarga Vins. Kenzo baru berkenalan dengan Calvin dan Nila saat di rumah sakit tadi, ia berkunjung hanya untuk bertanya soal kehamilan anak kembar.
"Masuk," kata Calvin.
"Wah ini keluarga fenomenal itu," ucap Kenzo.
"Hahaha kau jangan begitu, kau juga berasal dari keluarga yang tak kalah besar," kata Calvin.
"Minggir," ucap Nathan yang lewat begitu saja.
"Siapa dia," tanya Kenzo.
"Saudara kembar istri ku, dia sedang aneh, aku malas berbicara dengan nya," jawab Calvin.
Author memasukan keluarga Vins karena cerita mereka akan segera rilis, tapi tidak tau kapan, masih menyelesaikan cerita ini 20 ribu kata lag😆
__ADS_1