
Angel masuk kedalam kamar nya, ia melihat Alvaro menatap nya dengan tatapan yang sama sekali tidak bisa ia artikan, tajam dan sangat dingin.
"Apakah ada yang bisa saya bantu tuan." tanya Angel.
Alvaro tidak menjawab pertanyaan dari Angel ia lebih memilih kembali memejamkan mata nya. Sebelumnya Alvaro tiba-tiba terbangun dari tidur nya, ia melihat seisi kamar nya dan tidak melihat keberadaan Angel.
"Apakah dia mengadu pada bunda." gumam Alvaro.
Saat Angel masuk kedalam kamar, Alvaro melihat pakaian sekolah di tangan Angel dan ia mengambil kesimpulan kalau Angel keluar kamar untuk mengambil pakaian bukan mengadu pada bunda nya.
Angel memasukkan pakaian sekolah nya kedalam lemari yang sudah berisi baju-baju pemberian ibu mertua nya. Setelah itu ia berjalan menuju sofa untuk beristirahat karena sofa adalah satu-satunya tempat ternyaman nya saat ini.
Jam menunjukkan pukul 2 dini hari, Angel terbangun dari tidur nya saat mendengar suara HP milik Alvaro yang terus berbunyi dengan keras. Ia bangkit dari sofa untuk membangun kan suami nya, Angel takut telfon itu penting sehingga ia berani membangun kan Alvaro.
"Tuan, HP anda berbunyi." ucap Angel yang berusaha membangun suaminya.
Bukan nya bangun Alvaro malah menutup wajahnya dengan selimut, ia tidak memperdulikan Angel yang berusaha membangunkannya.
"Tuan, HP anda berbunyi, siapa tau penting." ucap Angel yang masih tidak berputus asa.
"Angkat dan katakan aku sedang tidur." kata Alvaro.
Dengan perlahan Angel mengangkat panggilan itu, ia sempat membaca nama yang menelfon Alvaro.
"Elena." batin Angel.
"Halo sayang, kamu dimana. Kenapa susah kali aku hubungi. Aku sudah ada di depan Apartemen kamu." ucap Elena.
__ADS_1
"Ma..maaf nona, tuan Alvaro sedang tidur." kata Angel yang langsung yakin kalau yang menelfon suaminya adalah orang spesial Alvaro.
"Kau siapa, bangun kan sekarang pacar saya." perintah Elena.
"Tuan bangun, nona Elena mencari anda." ucap Angel.
Alvaro yang mendengar nama Elena langsung terbangun dari tidur nya, dan menarik HP nya dari tangan Angel.
"Halo sayang, maaf aku sedang tidur." ucap Alvaro.
"Kami dimana, dan siapa perempuan itu." tanya Elena.
"Aku sedang di rumah, perempuan ini lusa aku jelas pada mu." jawab Alvaro.
"Kenapa lusa, aku mau sekarang. Temui aku sekarang juga." ucap Elena.
"Tidak bisa sayang, aku sedang berada di rumah, kamu taukan bunda aku seperti apa." tolak Alvaro.
"Ko kamu gitu si, kamu mau apa. Aku turuti apa yang kamu mau, atau aku transfer sekarang." bujuk Alvaro.
"Hmmm, yasudah lusa. Sebenarnya ada sesuatu yang aku ingin kan." ucap Elena.
"Yasudah aku transfer sekarang ya, see you." kata Alvaro.
"See you, aku tunggu." ucap Elena.
Alvaro menarik nafas nya dengan pajang dan mentransfer uang untuk pacar nya. Ia harus rela memotong uang bulanan yang di berikan ayah nya untuk orang yang ia cintai. Alex memang memberikan uang Alvaro secara bulanan saja, tetapi nominal nya bukan lah sedikit, dalam satu bulan Alvaro dapat menghabiskan puluhan M hanya untuk berfoya-foya. Mau bagaimana lagi Alex tidak bisa menyalakan anak nya ia dulu juga seperti itu beda nya Alex sudah mengutus kantor sejak usia yang cukup mudah karena tuntutan kakek nya.
__ADS_1
"Kenapa masih disini, pergi." usir Alvaro.
"Iya tuan." ucap Angel.
"Oh iya, tadi Elena pacar saya. Jangan sampai Orang tua saya tau semua ini." ujar Alvaro.
"Baik tuan." kata Elena.
Pagi hari telah tiba setelah shalat subuh Angel berjalan keluar kamar untuk membantu mertua nya untuk masak. Agnes yang melihat Angel sedikit terkejut dan langsung membawa Angel duduk.
"Kenapa bangun pagi sekali." tanya Agnes.
"Tadi setelah shalat subuh, Angel tidak bisa tidur lagi mah. Dan sudah terbiasa langsung ke dapur." jawab Angel.
"Apa Alvaro berbuat kasar pada mu? apa yang ia lakukan pada mu? apa kamu mau pindah kamar untuk sementara waktu." tanya Agnes.
"Tidak mah, tidak ada yang mas Alvaro perbuatan ko, dan tidak perlu pindah kamar." jawab Angel.
"Semoga kamu kuat ya sayang, oh iya ini yang bulanan untuk kamu. Mamah langsung berikan saja pada mu. Jika mamah titip kan ke suami mu tidak akan sampai." ucap Agnes sambil memberikan kartu kredit.
"Untuk apa mah, Angel tidak memerlukan nya." tolak Angel.
"Jangan menolak nya, seharusnya ini kewajiban suami kamu, tapi dia saja belum bekerja. Untuk sementara waktu mamah yang akan memberi nya. Gunakan lah untuk keperluan sekolah atau pribadi mu." ucap Agnes.
"Terimakasih mah." kata Angel sambil memeluk Agnes.
Setelah membantu Agnes masak, Angel kembali masuk ke dalam kamar nya, ia menyiapkan air hangat di kamar mandi untuk suaminya setelah itu ia membangunkan Alvaro yang masih tertidur.
__ADS_1
"Tuan bangun, sudah pagi." ucap Angel.
Alvaro yang tidak sulit bangun pagi langsung terbangun dari tidur nya, ia bergerak dari ranjang dan langsung membuka semua pakaian nya tanpa memperdulikan Angel yang berada di samping nya. Karena itu sudah menjadi kebiasaan Alvaro, ia melakukan hal itu tanpa sadar dan akan sadar jika ia sudah berendam dalam air hangat.