
Malam ini hari dimana Kenzo akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan langka apa yang akan mereka ambil agar Kenzo cepat sembuh. Kenzo juga sangat bersemangat apalagi Novi akan datang malam ini menemani nya melakukan pemeriksaan.
Saat ini Kenzo sedang bersiap-siap, ini pertama kali nya ia memikirkan penampilan nya sebaik mungkin, parfum yang selama ini tidak pernah ia sentuh akhirnya mulai ia gunakan.
Sementara itu Kenzi sudah membawa Novi ke rumah nya. Ia dan Novi semakin dekat saja dan hubungan mereka sudah di ketahui oleh semua keluarga kecuali Kenzo sendiri.
Sebelum masuk ke dalam kamar Kenzo, sempat-sempat nya Novi memeluk Kenzi. Sebenarnya ia sudah lelah setiap hari harus bermain dengan Kenzo tetapi demi tidak menyakiti perasaan pacar nya Novi rela melakukan apapun.
"Aku sangat mencintaimu sayang," ucap Novi.
"Aku pun begitu nov, aku merasa kamu wanita terbaik yang pernah aku kenal."
Mereka berdua saling bertatapan, Kenzi mulai mendekati bibir Novi dan tak lama bibir mereka berdua bertemu. Kenzi memperdalam ciuman nya begitu juga dengan Novi yang dengan mahir membalas ciuman dari Kenzi.
Apa yang di lakukan mereka berdua di lihat oleh Kenzo, mata Kenzo memancar aura kemarahan, Kenzo membanting pintu kamar itu dan langsung menguncinya.
Kenzi dan Novi terkejut dan langsung melihat ke arah sumber suara.
"Kenzo," ucap Kenzi.
Kenzo membatin semua barang yang terletak di atas meja, dengan cepat kamar itu sudah hancur penuh dengan beling. Berbagai macam parfum yang baru ia pakai tadi ia lempar ke arah kaca dan dinding kamar nya.
"Aku membenci mu Kenzi," teriak Kenzo.
Kenzi yang mendengar semua nya dari luar, benar-benar sangat panik, ia berusaha masuk ke dalam kamar Kenzo tetapi tidak bisa karena di kunci dari dalam.
"Kenzo buka Kenzo, aku mohon semua bisa kita bicarakan baik-baik," teriak Kenzi.
Kenzi sudah tidak mendengar apapun dari kamar Kenzo, hal itu membuat Kenzi semakin panik.
"Sayang kamu pulang dulu ya, kita batalkan semua rencana hari ini," ucap Kenzi.
Kenzi berlari mencari kedua orang tua nya, ia benar-benar takut terjadi apa-apa lagi pada Kenzo. Ia masih belum paham kenapa Kenzo tiba-tiba marah pada nya.
__ADS_1
"Apa! kenapa bisa begini Kenzi, kau apakan kakak mu," ucap Verrel.
"Aku tidak melakukan apapun dad, ayo dad cepat," kata Kenzi.
Verrel, Kenzi dan Akifa langsung berlari menuju kamar Kenzo. Mereka sudah membawa kunci cadangan agar bisa masuk ke dalam kamar Kenzo.
Kamar Kenzo gelap gulita, karena tidak hati-hati dan terlalu terburu-buru Kenzi terkenal beling yang berserakan di lantai.
"Akkhhh," teriak Kenzi.
"Menyalah," ucap Verrel.
Semua lampu di kamar itu kembali menyala, AC dan yang lainnya juga normal kembali.
"Hati-hati banyak pecahan beling, kenapa dia sampai menghancurkan semua nya."
"Kenzo." Akifa berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
Dan benar saja di dalam sana, Kenzo sudah tergeletak di bawa lantai dengan air yang terus mengalir membawahi tubuh nya. Kepala Kenzo juga mengalirkan darah segera yang cukup banyak.
"Kenzo, kau kenapa sayang," ucap Verrel sambil memeluk Kenzo.
Ini ketiga kali nya Kenzo melakukan percobaan bunuh diri, Kenzo akan membenturkan kepala nya ke tembok. Tidak peduli dengan rasa sakit yang ia rasakan ia akan berhenti ketika tubuh nya sudah tidak kuat dan tak lama ia jatuh pingsan.
Tak lama dokter yang menangani Kenzo datang dan langsung memeriksa keadaan Kenzo. Dokter itu menggelengkan kapala nya saat memeriksa Kenzo.
"Kenapa dok," tanya Verrel.
"Benturan berkali-kali di kepala Kenzo membuat cidera di otaknya semakin parah."
Lagi dan lagi Verrel dan yang lainnya menerima fakta yang sangat menyakitkan. Baru saja mereka melihat Kenzo bangkit dari keterpurukan nya dan sekarang Kenzo malah semakin buruk.
Keesokan harinya Kenzo tersadar dari pingsan nya, saat melihat Kenzi di samping nya Kenzo langsung memukul dan mendorong Kenzi sampai Kenzi terjatuh dari tempat tidur.
__ADS_1
"Pergi kau Bajingan, aku membenci mu kau bukan adik ku," teriak Kenzo.
"Kenzo," Verrel memeluk Kenzo agar Kenzo tenang.
"Dad aku membenci nya, dia jahat aku tidak suka dengan nya," ucap Kenzo.
"Iya iya daddy tau, Kenzi kau pergi dari sini, ayah akan berbicara dengan mu empat mata nanti," kata Verrel.
"Aku tidak mau di sini dad, kamar ku mana," ucap Kenzo.
Verrel memindahkan Kenzo masuk ke dalam kamar nya yang sudah rapi kembali. Di dalam saja Kenzo meminta di tinggal kan sendiri, Verrel pergi dari kamar Kenzo setelah dapat tau penyebab Kenzo sampai seperti itu.
Buk.. Buk.. Beberapa pukulan mendarat di tubuh Kenzi, Kenzi hanya diam menerima pukulan itu, ia yakin daddy nya pasti punya alasan yang kuat sampai harus memukul nya.
"Kenzi," teriak Verrel.
"Dad maaf dad, aku tau aku pasti salah, tapi katakan apa kesalahan ku."
"Kau berciuman dengan Novi tepat di depan Kenzo kau tau tidak, Kenzo suka dengan Novi," ucap Verrel.
"Apa! jadi selama ini Kenzo suka dengan pacar ku, maaf dad aku tidak tau itu, jika aku tau aku akan mengalah."
"Semua terlambat Kenzi, kakak mu sudah seperti dulu lagi. Hati nya benar-benar hancur saat ini, Kenzi aku benar-benar kecewa dengan mu."
"Aku memang pembawa sial, Kenzo kecelakaan karena menyelamatkan ku, dan sekarang dia sudah bangkit aku juga yang menghancurkan kan nya. Kenapa Kenzo kenapa kau menyelamatkan ku, biar aku saja yang mati Kenzo," ucap Kenzi sambil menangis.
Verrel tersadar jika ia juga sudah keterlaluan pada Kenzi. Verrel berjalan mendekati Kenzi dan langsung memeluk nya.
"Tidak kau bukan pembawa sial, kau anakku. Aku ku tidak ada pembawa sial," ucap Verrel.
"Tidak dad, aku benar-benar pembawa sial, aku tidak berguna dad."
"Berhenti berkata seperti itu, kau anak ku anak ku tidak ada yang tidak berguna. Aku yakin Kenzo pasti bisa sembuh kembali." Ucap Verrel.
__ADS_1
Setelah kejadian itu Kenzo kembali seperti dulu, bahkan lebih parah dari sebelumnya. Cidera di otak nya semakin memburuk yang membuat nya bisa berubah kapan saja. Terkadang jika kumat Kenzo bisa seperti anak kecil, dan terkadang juga Kenzo akan marah dan kasar pada siapapun yang mendekati nya.
Verrel dan Kenzi berharap ada seorang wanita yang bisa membangkitkan semangat Kenzo lagi.