Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 104


__ADS_3

Hari demi hari Vano dan Anggi semakin dekat. Vano tetap saja menggoda Anggi sampai Anggi terbiasa dengan itu. Malahan Anggi yang sering keceplosan memanggil sayang pada Vano. Hari ini adalah hari terakhir mereka liburan di kapal, setelah pemberhentian terakhir di salah satu pulau mereka akan langsung pulang ke rumah.


"Sayang apa kau masih belum ada rasa pada ku." tanya Vano.


Anggi hanya menggelengkan kepala nya tanpa melirik ke arah Vano, karena ia takut jika pandangan mereka bertemu Vano tau jika diri nya sedang berbohong, karena selama ini Anggi sudah memiliki perasaan lebih pada Vano. Hanya saja ia masih bingung dengan perasaan nya saat ini, ia masih melihat perjuangan Vano untuk mendapatkan hati nya.


"Sayang liat lah aku jika aku sedang berbicara pada mu." ucap Vano.


"Tidak ada Vano, seperti nya kau harus bekerja lebih keras lagi." kata Anggi.


Varo yang mendengar penjelasan dari Anggi hanya bisa menundukkan kepala nya. Ia berfikir memang sulit mendapat hati seorang yang ia cintai. Apalagi Anggi habis putus dengan pagar nya tentu saja dia masih memiliki trauma dengan laki-laki.


"Semangat lah, hanya ini perjuangan mu." ucap Anggi.


"Tidak, sebelum batas waktu habis aku akan tetap berjuang." kata Vano dengan semangat.


Anggi mendekati Vano, dengan cepat ia mencium pipi Vano setelah itu Anggi berlari menjauh dari Vano. Vano hanya mendapat kan ciuman spesial itu sangat terkejut, bibir nya tersenyum lebar sambil memegang bekas ciuman itu.


"Anggi tunggu aku." teraik Vano dan langsung berlari mengejar Anggi.


Sedangkan pasangan lainnya sedang duduk di bagian pinggir kapal, Alvaro dan Adit sedang mencoba untuk memancing walaupun sebelumnya mereka berdua belum pernah melakukan itu.


"Sayang, jika kamu berhasil mendapatkan satu ikan, ada hadiah spesial untuk mu." ucap Fiona.


"Apa hadiah itu." tanya Adit.


Fiona mendekati Adit dan membisikan sesuatu pada nya, yang membuat semangat Adit menjadi berlipat-lipat.


"Sayang, aku tidak mendapat kan hadiah spesial." tanya Alvaro.


"Tidak, jika kamu mendapat kan ikan. Aku yang akan memasak nya." jawab Angel.

__ADS_1


"Anggi tunggu." teriak Vano.


Anggi berlari mendekati Angel dan yang lainnya. Ia mengelilingi mereka agar tidak tertangkap oleh Vano.


"Kalian berdua berhenti lah." teriak Alvaro.


Mereka berdua langsung berhenti seketika saat melihat Alvaro marah.


"Bagaimana aku bisa mendapatkan ikan kalau kalian berdua sebersik ini." ucap Alvaro.


"Biasa aja al, ayo sayang kita masuk." Vano menghampiri Anggi dan mereka berdua langsung masuk kedalam kapal.


"Mereka berdua sedang di mabuk asmara." ujar Angel.


"Padahal aku sedang melihat drama yang sedang berlangsung. Kakak merusak semua nya." kata Fiona.


"Alvaro jika marah menyeramkan sekali ya." ucap Anggi.


"Kamu pernah membuat nya marah." tanya Anggi.


"Pernah, dulu aku pernah merusak laptop nya yang harga nya super mahal, di laptop itu banyak sekali data-data penting. Nah yang membuat nya marah aku malah tidak merasa bersalah dan mengatakan jika laptop itu terlalu jelek dan tua." jawab Vano.


"Terus apa yang dia lakukan pada mu." Tanya Anggi.


"Dia memukul wajah, perut dan bagian tubuh ku lainnya. Jika tidak ada Adit dan orang tua kami, sudah ntah menjadi apa aku. Kamu tau Alvaro menguasai beberapa bela diri dan dia dapat menyelesaikan nya dengan baik." jawab Anggi.


"Pantas saja, tapi dalam masalah itu kalian tidak bermusuhan kan." tanya Anggi.


"Kata siapa tidak, dia mendiamkan ku selama beberapa bulan. Padahal aku sudah meminta maaf pada nya. Untung saja saat hati ulang tahun nya dia mau maaf kan ku." jawab Vano.


"Cerita mu membuat ku lapar." ucap Anggi.

__ADS_1


"Aku ada beberapa makanan ringan." Vano berjalan mengambil makanan itu dan tak lama ia kembali.


"Kamu mau." Vano menyerah kan makanan itu.


Sementara itu Alvaro sedang berusaha menarik ikan yang sedang menyangkut di kail nya. Seperti nya ikan yang ia dapat kan cukup besar.


"Tarik sayang." Angel berdiri menyemangati Alvaro.


"Ayo al, cepat tarik jangan sampai lepas." kata Adit.


Baru beberapa detik Adit berkata, ikan itu benar-benar lepas dari kail. Yang membuat Vano terjengkang kebelakang.


"Ya lepas." kata mereka semua.


"Kalian terlalu berisik jadi aku tidak konsentrasi." ucap Alvaro.


"Itu kesalahan mu, semua orang kau marah karena berisik, ayo sayang biarkan dia mancing sendiri." Adit dan Fiona pergi meninggalkan Alvaro.


"Sayang kamu mau kemana." tanya Alvaro yang melihat Angel juga berjalan meninggalkannya.


"Mancing saja sendiri, kamu bilang kami terlalu berisik Angel berjalan meninggalkan Alvaro.


Alvaro membuang pancing nya dan berlari mengejar Angel, jika Angel sudah marah itu salah satu masalah besarnya.


"Sayang, kamu punya hutang pada ku." ucap Vano.


"Hutang apa." tanya Anggi.


"Hutang yang kemarin pas kamu belanja." jawab Vano.


"Dengan apa aku harus membayarnya." tanya Anggi.

__ADS_1


"Dengan itu." Vano menunjuk tubuh Anggi.


__ADS_2