
"Kamu janji mau melakukan pengobatan itu, jika ia aku akan memberikan jatah setiap hari."
"Ahh ini pilihan yang sangat sulit, aku suka jatah sangat suka, tapi aku takut menjalani pengobatan itu," kata Kenzo.
"Hanya segitu nyali kamu sayang, hanya menjalani pengobatan sayang, tidak akan sakit, percaya lah. Tidak akan terjadi apa-apa," ucap Sonia.
"Kamu selalu menemani ku saat pengobatan. Tidak meninggalkan ku, jika aku mati jangan menikah lagi."
"Aku akan selalu menemani suami ku, dan kamu tidak akan mati sayang," ucap Sonia.
Malam hari nya, Alvaro sudah merasa Kenzo harus tau apa yang akan ia lalui selama pengobatan. Percuma juga jika mereka menutupi semua nya dari Kenzo, toh pasti Kenzo kaan tau juga.
"Kenzo.. Hiks.. hiks.. hiks.. kenapa kau terus yang mengalami ini, kenapa tidak aku saja, Kenzo maaf Kenzo aku saudara yang tidak berguna," ucap Kenzi sambil memeluk Kenzo.
"Ada apa ini, aku kenapa, aku tidak papa. Hey jangan berkata seperti itu kau adik ku, yang seharusnya menderita memang aku," kata Kenzo.
"Kenzo kau harus operasi dalam waktu dekat," ucap Alvaro.
"Itu salah satu pengobatan ku kek, aku harus operasi kek," tanya Kenzo.
"Iya Kenzo, kau harus operasi, maaf Kenzo kakek tidak langsung memberitahu mu tadi," jawab Alvaro.
"Aku tidak mau dad, aku takut," ucap Kenzo.
"Tidak sayang, jangan takut ada daddy di sini, jangan takut." Verrel memeluk Kenzo untuk menenangkan nya.
"Aku takut mati dad, bagaimana jika operasi ku gagal, bagaimana jika aku melupakan kalian semua," ucap Kenzo.
"Tidak Kenzo, jangan berputus asa, yakin lah semuanya akan baik-baik saja."
"Sayang, kamu bisa jangan menyerah, ada kami di sini," ujar Sonia.
"Kau mau ya Kenzo," tanya Alvaro.
"Iya aku mau kek," jawab Kenzo.
"Kenzo aku akan selalu menemani mu, aku akan menunda pernikahan ku," ucap Kenzi.
"Tidak, untuk apa kau menunda pernikahan mu, kau akan tetap menikah tapi kau juga tetap menemani ku."
"Terima kasih Kenzo, kau memang terbaik," ucap Kenzi.
Setelah selesai membicarakan hal itu pada Kenzo, mereka semua istirahat ke kamar masing-masing. Alvaro juga langsung pulang ke rumah nya yang letaknya memang tidak terlalu jauh dari rumah Verrel.
Kenzi memejamkan mata nya membayangkan pernikahan nya dengan Karla, ada beberapa yang Kenzi takutkan, salah satu nya ia takut jika pernikahan nya tidak bahagia.
"Kenzi, boleh aku masuk," ucap Kenzo.
"Masuk Kenzo, tidak aku kunci," kata Kenzi.
__ADS_1
"Gelap sekali," ucap Kenzo sambil masuk ke dalam kamar Kenzi.
"Hehehe aku suka gelap, lebih nyaman untuk menghayal," kata Kenzi.
Kenzo naik ke atas kasur dan ikut merebahkan diri nya di atas kasur bersama Kenzi.
"Ada apa," tanya Kenzi.
"Tidak ada, kita sudah lama tidak menghabiskan waktu bersama." jawab Kenzo.
"Hahaha kau tidak meminta jatah istri mu?"
"Aku tidak mood, kasihan juga istri ku menerima rudal besar ku setiap hari," kata Kenzo.
"Kenzo dulu kita selalu ingin bersama, kita juga ingin menikah secara bersamaan, tapi semua itu juga hanya angan-angan kita belaka."
"Sudah jangan membahas hal itu, hal itu akan membuat ku merasa bersalah pada mu," kata Kenzo.
Malam itu mereka berdua menghabiskan malam itu bersama. Mengingat masa kecil mereka yang sangat bahagia sebelum kejadian buruk terjadi.
Pagi hari telah tiba, Kenzi dan Kenzo masih tidur dengan lelap, Verrel masuk ke dalam kamar Kenzi karena ia tau kakak adik itu sedang tidur bersama.
"Woy bangun," Verrel menjatuhkan diri nya ke atas ranjang.
"Daddy," Kenzo memeluk Verrel.
"Daddy aku libur ya," ucap Kenzi.
"Daddy aku bekerja ya," ucap Kenzo.
"Tidak kau harus istirahat, jangan banyak tingkah."
"Hahaha kita tertukar Kenzi, benar dad aku harus istirahat tadi malam Kenzi mengajak ku bergadang," kata Kenzo.
"Kalian membicarakan apa," tanya Verrel.
"Lusa aku akan langsung menikahi Karla dad, lebih cepat lebih baik. Agar aku bisa selalu menemani Kenzo," jawab Kenzi.
"Tidak masalah, kau mau pesta, atau pernikahan kecil-kecilan saja," tanya Verrel.
"Tidak mungkin pesta besar dad, bisa hancur nama keluarga kita jika mereka semua tau aku menikah dengan siapa. Sudah aku ingin seperti Kenzo saja," jawab Kenzi.
"Sudah bersiaplah beri contoh yang baik untuk karyawan kantor, jangan terlambat," kata Verrel.
Kenzo kembali masuk ke dalam kamar nya Karena Kenzi harus pergi ke kantor, hari-hari nya semakin terasa bosan karena ia hanya istirahat istirahat dan istirahat.
"Sayang jatah ku pagi ini," ucap Kenzo.
"Jatah apa sayang, bukan nya nanti malam," tanya Sonia sambil membereskan kamar nya.
__ADS_1
"Kamu jangan curang sayang, kemarin malam aku kan tidak dapat jatah, aku minta sekarang."
"No no jatah kemarin sudah hangus, sekarang kamu mandi kita akan sarapan bersama." ucap Sonia.
Di kantor Kenzi benar-benar masih mengingat Sakura, biasa nya ia sangat semangat bekerja karena ada Sakura yang membuat hari nya semakin berwarna. Sekarang bunga itu telah pergi meninggalkan nya.
"Fokus Kenzi, fokus dengan Karla."
Hari yang Kenzi tunggu telah tiba yaitu hari pernikahan Kenzi dengan Karla, saat ini Kenzi sedang menjemput Karla di rumah sakit. Ia harus membuat Karla secantik mungkin di hari bahagia ini.
"Karla sudah sembuh tuan," ucap Malik.
"Kau yakin dia sudah sembuh," tanya Kenzi.
"Iya tuan, tapi dia berubah seratus delapan puluh derajat dari sikap sebelum nya," jawab Malik.
"Maksud mu berubah bagaimana," tanya Kenzi.
"Anda bisa melihat nya sendiri, silakan masuk."
Kenzi masuk ke kamar Karla secara perlahan. Ia melihat Karla sedang membelakangi diri nya.
"Karla," panggil Kenzi.
Karla langsung memalingkan wajah nya dan tersenyum pada Kenzi. Kenzi terpanah dengan perubahan Karla yang semakin cantik.
"Kenzi," ucap Karla.
"Kenapa dia menjadi kalem begini," batin Kenzi.
"Kenzi datang menjemput Karla," tanya Karla.
"Iya sayang, ayo ikut Kenzi."
"Terima kasih Kenzi, Karla sangat senang bersama dengan Kenzi."
"Sayang kamu tidak pecicilan lagi, jadi ini sikap asli mu," tanya Kenzi.
"Sikap asli bagaimana Kenzi," tanya Karla.
"Tidak ada, Kenzi semakin sayang pada Karla."
Kenzi langsung membawa Karla pulang ke rumah, seisi rumah juga terkejut dengan perubahan Karla dari sebelumnya.
"Kau tepat memilih nya," ucap Dylan.
"Tentu paman, dia menjadi gadis yang sangat cantik dan kalem," kata Kenzi.
"Perkenalkan Karla aku Sonia, kita akan menjadi saudara," ucap Sonia.
__ADS_1
"Hay Sonia, senang berkenalan dengan mu, aku ingin lebih dekat dengan mu."
"Tentu Karla, kita akan selalu bersama dan pasti kita akan dekat," kata Sonia.