Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 330 S3


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu si kembar semakin aktif membuat daddy nya kerepotan, mulai sekarang Verrel sudah seperti makhluk nokturnal yang aktif di malam hari.


Kenzo dan Kenzi mengalami perubahan jam tidur setiap tengah malam mereka berdua akan terbangun dan menangis setelah itu mereka tidak akan tidur sampai menjelang subuh, Dan Verrel lah yang bertugas menemani ke dua anak nya, Akifa sudah terlalu lelah untuk menemani anak nya karena dari pagi sampai petang si kembar bersama Akifa sedangkan Verrel tertidur.


Seperti malam ini, Verrel sudah sangat mengantuk karena siang tadi ia tidak sempat tidur. Kenzo dan Kenzi masih betah memperlihatkan bola mata nya, terkadang mereka berdua tertawa seperti mempertahakan daddy nya.


"Sayang tidur lah daddy sudah sangat mengantuk," ucap Verrel.


"Hadeh percuma kau berbicara dengan mereka, mereka hanya tertawa mengejek ku." Verrel mengambil kopi agar mata ntar tetap terjaga.


"Lihat wajah kalian, sangat menggemaskan ini pipi atau bakpao sangat mengemaskan sayang," Verrel menciumi satu persatu wajah anak nya, bulu halus yang berada di wajah Verrel membuat anak nya tertawa dan semakin aktif.


Tiba-tiba Verrel merasakan kehangatan di sekitar paha nya dan benar saja Kenzo membuang air kecil tanpa memberitahu Verrel.


"Kenzo seperti nya kau mempunyai dendam khusus pada daddy mu," ucap Verrel.

__ADS_1


Verrel terpaksa mengganti celana nya yang basah terlebih dahulu, setelah itu baru la ia menggantikan popok Kenzo. Setelah Kenzo beres giliran Kenzi yang memancar aroma tidak sedap.


Ini adalah hal yang paling menjengkelkan bagi Verrel, membersihkan pup anak nya, pup mereka mulai memancar aroma tidak sedap yang membuat Verrel ingin muntah.


"Maaf ayah aku butuh bantuan mu," ucap Verrel, ia sama sekali tidak tega membangunkan Akifa, Akifa saja baru tertidur setelah memberikan kedua anak nya asih.


Verrel sedikit menjauhi Kenzi yang masih memperlihatkan wajah orang yang tidak bersalah, ia berulang kali menghubungi Alvaro dan setelah yang kesepuluh kali nya baru lah Alvaro mengangkat nya.


"Ayah aku butuh bantuan mu, ke kamarku sekarang juga," Verrel langsung mematikan nya sebelum ayah nya protes.


Mau tidak mau Alvaro berjalan keluar kamar nya dengan muka bantal, kamar Verrel berada paling ujung Alvaro harus melewati beberapa kamar baru lah ia sampai di kamar Verrel.


Di pertengahan jalan, mata Alvaro langsung terbuka secara sempurna saat mendengar jeritan seseorang wanita, ia tau persis itu suara siapa, apalagi para lelaki di rumah ini sedang berpuasa karena istri mereka baru saja melahirkan.


"Sayang pelan kan suara kamu sayang," ucap Dylan, yang sekian lama baru mendapatkan jatah nya kembali setelah Rakha dapat di pindah kan ke kamar nya sendiri.

__ADS_1


"Bagaimana aku tidak teriak sakit sekali," ucap Lia.


"Kenapa sulit sekali masuk nya, kenapa milik mu seperti pertama kali kita melakukan nya," tanya Dylan.


"Sakit sayang perlahan, kamu tidak sabaran," kata Lia yang benar-benar merasakan sakit.


"Tahan sayang, nanti kamu akan merasa enak," Ucap Dylan.


Alvaro benar-benar ingin memenggal kepala Verrel sekarang juga, ia datang ke kamar Verrel hanya di suruh untuk membersihkan pup Kenzi.


"Sabar yah, demi cucu mu, jangan membuat istri ku terbangun," ucap Verrel.


Mereka berdua pindah ke kemar sebelah kamar Kenzo dan Kenzi, Verrel membentang karpet bulu tebal untuk mereka berempat. Lantai kamar itu sudah di lapisi oleh karpet yang sangat tebal di tambah karpet bulu di atas nya yang membuat mereka tidak akan kedinginan.


Alvaro mulai melakukan tugas nya, yaitu membersihkan pup cucu nya sebelum kering. Sama seperti Verrel Alvaro sangat tidak suka dengan aroma pup Kenzi yang mulai beraroma tidak sedap.

__ADS_1


Setelah anak nya wangi dan bersih kembali baru lah Verrel kembali mendekati Kenzi dan mulai menciumi ke dua nya lagi. Mereka berempat bermain bersama sampai tanpa sadar mereka tertidur sampai pagi.


__ADS_2