
"Kau gila Mario, apa maksud mu," tanya Zack.
"Maksud ku, kau tidak tau maksud ku," tanya Mario.
"Kau mengkhianati ku Mario, kau bajingan Mario," teriak Zack.
"Jadi kau yang bekerja sama dengan keluarga Efron, kau brengsek, kau akan menerima akibat dari perbuatan mu Mario," ucap Marco.
"Oh iya, kau bisa apa sekarang. Nyawa mu berada di tangan ku," kata Mario.
"Dad perhatikan tangan mereka," ucap Kenzi.
"Ya aku tau, tapi aku tidak mungkin bisa menembak dengan jarak sejauh ini," kata Verrel.
"Lihat cara ku menembak dad," ucap Kenzi.
"Dor." Satu tembakan melesat mengarah ke tangan Marco yang sedang memegang senjata tajam.
"Ahkkkkk," teriak Marco.
"Hmmm kau mau bermain-main dengan kami," ucap Mario.
"Kenzi mau kita apakan mereka," tanya Mario.
"Bunuh saja, aku muak melihat nya, dan aku takut istri ku trauma saat melihat wajahnya," jawab Kenzi.
Sementara itu di kantor Kenzo dan Vero sedang berusaha mengambil alih Aldiron grup, mereka berdua benar-benar bekerja sama agar rencana ini berjalan dengan lancar.
"Atas nama siapa yah," tanya Vero.
"Karla," jawab Alvaro.
"Ayo cepat Vero, aku hampir selesai," kata Kenzo.
"Cih bagaimana mungkin kau lebih pintar dari ku," ucap Vero.
"Hahaha aku memang di takdir kan menjadi orang yang sangat pintar. Sudah lah ayo cepat, atau rencana kita tidak akan berhasil," kata Kenzo.
"Satu dua tiga," Kenzo dan Vero berhitung bersama, dengan cepat rencana mereka berdua berhasil.
"Finis," teriak mereka berdua.
"Sudah," tanya Alvaro.
"Sudah yah, lihat saham milik Marco sudah berubah nama menjadi milik Kak Karla," jawab Vero.
"Aku juga sudah memulihkan semua kekacauan yang aku buat kemarin, agar semua rekam bisnis mereka tidak lari," kata Kenzo.
__ADS_1
"Wah kalian berdua memang luar biasa, aku akan membelikan kalian berdua mobil sesuai janji ku," ucap Alvaro.
"Aku hanya ingin tetap bisa tidur bersama mu sambil memeluk mu yah, sampai aku menikah nanti," ucap Vero.
"Iya sayang itu pasti, kau sudah menjadi bagaian penting dalam hidup ku, aku sangat menyayanginya kelian berdua."
Verrel dan yang lainnya sudah kembali ke tempat mereka, mereka memenangkan pertempuran ini dengan sangat baik. Zack dan Mario serta pasukan nya sudah siap menjadi santapan hewan buas di hutan itu.
"Kita menang dad, kita menang," ucap Kenzi.
"Iya Kenzi, hak istri mu sudah kembali pada nya, aku yakin kakek mu dan yang lainnya juga sudah menyelesaikan tugas mereka." kata Verrel.
"Kita akan segera berpisah," ucap Mario.
"Ya begitu lah, tapi sebelum kita berpisah kau ikut dengan ku, kita akan pesta di rumah ku," kata Verrel.
"Aku butuh wanita, karena adik mu aku masih memendam nafsu ku sampai saat ini."
"Kau boleh membawa wanita mu, karena kami juga bersama para istri kami," kata Verrel.
"Aku tidak punya pacar atau istri, nasib duda," ucap Mario.
"Hahaha kalau begitu, cari istri paman," ujar Kenzi.
"Iya aku akan mencari istri, istri mu akan ku jadikan istri ku, kau mau," tanya Mario.
"Enak saya, istri ku sangat berharga untuk ku," jawab Kenzi.
Alvaro dan yang lainnya juga sudah pulang ke rumah untuk menyiapkan pesta kemenangan itu, sebelum itu Alvaro harus menidurkan anak nya untuk tidur siang seperti biasa nya. Otak pintar Vero tentu saja di dukung oleh gaya hidup Vero yang sangat terjaga dengan baik.
"Ayah aku ingin adik," ucap Vero.
"Hey kau ada-ada saja, mana mungkin bunda mu bisa hamil lagi," kata Alvaro.
"Hmmm apa benar, tapi ayah masih melakukan nya dengan bunda," tanya Vero.
"Sering bagaimana, kau saja selalu menganggu ku, aku hanya bisa melakukan nya saat kau pergi Vero," jawab Alvaro.
"Apa ayah menyesal telah mempunyai ku, aku selalu menganggu mu, aku selalu manja pada mu, aku selalu merepotkan mu," tanya Vero.
"Kau gila, aku dulu yang sangat menginginkan mu, dan untuk apa aku menyesal memiliki mu. Aku sangat mencintai mu Vero, mencintaimu sebagai anak ku. Kau kebanggaan ku Vero," jawab Alvaro.
"Hahaha aku sayang ayah," Vero mendusel di ketiak Alvaro.
"Kau sama dengan bunda mu, suka sekali berada di bawa ketiak ku, jangan menikah dulu, aku masih ingin selalu bersama mu lebih lama lagi."
"Iya ayah, aku tidak akan menikah sampai ayah mengizinkan ku menikah," kata Vero.
__ADS_1
Setelah Vero tertidur dengan lelap Alvaro bergabung bersama dengan yang lainnya untuk menyiapkan pesta kemenangan mereka.
Waktu terus berlalu Kenzi dan yang lain sudah mendarat dengan selamat, mereka semua langsung pulang ke rumah karena pesta sudah menunggu mereka semua.
"Ayo sayang saudara kembar mu akan datang," ucap Sonia.
"Aku lemas sayang, aku tidak ingin ikut pesta," kata Kenzo.
"Jadi bagaimana," tanya Sonia.
"Aku ingin bersama mu," Kenzo memeluk Sonia sambil membuka beberapa kancing baju milik istri nya.
"Sayang kamu mau apa," tanya Sonia.
"Aku mau kamu sayang, boleh ya. Ya walaupun aku lupa ingatan aku tidak bisa menahan burung ini memuntahkan mayones nya."
"Hmmm bagaimana ya, kamu sudah meminta izin dari dokter," tanya Sonia.
"Sudah sayang dokter mengizinkan ku," jawab Kenzo.
"Hmmm bagaimana lagi, aku mana mungkin bisa menolak rudal mu," ucap Sonia.
"Hahaha aku saja belum tau sebesar apa rudal ku, sampai kamu ketagihan seperti itu."
"Kenzo ayo adik mu sudah sampai," ucap Alvaro.
"Aku tidak ikut kek," teriak Kenzo
"Tidak ada alasan ayo ikut ke bawa atau aku akan membawa mu ke bawa secara paksa," ancam Alvaro.
"Ahh sial, aku belum melakukan apapun, ayo sayang kkta bergabung bersama mereka," ucap Kenzo.
Di lantai bawa mereka semua dengan senang menyambut kepulangan Kenzi dan yang lainnya.
"Kenzo, kau tidak menyambut ku," ucap Kenzi sambil mendekati Kenzo.
"Maaf adik ku, aku lupa kau akan pulang," Kenzo memeluk adik nya.
"Kau hebat adik ku, aku sangat bangga pada mu," Verrel memberikan kecupan di dahi Vero.
"Aku juga bangga pada mu, kau sangat hebat Vero," ujar Mario.
"Hahaha aku memang hebat paman," kata Vero.
"Anak dady juga sangat hebat, aku sangat bangga apa mu Kenzo," ucap Verrel.
"Terima kasih dad, kau tau aku sudah mulai mengingat mu."
__ADS_1
"Wah apa benar, aku sangat senang Kenzo. Nanti kita bicarakan lagi setelah acara ini selesai."
"Verrel adik mu di tolak oleh seorang wanita," bisik Alvaro.