Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 79 S4


__ADS_3

"Jam tangan ku," ucap Kenzi.


"Kau dalam keadaan seperti ini masih memikirkan jam tangan mu," tanya Kenzo.


"Kau bodoh jam tangan ku dilengkapi dengan GPS, belum lagi petunjuk arah agar kita bisa keluar dari sini," jawab Kenzi.


"Ya ya ya kau benar, mana jam tangan mu," tanya Kenzo.


"Rusak, lihat tidak mau hidup, mungkin terbentur benda keras tadi," jawab Kenzi..


"Lain kali jika membeli jam lihat kualitas nya, jangan karena kau suka langsung kau beli."


"Jadi kau menyalahkan ku," tanya Kenzi.


"Memang ini salah mu," jawab Kenzo.


"Salah kau bilang, kau sendiri tidak memakai jam tangan, dimana antisipasi mu."


Di dalam situasi seperti ini mereka berdua malah memperdebatkan hal yang sangat tidak penting, sampai tiba-tiba dengar kuat petir menyambar ke pohon yang tak jauh dari mereka.


"Ahhkkkkk," teriak mereka berdua dan langsung saling berpelukan.


"Kita tidak boleh berdebat dan satu lagi kita tidak boleh di bawa pohon," ucap Kenzo.


"Iya kau benar maafkan aku kak, aku durhaka pada mu," kata Kenzi.


"Kau aku maafkan jadi lah adik yang baik."


"Jadi selama ini aku tidak baik," tanya Kenzi.


"Eh maaf, sudah jangan berdebat lagi. Kita harus mencari tempat berlindung. Disini tidak aman, sebentar lagi akan turun hujan."


"Apakah di hutan ini ada goa kak, lebih baik kita berada di goa," kata Kenzi.


"Kau benar, ayo kita pergi dari sini," ucap Kenzo.


Mereka berdua terus bergerak mencari tempat berlindung, hal yang sangat mereka takutkan saat ini adalah hujan petir yang sangat berbahaya untuk mereka berdua.


"Aku rasa jalur ini pernah di lalui oleh seseorang," ucap Kenzo.


"Bagaimana kau bisa tau," tanya Kenzi.


"Lihat lah sekeliling mu, hutan ini belantara tetapi ada beberapa jalur, jika tidak ada orang di yang melewati tempat ini, pasti tidak ada jalur sedikit pun," jawab Kenzo.


"Menurut mu siapa yang lewat sini, apa hantu."

__ADS_1


"Kau benar-benar gila, mana mungkin hantu. Mungkin jika tidak pemburu, penduduk daerah sini, mungkin saja ada kampung yang letak nya cukup jauh dari sini." kata Kenzo.


"Jika pemburu kita akan mati, kita akan di makan oleh nya," ucap Kenzi.


"Jangan bodoh, hilangkan pikiran jelek mu. Ayo kita ikuti saja jalan ini, mana tau kita menemukan tempat untuk istirahat. Tidak mungkin pemburu tidak mempunyai tempat istirahat di hutan ini."


Sementara itu Alvaro dan yang lainnya masih berpikir bagaimana menyelesaikan masalah ini. Semua nya masalah datang secara tiba-tiba dan sangat cepat.


"Oke prioritas utama kita Kenzo dan Kenzi. Tadi aku sudah mengutus orang untuk mencari mereka, sekarang aku akan menambah pasukan. Jika Kenzo sudah ketemu kita bisa langsung membawa nya ke media untuk klarifikasi masalah ini."


"Aku setuju yah, aku juga sudah meminta ayah mertua ku untuk datang membantu kita," ujar Vero.


"Bagus Vero, aku suka dengan sikap mu."


Verrel sama sekali tida bisa berpikir karena ia sangat takut terjadi sesuatu pada anak nya. Ia sangat berharap Kenzo dan Kenzi baik-baik saja.


"Aku akan terjun langsung mencari mereka bersama dengan Mario," ucap Verrel.


"Itu lebih baik, dari pada kau terus bersedih."


"Dengar kasus kehilangan Kenzo dan Kenzi tidak ada yang boleh tau, media atau siapapun itu termasuk para istri kita di rumah," ucap Alvaro.


"Verrel aku, Rizky dan aldy akan membantu mu, mencari Kenzo dan Kenzi," kata Dylan.


"Maaf Verrel, aku hanya bisa membantu mu dari sini," kata Rizky.


"Iya aku mengerti," ucap Verrel.


Verrel dan Dylan langsung pulang ke rumah untuk bersiap-siap. Mereka berdua harus berakting agar para wanita di rumah tidak tau apa yang telah terjadi.


"Sayang aku harus pergi, bantu aku bersiap-siap," ucap Verrel.


"Kamu mau kemana sayang," tanya Akifa.


"Aku akan menyusul anak kita, permasalahan di perusahaan mu sangat berat," jawab Verrel.


"Ya sudah aku bantu bersiap-siap kamu mandi lah."


"Tidak perlu kamu panggilkan saja ke dua menantu kita, aku harus berbicara dengan mereka berdua," kata Verrel.


"Iya sayang." Akifa pergi meninggalkan kamar untuk memanggil Sonia dan juga Karla.


Mereka berdua tampak bingung saat ibu mertua meminta mereka untuk berkumpul. Perasaan mereka yang sadari tadi tidak enak, semakin menjadi-jadi.


"Ada apa mah," tanya Karla.

__ADS_1


"Mamah juga tidak tau, papah kalian yang ingin membicarakan hal ini," jawab Akifa.


Verrel dan Dylan sudah selesai bersiap, mereka berdua tinggal menunggu Aldy yang sedang dalam perjalanan.


"Jangan tegang, papah hanya ingin mengatakan jika permasalahan di Kantor sana sangat rumit jadi suami kalian akan sedikit lebih lama berada di sana. Jangan hubungin mereka karena memang tidak bisa, mereka tidak membawa hp untuk menyelesaikan masalah ini, agar musuh tidak tau jika mereka sedang berada di sana." Alvaro mengatakan hal ini setenang mungkin agar mereka semua tidak curiga.


"Iya pah, kami mengerti akan hal ini," ucap Sonia.


"Papah mau ke sana juga," tanya Karla.


"Iya papah akan ke sana, nanti akan papah sampaikan salam dari kalian berdua," jawan Verrel.


Setelah menjelaskan semua nya pada Sonia dan Karla mereka berdua langsung berangkat, Aldy juga sudah menunggu di luar rumah.


"Verrel maaf aku sedikit telat," kata Aldy.


"Tidak papa, kalian sudah siapkan," tanya Verrel.


"Sudah ayo kita berangkat. Semoga Kenzi dan Kenzo segera di temukan."


Verrel dan yang lainnya langsung pergi ke tempat mereka harus berkumpul dengan yang lainnya. Agar lebih cepat sampai sana mereka naik helikopter yang sudah di sediakan oleh Alvaro.


Sementara itu Kenzo dan Kenzi menemukan sejenis gubuk yang bersebelahan dengan mata air. Jika di lihat-lihat tempat ini tempat beristirahat oleh orang-orang yang melewati hutan belantara ini.


"Kenzo kita menemukan apa yang kau katakan tadi," kata Kenzi.


"Sudah aku bilang, pasti kita menemukan tempat untuk beristirahat," ucap Kenzo.


"Iya Kenzo, kita juga menemukan sumber air," kata Kenzi.


"Aku berharap mereka meninggal obor dan korek kayu," ucap Kenzo.


"Kau masuk ke dalam aku ingin minum dulu," kata Kenzi.


Kenzo berjalan masuk ke dalam gubuk kecil itu gubuk yang berdinding kan daun daun yang di bentuk sedemikian rupa, alas nya juga hanya daun kering untuk menghindari mereka bersentuhan dengan tanah.


"Kenapa semuanya sangat di permudah," batin Kenzo karena ia menemukan barang yang ia cari.


"Ahhhkkkk," teriak Kenzi.


Kenzo yang mendengar teriakan Kenzi langsung berlari untuk melihat kembaran nya itu. Betapa terkejutnya Kenzo saat melihat apa yang terjadi pada Kenzi.


"Kenzi," teriak Kenzo.


Maaf ya kalau banyak Typo author sibuk sekali sampai tidak bisa sempat koreksi.

__ADS_1


__ADS_2