
Tak lama mereka berempat sampai di suatu tempat yang menjual banyak sekali makanan, dari jajanan pasar khas Indonesia sampai makanan dari luar negeri.
"Verrel kau tau dari mana tempat seperti ini." Tanya Rizky.
"Aku tau dari mana, aku tau dari mana-mana." Jawab Verrel.
"Serius sayang, kamu tau dari mana, Rizky menanyakan dengan benar malah kamu menjawab dengan bercanda." Ujar Akifa.
"Aku sudah mencari-cari informasi di google, jadi aku tau. Lagi pula beberapa teman ku merekomendasikan tempat ini." Ucap Verrel.
"Oh, sayang ayo kita turun aku sudah ingin membeli semua nya." Kata Rizky.
"Membeli semua nya, kamu uang dari mana, dompet mu aku sita bukan." Tanya Alana.
"Sayang, kamu seperti itu sekarang pada ku." Ucap Rizky yang terlihat sangat sedih.
"Ayo sayang, kita pergi dulu, kita biarkan drama mereka berdua selesai dahulu." Kata Verrel.
Verrel dan Akifa turun dari mobil, membiarkan Rizky dan Alana yang masih berada di dalam mobil.
"Ya sudah kamu turun sendiri saja, aku di sini saja." Ucap Rizky.
"Sayang kamu marah pada ku, aku hanya bercanda." Kata Alana.
"Kamu terlihat sangat membenci ku, aku bisa apa. Sudah lah aku sangat pasrah, jaga anak kita baik-baik. Kita membuat nya bersama bukan otodidak."
"Sayang sudah ayo kita membeli semua yang kamu mau." Ucap Alana.
__ADS_1
"Tidak perlu, aku bisa menunggu di mobil saja. Aku tidak mau turun dari mobil dan hanya kamu marah-marah nanti nya, aku juga memiliki perasaan."
"Tidak sayang, aku sudah tidak marah pada ku, percaya lah." Ucap Alana.
"Apa bukti nya, kamu tidak marah pada ku." Tanya Rizky.
"Cup cup cup." Alana menghujani wajah Rizky dengan ciuman manis nya.
"Sayang kamu sudah tidak marah pada ku lagi." Tanya Rizky.
"Tidak, aku sudah melupakannya. Tapi kamu harus ingat aku tidak suka kamu berhubungan lagi dengan nya, jangan menemuinya tanpa sepengetahuan aku. Dan kamu harus jujur apa saja pada ku, tidak ada yang boleh kamu tutupi." Jawab Alana.
"Iya sayang aku janji, terimakasih." Rizky memeluk erat Alana.
"Akifa kamu tidak boleh makan, makanan pedas." Ucap Verrel.
"Aku ingin membeli apa ya, aku sangat ingin makan yang kamu makan itu, apa nama nya."
"Ini nama nya siomay, apa kamu tidak pernah memakan nya." Tanya Akifa.
"Tidak pernah sayang aku mau coba, tidak pedas bisa kan."
"Pak siomay nya satu lagi ya, tidak pedas untuk suami saya." Ucap Akifa.
Verrel sangat semangat saat siomay untuk nya sudah jadi, bentuk nya memang sedikit menjijikkan untuk nya, tapi saat melihat Akifa memakan nya membuat Verrel ingin segera mencoba nya.
"Ini ada beberapa sayuran, coba kamu ambil yang tahu dan bakso, itu sangat enak." Ucap Akifa.
__ADS_1
Verrel langsung memakan tahu dan bakso yang Akifa katakan. Dan benar saja rasa nya cukup enak dan Verrel cukup suka dengan makanan yang bernama siomay.
"Ini bumbu apa, mirip sate." Ucap Verrel.
"Sama-sama terbuat dari bambu kacang." Kata Akifa.
Rizky dan Alana belum menjatuhkan pilihan mau membeli makanan apa, mereka masih berjalan bergandengan mecari makanan yang menurut mereka enak.
"Sayang aku mau buah itu, wangi sekali." Ucap Alana.
"Itu tidak boleh sayang, itu buah durian tidak boleh untuk ibu hamil seperti mu." Kata Rizky.
"Kamu tau dari mana." Tanya Alana.
"Aku tau dari mana, dari buku yang Verrel pinjamkan, sebenarnya kamu boleh mencoba nya sedikit tapi aku tidak mau mengambil resiko."
"Kamu masih perhatian pada bayi kita."
"Ya jelas sayang, aku ayah nya sudah pasti aku perhatian pada nya." Ucap Rizky.
"Aku kira kamu sudah melupakan nya karena ingin membuat bayi bersama wanita lain." kata Alana.
"Sayang." Rizky memajukan bibir nya.
"Hehehe bercanda sayang, kita ke makanan Korea saja bagaimana."
"Bagaimana kita ke tempat makanan Indonesia dulu walaupun sederhana tapi terlihat sangat menggoda." Kata Rizky
__ADS_1