
"Apa benar kau di cetak di atas kapal." Tanya Rizky.
"Hahaha apa aku pernah berbohong. Papah ku selalu terbuka pada ku, sudah ayo aku sudah tidak sabar." Jawab Dylan.
Mereka langsung naik ke atas kapal. Dylan dan yang lainnya berjalan menuju ke ruang kemudi berbeda dengan Verrel yang malah menarik Akifa ke salah satu kamar.
"Sayang, ada apa." Tanya Akifa.
"Kamu lupa apa tujuan kita naik ke kapal, aku menghabiskan jutaan dolar hanya untuk menyewa kapal ini. Sayang jangan sia-sia kan uang ku.
"Cup." Akifa mengecup bibir Verrel.
Akifa naik ke atas ranjang dan pasrah dengan apa yang ingin suami nya lakukan pada nya.
Dylan membawa kapal itu dengan kecepatan penuh, yang membuat mereka semua bergoyang karena tabrakan antara kapal dengan ombak laut.
"Sayang." Akifa menahan tawa nya saat Verrel tidak bisa memasukkan milik nya karena kapal terlalu bergoyang.
"Dylan, pelan kan sedikit." Teriak Verrel.
"Apa Verrel berteriak." Tanya Rizky.
"Dia sedang bermain mana mungkin berteriak." Jawab Dylan.
"Sayang bantu aku." Ucap Verrel.
Rizky dan Candra keluar menikmati udara yang sangat sejuk, angin yang berhembus sangat kencang membuat suasana semakin menyenangkan.
__ADS_1
"Rizky, apa kau masih bisa berenang." Tanya Candra.
"Aku jago dalam berenang, apalagi dalam ranjang hahaha. Nanti saat kapal berhenti kita turun ke laut." Jawab Rizky.
"Sayang, dingin." Akan memeluk Rizky dari belakang.
Candra masuk ke kembali ke dalam kapal, ia berniat membuat sesuatu cemilan untuk mereka makan.
"Sayang bantu aku." Candra menarik tangan Desy.
Rizky membawa Alana ke ujung kapal, ia meminta Alana untuk merentang kan tangan nya kemudian diri nya memeluk Alana dari belakang.
"Sayang seperti sebuah Film." Ucap Alana.
"Iya aku tau, tapi aku lupa Film apa." Kata Rizky.
"Alana aku mencintaimu." Teriak Rizky.
Mereka berdua berbicara dengan sedikit berteriak karena angin yang begitu kenceng membuat pendengaran mereka sedikit terganggu.
"Alana nanti malam kau harus bermain di atas." Teriak Rizky.
"Sayang, kita belum boleh melakukan nya." Alana juga berteriak.
"Aku sangat menginginkan nya, aku tidak mau tau. Aturan di buat untuk di langgar." Teriak Rizky yang membuat mereka berdua tertawa.
Di tengah lautan yang sangat luas Dylan menghentikan kapal nya, mereka semua keluar dari dalam kapal untuk melihat terbenamnya matahari.
__ADS_1
Verrel baru menyelesaikan ronde pertama nya, ia benar-benar merasa sangat puas karena mendapatkan sensasi yang sangat berbeda.
"Sayang ayo kita keluar aku ingin melihat matahari terbenam." Ucap Verrel.
"Bantu aku memakai pakaian ku." Kata Akifa yang sudah sangat lemas tak bertenaga.
Tak lama Verrel dan Akifa bergabung dengan yang lainnya. Mereka semua duduk di depan kapan menunggu tenggelam nya sang surya sambil menikmati makanan ringan.
"Eh bukan nya kita akan mancing, ayo cepat sebelum matahari tenggelam." Ucap Rizky.
"Iya kau benar." Candra langsung berlari masuk ke dalam mengambil perlahan pancing.
"Kalian saja aku tidak pandai memancing." Verrel lebih memilih memeluk istri nya sambil melihat teman-temannya memancing.
Saat matahari sudah hampir tenggelam umpan Rizky di makan oleh ikan yang seperti nya sangat besar. Dengan semangat Rizky menarik kail nya agar ikan cepat naik ke atas kapal, Alana pun berteriak menyemangati suami nya.
Setelah berjuang keras akhirnya ikan yang sangat besar berhasil naik ke atas kapal. Alana berteriak kesenangan dan Rizky langsung menunjukkan ikan yang ia dapat pada Verrel dan yang lainnya.
Tapi saat membalik tubuh nya ia malah menyaksikan semua orang sedang berciuman sangat panas di iringi dengan matahari yang semakin tenggelam. Geram, panas menjadi satu, Rizky langsung membanting ikan itu yang membuat Dylan dan yang lainnya terkejut.
"Kalian." Terik Rizky.
"Ada apa." Mereka melihat ke arah Rizky sejenak lalu kembali mencium istri mereka kembali.
Malam hari nya sesuai dengan keinginan Rizky. Mereka sedang mempersiapkan untuk acara bakar ikan hasil tangkapan dari Rizky. Ikan itu sangat besar cukup untuk mereka semua.
"Kau sangat hebat bisa menangkap ikan sebesar itu sendiri." Ucap Verrel.
__ADS_1
"Kalian malah berciuman di belakang ku."
"Kami hanya memanfaatkan waktu yang sangat romantis." Ujar Dylan.