Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 226 S4


__ADS_3

"Mas kenapa Rakha tidak jadi penyanyi saja," tanya Anita.


"Dia itu tidak cocok jadi penyanyi tapi jadi pelawak, setiap hari kalai tidak membuat ku marah tidak akan tenang hidup nya. Semua nya hal yang tidak penting selalu di pertanyaan kan oleh nya."


"Hahaha tapi kamu sayang kan dengan nya, jangan terlalu keras pada nya," kata Anita.


"Kalau masalah sayang sudah pasti sayang, siapa yang tidak sayang dengan cucu sendiri. Aku ingin yang terbaik untuk nya," ucap Vano.


"Kamu yang terbaik, nanti kalau kita punya anak, anak kita memanggil mu apa, ayah atau kakek," tanya Anita.


"Ya ayah lah, mana mungkin kakek, kasus nyabajan sama dengan Vero, Vero lahur saat orang tua mereka sudah lanjut usia," jawab Vano.


Malam hari nya, mereka sudah bersiap untuk pergi meninggalkan Belanda. Seharusnya Rakha harus menemui Alice dulu tapi karena waktu sudah mepet ia tidak jadi menemui Alice. Rakha memutuskan untuk menemui Alice saat surat perpisahan sudah turun.


"Bagaimana kau sudah siap," tanya Vano.


"Sudah semua, aku juga sudah membawa semua gitar-gitar ku," jawab Rakha.


"Kau banyak sekali membeli gitar, kau ingin jadi penyanyi," tanya Vano.


"Kalau ada kesempatan kenapa tidak, aku bodoh kenapa aku tidak mengasah bakat ini sejak lama," jawab Rakha.


"Itu lah kau, asik wanita saja yang kau kejar, sekarang menyesal bukan. Sudah aku katakan penyesalan datang...


"Di akhir kalau di awal pendaftaran nama nya, itu pun kalau di terima," potong Rakha.


"Hahaha kau sudah hafal kata-kata ku, kau resapi itu baik-baik jangan sampai ada penyesalan berikut nya."


"Iya kakek ku sayang. Kek kalau kita sudah sampai rumah hal apa yang kakek lakukan," tanya Rakha.


"Masuk rumah," jawab Vano.


"Anjay, punya kakek gini amat," ucap Rakha.


"Lah aku salah, sekarang aku tanya jika kau pulang hal pertama apa yang kau lakukan," tanya Vano.


"Iya benar sih masuk rumah tapi bukan hal seperti itu yang aku maksud," jawab Rakha.

__ADS_1


"Punya cucu bodoh sekali," ucap Vano.


"Sudah aku sudah kalah."


Rakha terkejut melihat banyak dari Vivi. Ia membaca pesan itu dan membalas sesingkat nya saja. Ia akan membuat Vivi jengkel ke pada nya dan akan mengejutkan Vivi dengan lamaran nya yang tiba-tiba. Vivi yang mendapat kan pesan singkat sangat bingung dengan Rakha, padahal di status wa nya penuh dengan Rakha yang sedang bernyanyi.


"Dia memang sengaja membuat ku marah," ucap Vivi.


Rakha terus membuat Vivi kesal dan tak lama nomor Vivi sudah tidak aktif lagi. Hal itu sedikit membuat Rakha takut tapi karena ini sudah rencana nya sejak awal, Rakha terus berfikir positif. Ia membayangkan betapa senangnya Vivi saat menerima lamaran dari nya.


"Aku pulang sayang," Vano mengirim kan pesan pada Anita sebelum pesawat nya lepas landas.


Di Indonesia Verrel sudah tau jika Rakha dan Vano sudah dalam perjalanan pulang. Rakha sudah mengatakan pada nya untuk menyiapkan semua keperluan lamaran ke apartemen Vivi. Sebagai paman yang baik Verrel langsung mengerahkan pasukan nya untuk mempersiapkan semuanya.


"Kenapa harus kam berdua dad," tanya Kenzo.


"Aku sedang sibuk pulau reklamasi ku. Ini juga sebagai ucap permintaan maaf kalian pada Rakha, karena kalian Rakha harus menikah dua kali," jawab Verrel.


"Sudah sudah jangan membahas nya aku nadi merasa bersalah, iya aku dan Kenzo akan mempersiapkan semuanya. Karena aku dan Kenzo tidak ada uang lebih kami minta uang daddy," ucap Kenzi.


"Iya masalah uang kau tenang saja," kata Verrel.


"Belikan aku makanan ya," ucap Sonia.


"Iya sayang kamu makam saja kerjaan nya, jangan Kemana-kemana tetap di rumah," kata Kenzo.


"Iya iya, paingan aku ghibah dengan Karla, ya kan Karla," ucap Sonia.


"Hahaha kau benar Sonia menghiba adalah sesuatu hal yang sangat menyenangkan," kata Karla.


Kenzo dan Kenzi hanya bisa menggelengkan kepala mereka. Setelah berpamitan mereka berdua langsung pergi ke mall terbesar di kota itu.


Sesampainya di mall mereka berdua terlebih dahulu ke toko perhiasan mewah. Kenzi seperti sudah terlatih untuk membeli berbagai macam perhiasan mewah. Hal itu memudahkan mereka berdua mencari perhiasan yang cocok untuk Vivi, apalagi Kenzi sudah mengenal karakter Vivi seperti apa.


"Aku rasa kalau warna putih kurang wow untuk Vivi. Vivi itu wanita yang kewanitaan sekali, sangat menunjukkan sisi wanita nya," kata Kenzi.


"Kalau merah bagaimana," tanya Kenzo.

__ADS_1


"Merah untuk tante-tante anak 18 tahun kau berikan perhiasan berwarna merah," jawab Kenzi.


"Mbak yang berwarna pink, seperti nya cocok dengan nya," kata Kenzi.


"Tunggu sebentar ya mas," ucap pelayan tokoh.


Tak lama pelayan tokoh tadi datang dengan membawa perhiasan yang Kenzi minta.


"Ini mas perhiasan yang ada," kata pelayan tokoh.


"Oh iya aku suka, bungkus saja," ucap Kenzi.


"Hey yang mau makai kau atau Vivi kenapa kau yang suka," tanya Kenzo.


"Hahaha aku saja suka apalagi Vivi sudah kau tenang saja lah," jawab Kenzi.


Mereka berdua telah selesai membeli perhiasan, langkah selanjutnya adalah membeli pakaian untuk Vivi. Kenzo membawa Kenzi ke butik tempat ia membeli pakaian untuk istri nya. Menurut Kenzo pakaian di butik itu tidak ada yang mengecewakan.


"Mbak saya pesan pakaian untuk lamaran anak 18 tahun, dia mungil dan sangat kewanitaan. Ukuran pakaian nya s," kata Kenzo.


"Bisa di tunggu tuan," ucap pelayan tokoh dan pergi mencari pakaian yang Kenzo minta.


"Kau tau dari mana ukuran nya s," tanya Kenzi.


"Ayah mengirimkan ku pesan," jawab Kenzo.


Hari ini mereka berdua berubah menjadi sepupu yang sangat baik untuk Rakha. Mempersiapkan semuanya dengan sangat sempurna agar Rakha tidak kecewa.


Pukul 2 Siang mereka berdua baru selesai membeli semua perlengkapan lamaran. Mereka berdua langsung pulang ke rumah karena sudah sangat lelah. Kenzo lupa jika istri nya meminta makanan pada nya. Sesampainya di rumah Kenzo dan Kenzi membawa semua nya ke kamar Rakha.


Kenzi memfoto semua nya dan mengirimkan pada Rakha, ia yakin saat Rakha transit nanti pasti Rakha akan melihat semua nya.


"Alamak aku ada yang terlupa," ucap Kenzo.


"Apa yang lupa, tapi sudah semua," tanya Kenzi


"Makanan untuk istri ku, dia meminta nya tadi tapi aku lupa membelinya," Kenzo.

__ADS_1


"Hahaha rasakan malam ini tidak ada jatah untuk mu." Kenzi meninggalkan Kenzo begitu saja.


__ADS_2