
Sesampainya di rumah Dylan langsung di bawa masuk oleh Verrell dan yang lainnya, kepergian mereka selama kurang lebih tiga hari membuahkan hasil. Mereka berhasil membawa Dylan pulang ke rumah.
Verrel tidak bisa membayangkan bagaimana jadi nya jika Dylan tidak di temukan sudah pasti Dylan akan menikah lagi dengan wanita lain.
"Dylan." Vano langsung memeluk anak nya itu.
Dylan yang tidak tau apa-apa hanya diam, tanpa membalas pelukan dari Vano karena ia tidak tau siapa orang yang memeluk nya ini.
"Kau kenapa." Tanya Vano yang merasakan ada yang aneh pada Dylan.
"Aku tidak mengingat mu, aku tidak tau siapa kalian." Jawab Dylan yang membuat mereka semua terkejut.
"Seperti nya karena kecelakaan itu Dylan mengalami lupa ingatan." Ujar Verrel.
"Sayang." Ucap Lia yang berjalan secara perlahan.
Dylan menoleh ke arah Lia, ia melihat Lia dari ujung kaki sampai ujung rambut Lia. "Dia wanita itu." Ucap Dylan.
Lia mendekati Dylan dan langsung memeluk nya dengan sangat erat. Tubuh nya bergetar karena kembali bisa memeluk orang yang sangat ia cintai. Kali ini Dylan membalas pelukan dari Lia karena ia merasakan pelukan itu benar-benar hangat dan pelukan itu tidak merasa asing.
Tiba-tiba kepala Dylan terasa sangat pusing, Dylan memejamkan mata nya karena tidak tahan dengan rasa pusing ini, perlahan-lahan ingatan nya tentang Lia muncul kembali walaupun masih tidak jelas.
Tubuh Dylan terasa lemas dan tak lama ia jatuh pingsan, Verrel dan Rizky langsung membawa Dylan masuk ke dalam kamar nya.
Mereka meninggalkan Dylan bersama Lia di dalam kamar. Sedangkan yang lainnya berkumpul di ruang keluarga.
"Di desa ke berapa kalian menemukan Dylan." Tanya Alvaro.
__ADS_1
"Aku tidak mengingat nya terlalu jelas seperti nya ke lima belas." Jawab Verrel.
"Kami menemukan berbagai macam jenis orang di setiap desa, ada yang senang membantu dan ada juga yang sangat sulit di minta bantuan meskipun kami beri uang." Kata Rizky.
"Dylan saja hampir menikah dengan wanita lain." Kata Verrel.
"Apa, Bagaimana bisa." Tanya Vano.
"Hahaha mungkin wanita itu terlalu bernafsu melihat Dylan, yang menyelamatkan Dylan bukan orang yang baik, mereka ingin menjadi kan Dylan keluarga mereka." Jawab Verrel.
"Jika aku telat satu detik saja, Dylan telah resmi memiliki istri dua. Dan aku pasti juga mau." Kata Verrel.
"Apa kamu bilang." Akifa mencubit perut Verrel.
"Hayo kamu mau mencubit aku, aku sudah sering berolahraga ini bukan lemak lagi tapi otot." Ucap Verrel.
"Ahhh sakit sayang." Teriak Verrel saat Akifa mencubit bagaian terlemah nya.
"Dylan." Jawab Verrel.
"Bukan nya kamu mau menikah lagi."
"Tidak sayang, tidak aku cukup kamu saja." Kata Verrel.
"Tidak ada jatah selama satu bulan." Akifa pergi meninggalkan Verrel.
Para suami saling menatap, jangan sampai mereka membuat istri mereka marah atau tidak mereka mendapat hukuman yang sangat menakutkan.
__ADS_1
"Siapa yang mau menikah lagi." Tanya Angel.
"Tidak ada." Ucap mereka semua dengan kompak.
"Sayang maafkan aku, aku bercanda sayang." Ucap Verrel.
"Tidak ada aku lelah, aku lelah menunggu mu pulang dan kamu mau menikah lagi."
"Aku bercanda sayang, kamu lebih dari cukup, jika istri dua mana mungkin aku sanggup melayani kedua istri ku." Ucap Verrel yang membuat Akifa semakin marah.
"Sayang, kamu benar-benar tidak akan mendapatkan jatah satu bulan." Akifa mencubit Verrel sangat kuat.
"Ahhh sayang sakit ampun, ampuni suami mu ini, sayang sakit sekali." Teriak Verrel.
Malam hari nya Dylan mulai tersadar dari tidur nya, ia melihat Lia tertidur di samping nya dengan wajah yang terlihat cukup pucat.
"Dia benar-benar istri ku, dia sangat cantik. Apa dia hamil perut nya besar. Aku sudah mencetak anak berarti." Ucap Dylan.
"Ah bagaimana mungkin aku melupakan nya. " Sayang." Dylan mencium wajah Lia.
"Hmmm." Lia memperat pelukan nya.
"Bila di bandingkan dengan Lilis sangat jauh, dia terlihat lebih-lebih dari segala nya." Ucap Dylan.
"Sayang kamu sakit." Tanya Dylan.
"Sayang siapa nama kamu." Tanya Dylan.
__ADS_1
"Sayang apa ini anak kita." Tanya Dylan.
"Sayang ayo kita buat lagi." Tanya Dylan.