Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 150 S4


__ADS_3

"Hey kau duluan yang mencari masalah pada ku, ya sudah jika aku tida mau berbicara dengan ku, aku juga tidak ada rugi," kata Kenzi dan pergi meninggalkan Kenzo.


"Hey jangan sok penting kau, aku yakin aku dulu yang menanyakan ku," ucap Kenzo.


Tak butuh waktu lama Axel, Wilda dan Zayn juga sudah sampai di rumah. Mereka berdua langsung masuk ke dalam rumah, tidak ada yang tau jika mereka bertiga sudah tiba di rumah, semua orang masih sibuk dengan pekerjaan dan kegiatan mereka masing-masing.


"Dimana kamar ku," tanya Zayn.


"Sayang kamu masuk dulu ke dalam kamar ya, langsung istirahat jangan berbuat apa-apa, aku akan mengantar bocah ini ke dalam kamar."


"Enak saja bocah, kau kira aku apa," ucap Zayn.


"Hahaha sudah ayo aku antar, aku sudah sangat lelah," kata Axel.


Waktu makan malam telah tiba, semua orang satu persatu masuk ke ruang makan. Kenzi dan Karla masuk sebelum banyak orang di ruang makan, mereka berdua membuat orang yang ada di situ terkejut dengan kedatangan mereka berdua.


"Karla Kenzi kalian sudah pulang," ucap Verrel.


"Hehehe Iya dad, aku pulang saat kalian semua sedang bekerja," jawab Rizky.


"Oh begitu, pantas saja aku tidak tau jika kalian sudah pulang," ucap Verrel.


"Karla sudah memaafkan suami mu," tanya Akifa.


"Sudah mah, aku sudah maafkan nya, tidak baik jika terlalu lama marah dan lari dalam masalah," jawab Karla.


"Iya Karla bagus, mamah suka dengan cara berpikir mu, mamah jamin Kenzi tidak akan berulah lagi, Sedikit saja dia berulah. Mamah akan memotong kebanggaan nya," ucap Akifa.


"Mommy menyeramkan seperti daddy," kata Kenzi.


"Malam," ucap Kenzo.


"Malam," saut mereka semua.


"Kenzo kau sudah tau jika adik mu sudah datang," tanya Verrel.


"Sudah, aku sedang marah dengan nya," jawab Kenzo.


"Hey kau dulu yang mencari masalah pada ku," ucap Kenzi.


"Kau pikun saat aku terkena masalah kau mau meninggalkan ku," kata Kenzo.


"Kau sudah meninggalkan ku saat aku ingin ikut pergi bersama mu." Kenzi juga tidak mau kalah.


"Terus saja kau salahkan aku, padahal aku meninggal mu karena kau tidak boleh ikut dengan ku."


"Jika kalian berdua terus saja bertengkar aku akan memisahkan kalian berdua," ucap Alvaro.


"Kakek Kenzo dulu, dia yang mengajak ribut dengan ku," ucap Kenzi.


"Hey kau selalu saja bersembunyi tangan, kau dulu yang selalu membuat ku marah pada mu."

__ADS_1


"Terus terus lakukan, Kenzo Kenzi diam, ayolah kalian berdua kembar jangan sering bertengkar seperti ini," ucap Verrel.


"Kenzi minta maaf pada kakak mu, dan Kenzo minta maaf pada adik mu," kata Alvaro.


"Maafkan aku, aku salah," ucap Kenzi yang sudah tidak bisa berbicara apa-apa lagi jika Alvaro sudah memintanya.


"Hmmmm iya, aku juga minta maaf pada mu, aku juga salah," kata Kenzo.


"Nah begitu jauh lebih bagus," ucap Verrel.


Alvaro menarik Kenzi agar Kenzi duduk di samping Kenzo. Ntah kenapa dua Saudara kembar ini sering kali berselisih paham, padahal dulu mereka berdua sangat kompak dalam hal apapun. Kenzi dan Kenzo saling menatap, mereka berdua sama-sama tersenyum karena melihat wajah mereka yang memang sangat mirip.


"Kau mirip dengan ku," tanya Kenzi.


"Kau yang mirip seperti ku, aku lahir lebih dulu," jawab Kenzo.


"Tak mau mengalah, eh Iya aku lupa, Kenzo aku memerlukan bantuan mu."


"Hmmm iya nanti aku bantu," ucap Kenzo.


Hampir semua orang sudah berkumpul di ruang makan, hanya tinggal Axel dan beberapa orang lagi, karena mereka pikir Axel tidak makan malam bersama, mereka semua makan meninggalkan Axel dan lainnya.


"Oh iya, kata mu kau akan memiliki cucu," tanya Dylan.


"Iya aku akan mempunyai cucu, istri nya Axel sedang hamil," jawab Rizky.


"Wah selamat ya, aku ikut senang. Walaupun aku ntah kapan memiliki cucu, Rakha saja masih berkelana mencari wanita yang sesuai dengan keinginan nya."


"Iya Verrel, bagus lah mereka semua bisa menyelesaikan masalah mereka dengan baik, tidak bagus juga terlalu lama bermasalah," jawab Rizky.


"Dimana Axel, dia langsung bersembunyi saat istri nya hamil," kata Kenzi.


"Nanti kita temui dia," ucap Kenzo.


Di dalam kamar Axel, Wilda dan Zayn sedang makan malam bersama, mereka makan di dalam kamar karena Zayn tida mau makan bersama di ruang makan. Ia malu dan merasa asing jika bergabung dengan keluarga Axel yang sama sekali tidak ia kenal.


"Kau sudah cukup beristirahat nya kan, nanti malam kau bisa bertemu dengan papah ku, aku tidak enak dengan mu yang merasa tidak nyaman," ucap Axel.


"Sudah, aku sudah bisa bertemu dengan papah mu," kawan Zayn.


Kenzi dan Kenzo sedang berjalan menuju kamar Axel, mereka berdua langsung masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu lebih dulu, hal tersebut membuat Axel yang lainnya terkejut akan kedatangan mereka berdua.


"Kenzi Kenzo, kau membuat ku terkejut," ucap Axel.


"Oh begini ya cara mu, mau merayakan kehamilan istri mu dengan makan sendiri dan teman mu, kau sudah tidak menganggap kami sepupu mu," tanya Kenzi.


"Bukan begitu bodoh, Kenzi kau tidak ingat dengan Zayn, dia yang bersama Wilda pada malam itu."


"Oh iya aku mengingat nya, aku Kenzi kita sudah bertemu sebelum nya," ucap Kenzi.


"Iya aku mengingat mu, aku Zayn. Kalian berdua kembar," tanya Zayn.

__ADS_1


"Iya dia kembaran ku, nama nya Kenzo, tapi tetap lebih tampan aku dari nya," jawab Kenzi.


"Enak saja," ucap Kenzo sambil menepuk pantat Kenzi.


"Aku tidak makan bersama kalian karena Zayn merasa tidak enak, jadi aku makan di sini bersama nya."


"Zayn aku merasa tidak asing, kau ada mengirimkan CV ke perusahaan," tanya Kenzo.


"Aku mengirimkan CV ke papah nya Axel," jawab Zayn.


"Oh iya aku ingat, tadi aku dan paman yang memeriksa nya. Kau bekerja di perusahaan besar di Jepang, dan kau malah mau pindah ke Efron grup."


"Aku hanya ingin mencari suasana dan pengalaman baru saja," kata Zayn.


"Aku sangat suka dan tertarik dengan CV yang kau kirim, oh iya nanti kau ikut aku, kita akan bertemu dengan paman Rizky dan yang lainnya," ucap Kenzo.


Zayn sedikit kebingungan karena Kenzo langsung seperti orang yang sudah sangat akrab dengannya. Keluarga Efron tidak seperti yang orang lain bicarakan. Mereka berbanding kebalik dengan apa yang Zayn pikirkan.


"Kenzo memang seperti itu, dia cepat sekali merasa akrab dengan orang lain," ucap Axel.


"Hehehe iya aku sedikit terkejut, iya Kenzo senang berkenalan dengan mu," kata Zayn.


Seperti yang Kenzo katakan tadi, setelah selesai makan Zayn langsung ia bawa ke ruang kerja. Di dalam sana sudah ada Rizky, Vero dan lainnnya. Hampir semua orang penting berkumpul karena Kenzo yang meminta nya.


"Ini Zayn," tanya Rizky.


"Iya tuan, saya Zayn."


"Kami sudah membaca CV mu, kita mulai sekarang saja," ucap Vero.


"Jangan galak-galak Vero," kata Verrel.


"Kakak diam lah, aku sedang bekerja, aku akan menjadi CEO," ucap Vero.


"Aku pergi dulu, aku sudah kenal dengan nya, Kenzi ingin membicarakan hal penting pada ku," ucap Kenzo dan pergi meninggalkan ruangan itu.


Semua berjalan sangat lancar, apalagi Zayn memang sangat pintar dan berasal dari perusahaan ternama, ia hanya perlu menyesuaikan diri pada lingkungan baru nya, ketakutan yang Zayn pikirkan sama sekali tidak terjadi, keluarga Efron sangat wellcome pada nya.


Keesokan harinya, hari dimana dua pasang pria dan wanita akan di satu kan, mereka semua sedang mempersiapkan diri untuk acara nanti malam. Seperti Zayn yang lebih memilih untuk pindah ke apartemen Kenzi, ia tidak mau terlalu lama menyusahkan orang lain.


Rian juga sedang mempersiapkan mental nya, seperti yang di katakan Kenzi kemarin ia akan berkata iya jika ia suka ada tidak jika ia tidak suka. Rian tidak mau menambah masalah baru dalam hidup nya.


"Bella aku menjalin hubungan yang lebih serius dengan wanita lain, maafkan aku bukan aku tidak setia dengan mu tapi aku perlu melanjutkan kehidupan ku. Kamu tetap berada tempat yang berbeda di hati ku, aku tidak akan melupakan mu," batin Rian.


"Kak ayo aku sudah tidak sabar membuka cafe," ucap Vivi.


"Oh iya kakak lupa, kakak belum mulai bekerja jadi kakak akan membantu mu saja di cafe, sudah cukup lama juga kakak tidak ke Cafe," ucap Rian.


"Begitu dong, aku jadi lebih semangat."


#Kalau ada salah mohon di koreksi, terkadang author tidak sempat untuk membaca ulang#

__ADS_1


__ADS_2