Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 245 S4


__ADS_3

"Oh begitu, Terima kasih Nila Marvin," ucap Kenzo.


"Iya sama-sama, kalian berdua pasangan yang serasi," kata Marvin.


"Hehehe memang kami pasangan yang sangat serasi. Kau sudah menikah," tanya Kenzo.


"Sudah aku sudah menikah, tapi kami masih menunda kehamilan, istri ku masih terlalu muda," jawab Marvin.


"Itu dia yang tadi," ucap Sonia.


"Nathan, dia sudah gila, ntah kenapa dia berubah seperti itu." Marvin mendekati Nathan dan langsung membawa nya masuk ke dalam kamar.


Karena waktu sudah cukup malam mereka berdua memutuskan untuk pulang ke rumah. Mereka tidak enak jika terlalu lama di sana, apalagi terlihat di keluarga itu sedang dalam problem.


Begitu juga dengan Rakha, setelah banyak berbicara dengan Axel, Rakha memutuskan untuk masuk kedalam kamar nya. Sudah waktunya ia mendapatkan jatah yang ia seharusnya ia dapatkan sejak kemarin malam.


"Aku masuk ke dalam kamar dulu," kata Rakha.


"Hahaha good luck Rakha, sudah jangan kau pikirkan mantan istri mu itu, fokus saja dengan istri mu," ucap Axel


Rakha berjalan masuk kedalam kamar nya. Dari kejauhan Rakha melihat Vivi sedang mempercantik diri di depan cermin. Rakha terkejut Vivi sudah memakai pakaian dinas nya.


"Dia sudah memakai pakaian dinas, hahaha mungkin dia sudah mendapatkan saran dari teman-teman nya," ucap Rakha.


"Sayang berdiri lah, jangan menghadap ku arah ku," kata Rakha.


Vivi terkejut mendengar suara dari Rakha, ia langsung berdiri tanpa menghadap suami nya. Dari cermin Vivi bisa melihat Rakha mulai melepaskan pakaian nya satu persatu. Saat sudah sampai di belakang Vivi, Rakha hanya tinggal memakai celana boxer nya. Mata Vivi terbelalak melihat pantulan tubuh suaminya.


Rakha menggeser kan tubuh Vivi agar Vivi tidak berada di depan cermin. Kemudian dengan satu tangan nya, Rakha menarik ikatan baju dinas Vivi sampai jatuh ke atas lantai.

__ADS_1


"Dia tidak memakai apapun," batin Rakha.


Mata Vivi langsung terpejam seketika, ia tidak pernah membayangkan malam pertama nya akan seperti ini.


Rakha memeluk Vivi dari belakang. Ia mengusap perut rata Vivi sampai ke bagian atas sana. Tangan nya dengan lihai menyentuh kelembutan milik Vivi.


"Sayang, kamu siap," tanya Rakha.


"Aku siap sayang, aku milik kamu," jawab. Vivi.


Malam ini Rakha mendapatkan apa yang seharusnya ia dapatkan sejak kemarin malam. Akhirnya ia juga merasakan apa yang para sepupu nya rasakan. Membuka segel wanita idaman nya memang terasa berbeda. Kata-kata cinta yang terlontar di bibir Rakha membuat Vivi rileks dan menikmati apa yang Rakha lalukan pada diri nya.


Keesokan pagi nya, seperti biasanya setelah melakukan malam pertama mereka berdua pasti bangun terlambat. Lagi pula pengantin baru masih bebas melakukan apa saja yang mereka mau.


"Rakha," ucap Vano yang berada di depan pintu kamar Rakha, hari ini seharusnya Rakha akan mendatangi beberapa restoran yang akan menjadi milik nya.


"Sedang apa yah," tanya Dylan.


"Tidak ayah, dia masih bekerja keras membuat cucu untuk mu sudah jangan ganggu dia," kata Dylan.


"Oh iya kau benar, sudah lah besok saja," ucap Vano.


Pagi ini jadwal para ibu hamil untuk melakukan senam ibu hamil. Para ibu hamil sudah berada di taman menunggu instruktur senam mereka. Para istri sedang melakukan pemanasan sedangkan para suami duduk sambil memantau istri mereka, mereka juga menyiapkan semua keperluan para istri.


"Sonia jangan banyak bergerak nanti perut kamu meledak," kata Karla.


"Hahaha kau ada-ada saja Karla, mana mungkin bisa meledak," ucap Sonia.


"Sudah berapa bulan Sonia," tanya Sakura.

__ADS_1


"Lusa masuk 7 bulan," jawab Sonia.


"Oh sebentar lagi ya. Masih minta jatah istri mu Sonia," tanya Wilda.


"Masih tapi jarang, tidak sering aku kan operasi Sesar jadi tidak di sarankan banyak-banyak," jawab Sonia.


"Kalau kau sudah 7 bulan, aku 5 bulan lebih hampir 6 bulan," kata Karla.


"Kalau kau mau 6 bulan, berarti aku 4 bulan lebih," ujar Sakura.


"Hahaha berurutan ya, aku sudah masuk 3 bulan. Keluarga ini akan mendapatkan banyak cucu," kata Wilda.


"Kenzo aku bingung kenapa kau bisa sampai membuat anak kembar 5," tanya Vero.


"Harus kuat paman, hahaha paman jangan khawatir kalau mau anak kembar bisa program ko, tidak ada yang tidak bisa di dunia ini," jawab Kenzo.


"Tidak tidak aku pinjam anak mu saja, anak ku satu sudah cukup," kata Vero.


"Mana ni Rakha, dia tidak ada nampak sedari tadi," tanya Kenzi.


"Ya pasti kelelahan lah. Dia baru melakukan Malam pertama, kalian ada-ada saja," jawab Axel.


"Oh begitu," ucap mereka semua.


Vano sedang ke salah satu tempat untuk menemui seseorang, karena Rakha tida bisa ikut ia pergi bersama dengan para anak buah nya. Pernikahan Rakha dan Vivi adalah keinginan nya, jika ada yg mereka berdua, sudah pasti Vano tidak akan tinggal diam.


"Kakek," ucap Alice.


"Jangan mendekat aku tidak sudi kau sentuh," kata Vano.

__ADS_1


"Kenapa kakek datang ke sini, kenapa kakek meminta banyak orang mengikuti ku," tanya Alice.


"Aku hanya ingin mengingatkan mu, jangan ganggu Rakha dan juga istri nya. Atau aku akan melenyapkan mu dari sini, meskipun itu benar-benar cucu ku, aku tidak segan segan melakukan nya Alice," ucap Vano.


__ADS_2