
"Pakai cincin dan gelang ini." Ucap Dylan.
"Banyak sekali, kamu membelinya untuk ku." Tanya Lia.
"Untuk siapa lagi jika bukan untuk mu." Jawab Dylan.
Setelah selesai dari salon mereka langsung pergi ke lokasi pesta. Sesampainya di sana mereka berdua turun dari mobil dengan bergandengan tangan.
"Panggil aku sayang atau panggilan yang romantis." Bisik Dylan.
"Itu Dylan dia dengan pacar baru nya." Ucap Rian teman Dylan.
"Apa kabar Dylan." Tanya seorang wanita.
"Baik, minggir aku akan harus ke sana jangan halangi jalan ku." Ucap Dylan.
Dylan dan Lia berjalan menghampiri Rian dan yang lainnya. Dylan mau memamerkan pacar baru nya yang tentu nya lebih cantik dari mantan nya dulu.
"Pacar baru lan." Tanya Rian.
"Hahaha tentu, orang setampan aku mana mungkin bisa berlama-lama sendiri." Jawab Rian.
"Aku tidak percaya lan, kau pasti membayarnya." Ujar Riga.
"Aku membayarnya untuk apa, apa perlu bukti agar kalian percaya." Ucap Dylan.
"Cium." Ujar Rian.
__ADS_1
"Cium cium cium cium." Ucap mereka semua.
Dylan menatap wajah Lia, ia memberikan isyarat pada Lia untuk menuruti semua keinginan teman-teman nya untuk berciuman. Perlahan Dylan mendekati bibir Lia dan mencium nya dengan lembut. Dylan sedikit menggigit bibir Lia agar Lia membalas ciuman nya.
"Kenapa manis sekali, bibir ini manis sekali." Batin Dylan yang semakin memperdalam ciuman nya.
"Sudah woy, lanjut kan di dalam kamar." Teriak Rian.
Sontak Dylan melepaskan ciuman panas itu, dan tersenyum pada semua orang bahwa kemenangan ada berada di pihak nya.
Dylan dan Lia pulang dengan keadaan mabuk, mereka berdua di paksa minum oleh teman-teman Dylan cukup banyak.
"Lia, buka pintu apartemen nya, aku mual." Ucap Dylan.
"Apa tidak papa mereka berdua kita tinggal dalam kondisi mabuk." Tanya Rian.
"Biar lah, mereka berdua sudah berpacaran." Jawab Riga.
Dylan masuk ke dalam kamar mandi untuk membuang isi perut nya, setelah itu Dylan mendekati Lia lalu memangku nya.
"Lia." Dylan menarik tengkuk leher dan mencium bibir Lia dengan lembut. Lia yang juga sedang mabuk langsung membalas ciuman itu.
Tangan Dylan dengan gesit membuka pakaian Lia begitu juga dengan Lia yang mulai membuka pakaian Dylan.
Dan tiba-tiba, pintu kamar apartemen itu di dobrak oleh Vano dan Alvaro yang mendapat kan kabar jika Dylan membawa seorang wanita ke dalam apartemen nya.
"Kurang ngajar... Dylan." Teriak Vano.
__ADS_1
Sontak mereka berdua terkejut, tapi karena dalam kondisi mabuk mereka berdua tidak terlalu memperdulikan Vano dan Alvaro.
"Mereka dalam kondisi mabuk Vano, percuma kau marah pada nya, kita bawa saja mereka berdua pulang." Ucap Alvaro.
Keesokan pagi nya wajah Dylan sudah bonyok akibat ulah Vano, ia benar-benar kecewa dengan apa yang Dylan lakukan. Vano tidak ingin kesalahan yang ia dan Kevin lakukan dulu terulang lagi.
"Aku mabuk pah, aku tidak sadar." Dylan berusaha membela diri nya.
Sedangkan Lia hanya bisa menahan tangis nya, malam itu ia juga tidak sadar sama sekali, ia sangat menyesal karena hampir melakukan sesuatu yang buruk.
"Paman, nikah kan saja mereka berdua." Ujar Varrel.
"Aku setuju, menikah kan mereka berdua suatu hal yang tepat." Kata Alvaro.
"Tidak, aku tidak mau, bagaimana bisa aku menikah dengan wanita yang tidak aku cintai. Aku hanya membantu nya tidak lebih." Ucap Dylan.
"Cinta akan datang dengan sendirinya Dylan." Ujar Verrel.
"Aaaku tidak bisa menikah dengan Dylan, dia hanya membantu ku, aku bukan wanita yang baik untuk nya." Ucap Lia.
"Lia sendiri mengatakan hal itu, jadi tidak ada alasan untuk kami menikah." Kata Dylan.
"Tidak ada alasan untuk menolak Dylan, kau harus menikah dengan nya. Tugas mu sekarang bujuk calon istri mu agar mau menikah dengan mu, papah tunggu sampai siang ini. Jika tidak kakek mu yang akan membimbing dan mengurus mu." Ucap Vano dengan tegas.
Dylan membawa Lia kembali masuk ke dalam kamar. Untuk membicarakan hal ini, dengan berat hati Dylan memutuskan menikah dengan Lia, jika Kevin tau masalah nya saat ini, bisa di pastikan hidup nya akan seperti di neraka.
"Tidak Dylan, aku tidak mau. Kau akan menyesal menikah dengan ku, aku bukan wanita baik-baik. Banyak masalah dalam hidup ku." Ucap Lia.
__ADS_1
"Aku mohon Lia, kau harus menikah dengan ku." Bujuk Dylan.
"Tidak Dylan, sudah aku katakan aku bukan wanita baik-baik, aku bukan gadis yang sempurna." Kata Lia.