Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 81 S2


__ADS_3

"Tuan ayo kita naik itu." ucap Angel.


"Tidak tidak, itu terlalu tinggi." tolak Alvaro.


"Anda takut ketinggian tuan, seorang tuan Alvaro takut ketinggian." tanya Angel sambil menahan tawa nya.


"Tidak aku tidak takut ketinggian, ayo kita naik." jawab Alvaro.


Mereka berdua naik ke dalam wahana bermain itu, saat wahana bermain itu sudah berjalan naik tubuh Alvaro bergerak seketika karena ia sangat takut dengan ketinggian. Alvaro menyembunyikan wajahnya di depan tubuh Angel sambil memeluk Angel sangat erat.


"Anda takut tuan." tanya Angel.


"Iya, aku takut ketinggian." jawab Alvaro.


Angel memeluk Alvaro dengan erat, wajah Alvaro tepat di depan benda milik nya. Bahkan sudah tenggelam membelah benda itu, tetapi Alvaro tidak menyadari posisinya karena sangat ketakutan. Angel mengusap rambut Alvaro untuk mengurangi rasa takut yang suaminya rasakan.


"Teng." wahana bermain itu berhenti seketika karena mengalami gangguan, posisi Alvaro dan Angel berada puncak wahana itu yang membuat Alvaro semakin ketakutan.


"Aku mau turun, kenapa berhenti." ucap Alvaro.


"Mungkin ada gangguan teknis tuan, sebentar lagi pasti bisa anda tenang saja tidak akan terjadi apa-apa." ucap Angel.


Alvaro merasa ada yang aneh dalam posisi nya, dan benar saja saat membuka mata nya ia sedikit terkejut karena sudah tenggelam di benda milik Angel. Dan jelas Alvaro tidak menyianyiakan kesempatan ini, ia membuka kancing bagian atas baju Angel agar lebih lulusan.


"Tuan apa yang ada lakukan." tanya Angel yang merasa sangat geli.


"Aku hanya memanfaatkan waktu, diam lah jika kau bergerak orang akan melihat apa yang sedang ku lakukan." jawab Alvaro.


Alvaro mencari titik yang membuat nya selama ini penasaran dan dalam beberapa saat ia menemukan titik itu.

__ADS_1


"Tidak bisa di lihat tapi bisa ku rasakan." batin Alvaro.


Angel memejamkan mata nya saat Alvaro menelisap masuk kedalam benda nya. Apalagi saat Alvaro mulai memainkan benda milik nya. Rasa nya tidak bisa Angel mengerti benar-benar geli dan ada dorongan agar Alvaro melakukan lebih.


"Aku menemukan mu." ucap Alvaro.


"Ahhh tuan apa yang anda lakukan." tanya Angel.


Saat ingin melahap nya wahana itu kembali bergerak yang membuat Alvaro terkejut dan tidak jadi melakukan nya, ia kembali membetulkan benda milik Angel dan kembali menutup nya.


Sesampainya di bawa mereka langsung turun karena Alvaro yang meminta nya, lagi pula hari juga sudah mulai larut.


"Kita pulang." tanya Angel.


"Iya kita membeli martabak untuk Fiona dulu." jawab Alvaro.


"Beli dimana." tanya Angel.


"Di dalam, kau ikut atau tunggu di mobil." tanya Alvaro.


"Di mobil saja tuan." jawab Angel.


Setelah menunggu kurang lebih 30 menit Alvaro datang dengan membawa beberapa bungkus martabak di tangannya dan menyerahkan nya ke Angel.


"350 ribu." ucap Angel saat melihat berapa total harga martabak yang Alvaro beli.


"Kenapa bukan nya memang segitu harga nya." tanya Alvaro.


"Kalau saya bali di pinggir jalan mungkin sudah dapat 10 bungkus." jawab Angel.

__ADS_1


"Fiona tidak akan mau makan jika aku membeli nya di pinggir jalan." ucap Alvaro.


Sesampainya di rumah mereka berjalan melewati ruang tamu, ternyata masih ada Adit dan Fiona di ruang tamu itu. Tetapi Fiona sudah tertidur di atas pundak Adit.


"Dia sudah tidur." ucap Alvaro.


"Berikan pada ku." kata Adit.


Alvaro memberikan satu bungkus martabak untuk Adit dan Fiona sedangkan satu bungkus lagi untuk diri nya dan Angel.


"Ayo ikut aku." ucap Alvaro.


Mereka berdua kembali naik keatas kamar, Alvaro langsung duduk di atas sofa sambil membuka martabak yang ia bawa tadi.


"Tuan aku membersihkan diri dulu." ucap Fiona.


Alvaro memakan martabak itu, saat lagi menikmati martabak itu tiba-tiba HP nya berbunyi, ia melihat siapa yang menelfon nya semalam ini.


"Elena." ucap Alvaro sambil mengangkat nya.


"Sayang, kenapa tidak pernah menghubungi ku lagi, kamu kemana si. Kenapa menghilang." uce Elena.


"Sayang, aku sedang sibuk, kamu tau kan aku sedang lanjut kuliah. Besok kita bertemu, aku mau tidur dulu bye. Good night." ucap Alvaro dan langsung mematikan sambungan telepon itu.


Sebenarnya alasan nya tidak bertemu dengan Elena karena ia malas. Elena bertemu dengan nya hanya untuk berbelanja itu akan membuat uang bulanannya habis. Belum lagi kemarin ia baru membayar hutang nya pada Angel walaupun Angel menolak nya ia merasa harus membayar uang yang ia pakai untuk Elena saat itu.


"Anda kenapa tuan." tanya Angel.


Alvaro menarik tangan Angel sampai Angel duduk di paha nya, ia menyuapi Angel martabak yang ada di tangan nya.

__ADS_1


__ADS_2