
Verrel dan keluarga nya sedang menghabiskan waktu bersama di mall, demi ke dua anak nya Verrel rela meninggalkan pekerjaan nya sejenak, apalagi selama ini ia jarang sekali menghabiskan waktu dengan ke dua anak kembar nya.
Bukan hanya Kenzo dan Kenzi yang ikut, adik kesayangan Verrel Vero juga ikut bersama, usia mereka yang seumuran membuat mereka bertiga sangat akrab. Terutama Kenzo dan Vero yang sama-sama memiliki karakter yang ceria dan lebih aktif dari Kenzi.
Saat ini usia mereka berdua baru menginjak 10 tahun yang membuat mereka banyak menuntut jika daddy nya terlalu sibuk bekerja. Sedangkan Vero berbeda satu tahun dari Kenzo dan Kenzi.
"Ayo dad, aku ingin baik banteng itu," ucap Kenzo.
"Mana mungkin daddy naik itu, bisa patah pinggang daddy," kata Verrel.
"Ayo Kenzi berhenti berdiam diri, percuma kita ke mall kalau hanya diam saja."
"Kenzi cepat pergi lah bersama Vero dan Kenzo, kau tidak bosan bermain hp saja," ujar Akifa.
"Iya iya, ayo kalian benar-benar sangat berisik," kata Kenzi dan langsung ikut bersama Kenzo dan Vero bermain banteng-bantengan.
"Lihat sayang, cetakan ku sangat bagus dan berkualitas," ucap Verrel.
"Kamu ada-ada saja, aku masih sedikit bingung dengan panggilan anak kita ke Vero."
"Untuk apa kamu bingung, Vero juga tidak mau menjadi paman mereka, sudah tidak papa mereka memanggil Vero dengan sebutan nama." kata Verrel.
__ADS_1
Sementara itu di rumah Axel dan Rakha bermain bersama. Meskipun satu rumah, mereka memiliki geng sendiri. Axel dengan Rakha sedangkan Kenzo dengan Kenzi. Vero tim netral yang bisa masuk kemana saja.
Geng mereka berdua jarang sekali akur, ada saja mereka perdebatan dan akhirnya adu jotos adalah jalan terbaik. Jika belum ada yang tersungkur belum ada kata maaf di antara mereka.
Orang tua mereka sampai bingung bagaimana cara menyatukan mereka, padahal mereka ingin para anak mereka bersama melanjutkan geng gila mereka, tapi apa boleh buat mereka sudah seperti minyak dan air, tidak mungkin bersatu.
Setelah puas bermain, mereka memutuskan untuk menonton film bersama, mereka memilih film horor untuk mengerjai ayah mereka yang sangat takut dengan yang nama nya hantu. Melihat Verrel berteriak ketakutan menjadi kepuasan tersendiri bagi Kenzo dan yang lainnya.
"Sudah kita keluar saja," ucap Akifa.
Verrel sangat malu pada kedua anak dan adik nya, harga diri dan images yang selama ini ia jaga telah hancur. Apalagi saat melihat mereka tertawa dengan sangat puas.
"Daddy penakut percuma bisa membuat gempa jika takut dengan hantu," ucap Kenzo.
"Iya aku juga tidak merasakan gempa," ujar Vero.
"Kalian bodoh, saat kau tidur Kenzi aku pindah ke kamar mommy dan daddy. Saat malam hari nya aku merasakan gempa yang sangat kuat, pagi hari nya aku bertanya pada daddy. Dan daddy menjawab..
"Gempa lokal buatan daddy," ucap Verrel dengan sangat bangga.
"Ayo dad, buat gempa lokal lagi," kata Kenzi.
__ADS_1
"Tidak bisa sayang, nanti malam kamu tidur di kamar daddy, daddy akan membuat kan gempa lokal," ucap Verrel.
"Sayang," Akifa mencubit perut Verrel.
"Hehehe aku bercanda sayang," kata Verrel.
"Mommy ke toilet dulu, kalian jangan kemana-mana, tetap bersama daddy," ucap Akifa.
"Kakak Vero ikut, Vero ingin pipis."
"Ayo sayang, nanti kamu pipis di mobil lagi," kata Akifa.
"Kalian diam di sini, daddy ingin memasukkan barang-barang ke dalam mobil," ucap Verrel.
"Aku bosan Kenzi, ayo bermain," kata Kenzo.
"Diam lah, aku sedang berpikir bagaimana cara mengalahkan Axel dan Rakha dalam pertempuran selanjutnya," ucap Kenzi.
"Kita pasti menang, kemarin aku hanya mengalah, nanti malam aku akan menonjok wajah mereka," kata Kenzo.
Malam hari ini jadwal geng mereka dan geng Axel bertempur kembali. Minggu lalu mereka berdua kalah terkena tonjokan dari Axel dan Rakha sampai hidung mereka berdua mimisan.
__ADS_1
"Kenzi kejar aku," ucap Kenzo yang sama sekali tidak bisa diam.
"Kenzo ingat kata daddy, jangan kemana-mana," kata Kenzi sambil berjalan mendekati Kenzo yang semakin jauh berlari.