
"Ada apa kalian memanggil ku." Tanya Rizky.
"Aku ada masalah, seperti nya ada yang sedang mengincar nyawa ku."Jawab Dylan.
"Kenapa bisa begitu, apa kau mempunyai musuh." Tanya Rizky.
"Musuh ku tidak ada, tapi musuh keluarga ini sangat banyak, banyak yang ingin menghancurkan keluarga ini." Ucap Dylan.
"Kau benar Dylan, terlalu banyak musuh keluarga kita, aku jadi takut akan berdampak kepada istri kita." Ujar Verrel.
"Itu yang aku pikir kan sejak tadi, bagaimana jika istri kita terkena dampak nya. Rizky kau sudah menjadi keluarga Efron dan itu juga akan berdampak pada mu."
"Keluarga ini benar-benar penuh misteri dan berbahaya. Kita tidak boleh lengah dan kau Dylan cepat selidiki ini semua sebelum terhambat." Kata Rizky.
"Sudah pasti ayah ku dan paman Vano akan membereskan semua nya, sekarang yang akan kita bahas ulang tahun mu lusa. Pasti kita akan buat acara bukan." Ucap Verrel.
"Pasti buat acara, ingat kado ku, Verrel aku ingin mobil baru dan Rizky aku ingin jam tangan." Kata Dylan.
"Ada orang seperti mu, kau ulang tahun dan meminta kado semau mu." Tanya Rizky.
"Bagaimana kalau motor, aku baru mendapat kan info jika ada motor keluaran baru." Ucap Verrel.
"Tidak buruk Verrel, aku juga sudah punya mobil, baiklah aku mau motor, ingat yang terbaik." Kata Dylan.
"Ya ya ya, besok kita keluar untuk mencari nya." Ujar Verrel.
"Dari mana aku mendapat uang untuk membeli kan mu jam tangan, motor harga nya lebih murah dari pada jam tangan." Saut Rizky.
"Hmmm sudah aku yang membeli jam tangan, kau yang membeli motor, bagaimana? tidak sampai 200 juta." Ucap Verrel.
__ADS_1
"Itu lebih baik, itu tidak akan menguras habis tabungan ku." Kata Rizky.
"Jadi besok kita akan pergi untuk mencari nya." Tanya Verrel.
"Aku tidak ikut, aku di larang keluar oleh papah ku, kalian saja yang mencari nya, aku percaya dengan kalian. Untuk dekor para istri kita yang mempersiapkan nya." Kata Dylan.
"Baiklah, aku setuju." Ucap Verrel dan Rizky.
Keesokan harinya Rizky dan Alana sedang bersiap karena hari ini dia akan pergi bersama Verrel dan Akifa.
"Sayang ini." Ucap Alana.
"Apa itu sayang." Tanya Rizky.
"Dari papah, buka saja." Jawab Alana.
Rizky langsung membuka kota yang di berikan Alana.
"Hadiah dari papah dan mamah untuk mu." Kata Alana.
"Kamu serius sayang, ini untuk ku, black cart sayang." Tanya Rizky.
"Buat apa aku berbohong, kamu menantu idaman nya, tentu saja dia memberi kan hadiah ini untuk mu." Jawab Alana.
"Terimakasih." Ucap Rizky sambil memeluk Alana.
"Jangan dengan ku, aku juga di beri banyak hadiah oleh papah. Kita harus berterimakasih pada nya." Kata Alana.
Mereka berdua keluar dari rumah karena Verrel sudah menunggu di ruang keluarga, saat berjalan mendekati Verrel tiba-tiba Alvaro memanggil Rizky dan juga Alana.
__ADS_1
"Tangkap." Ucap Alvaro sambil melemparkan kotak ke pada mereka berdua.
"Apa ini paman." Tanya Alana.
"Hadiah pernikahan kalian berdua." Jawab Alvaro.
"Kartu apa ini." Ucap Rizky.
"Apartemen sayang, paman memberikan ku apartemen di sini." Tanya Alana.
"Iya untuk kalian berdua, maaf paman tidak memberikan hadiah yang lebih baik, paman terlalu sibuk." Jawab Alvaro.
"Makasih paman." Ucap Alana.
"Terimakasih tuan." Kata Rizky.
"Tuan siapa tuan mu, panggil aku seperti istri mu." Ujar Alvaro.
"Terimakasih paman." Kata Rizky.
"Ayo kau sudah puas kan mendapat kan banyak hadiah." Ucap Verrel.
Rizky memakai mobil baru yang di berikan Adit pada nya, mobil yang benar-benar nyaman karena sesuai dengan tipe nya. Besar dan muat banyak barang.
"Kau mau pamer mobil baru pada ku." Tanya Verrel.
"Tidak, kita akan belanja bukan. Mobil ini besar dan muat untuk banyak barang." Jawab Rizky.
"Paman Vano memberi kalian apa." Tanya Verrel.
__ADS_1
"Belum ada, dia memilki kesibukan yang lebih seperti nya." Jawab Alana.
"Usaha restoran nya sedang berkembang sangat pesat, mungkin dia akan memberikan salah satu restoran nya untuk kalian." Ujar Verrel.