Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 51 S4


__ADS_3

Waktu terus berlalu tidak ada lagi masalah yang menghampiri mereka, semua berjalan dengan aman dan lancar. Rakha dan Axel juga akan segera kembali bergabung dengan keluarga mereka di Indonesia.


Kenzo juga sudah sembuh dari amnesia nya, tidak banyak yang berubah pada nya, hanya saja Kenzo sedikit lebih pendiam dan tidak semesum sebelum nya. Dalam urusan ranjang Kenzo tidak segila sebelum nya, ia akan melakukan nya jika memang benar-benar sangat ingin atau istri nya yang memintanya.


"Kenzi Bagaimana dengan Aldiron gurp," tanya Kenzo.


"Karena aku CEO yang sangat baik, aku membuat perusahaan itu menjadi lebih maju," jawab Kenzi.


"Kau memang yang terbaik, oh iya kau masih memakai pengaman kan," tanya Kenzo.


"Hmmm pengaman bagaimana," tanya Kenzi.


"Pengaman untuk menunda kehamilan," jawab Kenzo.


Kenzi langsung menghentikan aktivitas nya, karena selama ini ia tidak pernah memakai pengaman.


"Maaf," ucap Kenzi.


"Kenapa," tanya Kenzo.


"Aku tidak pernah memakai nya, aku lupa dan aku kira kau juga sudah tidak memakai pengaman," Kenzi.


"Kau gila, aku menunda nya karena perjanjian kita. Padahal aku sudah ingin mempunyai baby," ucap Kenzo.


"Hahaha maaf Kenzo, sudah lepas saja mulai sekarang,"


"Iya aku akan melepas nya kau saja sudah lama tidak memakainya," ucap Kenzo.


"Tunggu dulu, apa kau dan Karla sering melakukan nya," tanya Kenzo.


"Lumayan sering, mungkin 1 minggu sekali, kenapa?"


"Ini sudah beberapa bulan setelah kalian menikah, apa istri mu sudah hamil," tanya Kenzo.


"Aku juga tidak tau, seperti nya belum," jawab Kenzi.


"Aku akan program kehamilan istri ku, mungkin lusa kami akan ke rumah sakit. Apa kau mau ikut," tanya Kenzo.


"Boleh, aku akan ikut. Agar istri kita hamil bersamaan," jawab Kenzi.


Setelah cukup lama berada di ruang gym akhirnya mereka berdua langsung kembali ke kamar masing-masing, hari ini mereka berdua memiliki jadwal yang sama yaitu menjemput Rakha dan Axel.


"Rambut ku kenapa tidak bagus tumbuh nya," ucap Kenzo sambil merapi kan rambut nya.


"Itu efek dari operasi waktu itu sayang, memang di beberapa bagian tidak tumbuh rambut lagi," kata Sonia.


"Sudah lah masih bisa aku tutupi, yang penting aku sembuh dari rasa sakit itu," ucap Kenzo.


"Kenzo ayo cepat," ucap Kenzi yang masuk ke dalam kamar kakak nya.


"Kau asal masuk saja, ia tunggu sebentar," kata Kenzo.

__ADS_1


"Jangan banyak gaya, tidak ada yang mengenali mu, kau juga harus pakai masker," ucap Kenzi.


Kenzo masih belum mau memperkenalkan diri ke publik, itu sebabnya jika kemana-mana Kenzo harus memakai masker dan juga topi untuk menutupi wajah nya.


"Sudah ayo," ucap Kenzo.


Sesampainya di bandara mereka berdua masih harus menunggu Axel dan Rakha yang belum menampakkan batang hidung mereka.


"Apa mereka sudah mendarat," tanya Kenzo.


"Seharusnya sudah, tapi tidak tau juga," jawab Kenzi.


"Kenzo Kenzi," teriak Rakha.


"Itu mereka, masih saja seperti anak kecil," ucap Kenzi.


"Kenzo, kau sudah berjalan," Rakha langsung memeluk Kenzo.


"Hey malu di rumah saja," ucap Kenzo.


"Aku tidak menyangka kau sembuh secepat ini Kenzo, aku senang sekali."


"Ayo cepat, kalian berdua sangat bauk," ucap Kenzi.


"Enak saja, sebelum sampai sini kami mandi ya," kata Axel.


Di rumah mereka berdua langsung berlari memeluk ke dua orang tua mereka, Rakha yang memiliki sifat yang cengeng dan mudah sekali terharu, menangis di dalam pelukan ayah dan bunda nya.


"Dasar cengeng," ucap Dylan.


"Axel kau tidak merindukan ku," tanya Rizky.


"Biasa saja pah," jawab Axel.


"Paman Terima kasih untuk semua kiriman nya," ucap Rakha sambil memeluk Verrel.


"Kau tumbuh dengan sangat baik, bagaimana kau sudah punya pacar," tanya Verrel.


"Belum paman, aku masih jomblo," jawab Rakha.


"Kau aneh, Lihat ke dua anak paman, mereka sudah menikah dan merasakan enak-enak dan kau belum punya pacar," ucap Verrel.


"Ayah melarang ku paman, bagaimana aku bisa punya pacar," kata Rakha.


"Hahaha benar juga, seharusnya kau mempraktekkan apa yang paman katakan," ucap Verrel.


"Verrel berhenti mempengaruhi anak ku, Rakha sana istirahat dulu," kata Dylan.


"Iya iya, ayo Axel kota masih satu kamar kan," ucap Rakha.


"Tidak, aku punya kamar sendiri," Axel berjalan pergi meninggalkan Rakha.

__ADS_1


"Sayang ada pesan masuk," ucap Karla.


"Apa kabar pak, saya dengar anda sudah menikah dengan Karla, saya sangat senang mendengar berita baik itu. Saya hanya ingin mengucapakan selamat atas pernikahan kalian berdua, semoga kalian berdua bahagia dan mendapatkan momongan yang banyak." Pesan dari Sakura.


"Sakura sayang, dia Mengucapkan selamat untuk kita," ucap Kenzi.


"Dia dimana aku ingin bertemu dengan nya," kata Karla.


"Sebentar aku tanya dulu," ucap Kenzi.


"Dia di Indonesia sayang, tapi tidak lama hanya satu minggu," kata Kenzi.


"Bisa aku bertemu dengan nya," tanya Karla.


"Kata dia lusa baru dia bisa bertemu dengan mu sayang, kamu mau bertemu dengan nya," tanya Kenzi.


"Iya lusa kita akan bertemu dengan nya."


"Kita," tanya Kenzi.


"Iya kita, tidak mungkin aku sendiri," jawab Karla.


"Kamu kenapa sayang," tanya Kenzi.


"Milik ku sedikit nyeri," jawab Karla.


"Apa tidak papa, apa perlu kita ke rumah sakit," tanya Kenzi.


"Tidak perlu, mungkin dia merindukan milik mu," bisik Karla.


"Aku juga merindukan, ayo kita obati rasa rindu itu," ucap Kenzi dan langsung membawa istri nya ke dalam kamar.


Di dalam sana sudah pasti mereka berdua langsung ingin menggapai surga dunia bersama-sama. Kenzi memang sangat jago dalam urusan ranjang.


"Kita sudah berulang kali melakukan nya, kenapa masih terasa sakit untuk mu," tanya Kenzi.


"Aku tidak tau, kamu berkaca sayang, jagung bakar mu besar sekali, ya jelas sakit sayang," jawab Karla sambil memejamkan mata nya.


"Mungkin saja karena itu," ucap Kenzi dan mulai menggerakkan pinggul nya. Yang membuat Karla merem melek karena keganasan Kenzi.


"Perlahan sayang," ucap Karla.


"Enak tidak, kenapa milik mu semakin enak sayang," ucap Kenzi.


Beberapa jam telah berlalu Kenzi mengatakan milik nya dengan ritme yang mulai kencang, tubuh Karla sambil menggeliat merasakan sensasi yang luar biasa.


"Sakit sayang," ucap Karla.


"Tahan sebentar, aku ingin keluar, tunggu sayang," kata Kenzi.


Hentakan terakhir membuat tubuh Kenzi melemas, Karla menjerit kuat karena merasakan rasa sakit yang luar biasa.

__ADS_1


Perlahan Kenzi merasakan sesuatu yang mengalir di bawa sana, Kenzi melihat penasaran dan langsung melihat nya. Bertapa terkejut nya Kenzi saat melihat darah yang keluar cukup banyak dari milik istri nya


"Sakit sayang, sakit sekali," ucap Karla.


__ADS_2