
"Kau tau paman, hati ku lebih sakit dari hati mu, apalagi saat Sakura mencium wajah mu, benar-benar terasa sesak bagi ku," ucap Rakha.
"Ahhkkk kurang ngajar," teriak Rakha saat seseorang menabrak nya.
"Maaf," ucap wanita itu.
"Kau buta, mood ku benar-benar sedang buruk, kau sudah membuat mood ku semakin buruk," kata Rakha dan langsung pergi meninggalkan wanita itu tanpa memperdulikan nya.
"Sabar Rakha, jangan biarkan ketampanan mu luntur karena mood mu yang jelek," batin Rakha sambil merapihkan baju nya yang basah karena wanita yang menabrak nya tadi.
Wanita itu juga cukup kesal dengan Rakha, padahal ia juga tidak sengaja menabrak pria itu.
"Aku berharap tidak akan bertemu dengan pria seperti itu."
Sakura membantu Vero makan sarapan pagi, beruntung Sakura membawa makanan kesukaan Vero yang di masakan langsung oleh Angel dan diri nya. Tak lupa juga Sakura membawakan makanan untuk papan mertua nya.
"Sayang kamu kenapa tidak menginap di sini," tanya Vero.
"Papah yang melarang ku, aku tidak bisa membantah nya. Jadi aku pulang ke rumah dan kembali pagi-pagi sekali karena aku sangat merindukanmu," jawab Sakura.
"Aku sakit karena nyamuk," tanya Vero.
"Hahaha iya sayang, kamu sakit kerena nyamuk, kamu ada keluar ke mana gitu?"
"Kurang ngajar bisa-bisa nyamuk itu membuat ku sakit, padahal aku yang berulang kali menusuk mu kamu tidak sakit."
"Kau sedang sakit berhenti berpikir mesum, anak manja seperti mu tidak boleh berpikir jorok," ujar Alvaro.
"Pah sarapan dulu," ucap Sakura.
"Terima kasih, siapa yang memasak," tanya Alvaro.
"Wanita yang sangat papah cintai," jawab Sakura.
"Sayang jangan seperti itu, kamu membuat ayah ku malu. Sudah yah jangan malu, semua orang juga sudah tau betapa bucin nya ayah pada bunda."
"Kau senang sekali ya menggoda ku, aku tidak akan menjaga mu lagi," acan Alvaro.
"Hahaha ayah mengancam ku, mana mungkin aku takut. Ada bunda sebagai penolong ku." Vero tertawa dengan sangat puas.
Di rumah Kenzo dan Kenzi sedang bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit. Mereka berdua ingin menjenguk paman kecil mereka yang sedang sakit.
"Aku rasa keluarga kita langganan masuk rumah sakit," ucap Kenzi.
"Hahaha kau benar juga dari aku, istri mu, setelah itu kau dan sekarang paman kecil kita," kata Kenzo.
"Jangan sampai keluarga kita masuk ke rumah sakit lagi."
"Kalian mau kemana," tanya Verrel.
"Mau ke rumah sakit dad, daddy mau ikut?"
"Tidak perlu, paman kecil kalian sudah lebih baik dan kakek kalian melarang siapapun ke rumah sakit. Vero tidak mau di ganggu," kata Verrel.
"Ya kenapa begitu, dia ada-ada saja, menjenguk nya saja tidak boleh. Aku sudah tidak masuk kantor," ucap Kenzi.
"Ya sudah aku ke Efron grup saja, Axel akan masuk ke sana hari ini, aku akan membimbing nya," kata Kenzo.
"Aku ikut dengan mu saja, dari pada aku di rumah tidak jelas."
"Bagus anak daddy harus bersemangat untuk kerja ya, jangan malas," ucap Verrel.
...***...
Di tempat lain Wilda dan Axel masih tertidur dengan lelap. Pelukan hangat membuat mereka berdua enggan bangun dari kenyamanan yang hakiki ini. Perlahan Wildan mulai terbangun dari tidur nya, hal yang pertama kali ia rasakan benda keras menusuk perut nya.
"Hmmm apa ini, apa ini adik nya, aku rasa iya." batin Wilda.
Wilda berusaha tidak memperdulikan hal itu, dengan perlahan ia membuka mata nya, wajah tampan Axel terpampang secara nyata di depan wajah nya. Benar-benar membuat perasaan nya campur aduk.
"Ini kah kesempurnaan, hidung nya terbentuk dengan sempurna. Bibir tipis menyerupai bentuk love terlihat unik, bukan hanya unik tetapi sangat seksi, aku jadi ingin melahap nya. Selama ini dia terus yang melahap bibir ku."
"Kau sudah puas mendapatkan asupan dari wajah ku," tanya Axel.
"Kau sudah bangun," tanya Wilda.
"Sudah dari tadi, sebelum kau bangun aku sudah bangun. Hanya saja aku malas bergerak."
"Kau ada merasakan sesuatu yang mengganjal di bawa sana," tanya Axel.
"Iya aku merasakan nya, itu adik mu, kenapa dia bangun," tanya Wilda.
"Itu sangat normal, di pagi hari dia selalu bangun, bagaimana mungkin aku sudah bisa menebak sebesar apa anaconda itu."
"Axel kau jangan meminta hak mu ya, aku sangat takut. Aku tidak tahan akan kesakitan," ucap Wilda.
"Kau aneh, jika kita belum melakukan nya kita tidak akan menjadi suami istri yang seutuhnya. Sudah jangan kau pikirkan," kata Axel.
"Bagaimana mungkin aku tidak memikirkan nya, kau saja selalu membicarakan nya."
"Kau ingin mencium bibir ku, kau tenang saja tidak akan bauk, malahan sangat wangi. kau tau tidak banyak wanita yang bisa merasakan bibir ini, jika kau ingin mencium nya aku memberikan kebebasan untuk mu," ucap Axel.
__ADS_1
"Kau jangan aneh-aneh, aku tidak mungkin mencium mu lebih dulu."
"Kenapa kau gengsi hahaha, jangan malu Wilda, kau sudah suka dengan ku kan," tanya Axel.
"Aku suka dengan mu, jangan mimpi. Aku tidak mungkin suka dengan mu, itu adalah hal yang sangat mustahil," jawab Wilda.
"Kenapa mustahil, perasaan akan datang dengan Seiring berjalan nya waktu. Kau selalu bersama ku, tidak mungkin kau tidak akan mencintai ku," ucap Axel.
"Sekarang aku tanya pada ku, apakah kau akan suka pada ku," tanya Wilda.
"Mungkin saja iya, kenapa tidak. Aku dan kau selalu bersama, tidur bersama. Dan sekarang kita sedang berpelukan. Rasa itu pasti akan datang, meskipun saat ini rasa cinta ku masih berada pada orang lain," jawab Axel.
"Dengan sepupu mu itu," tanya Wilda.
"Kau sangat pintar, tenang saja jangan cemburu, aku tidak akan berhubungan lagi dengan nya," jawab Axel.
"Siapa yang cemburu, kau terlalu percaya diri. Axel bukan nya kau harus pergi ke kantor."
"Oh iya, jam berapa ini, aku lupa," tanya Axel sambil membuka mata nya lebar-lebar.
"Jam 7:30, masih pagi," jawab Wilda.
"Masih pagi kata mu, kau gila. Aku harus sudah ada kantor, kita pulang sekarang," ucap Axel.
"Aku mandi dulu." Wilda turun dari atas ranjang dan langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi.
Karena terlalu terburu-buru Wilda kepeleset dan terjatuh di dalam kamar mandi.
"Ahkkkkk sakit," teriak Wilda.
"Wanita bar-bar sudah di dalam kamar mandi, kenapa kau terburu-buru." ucap Axel sambal berjalan ke arah kamar mandi untuk membantu Wilda.
"Ahhhkk sakit," rengek Wilda.
"Kau tidak pelan-pelan," ucap Axel.
Karena kesulitan untuk berjalan akhirnya Axel menggendong Wilda keluar dari mandi.
"Aku akan mengobati mu di rumah, kita pulang sekarang," ucap Axel.
"Bagaimana aku bisa pulang, aku saja tidak bisa berjalan," kata Axel.
"Aku akan menggendong mu, kau sudah menyiapkan barang-barang yang akan kau bawa kan," tanya Axel.
"Iya sudah, ada di dalam tas itu. Aku hanya belum memasukan laptop ku ke dalam sana," jawab Wilda.
Axel bergerak mengambil tas yang Wilda maksud, tak lupa ia juga memasukan laptop yang berisi video tidak benar. Setelah itu ia menggendong tas itu di punggung nya, sedangkan Wilda ia gendong di depan.
"Kau berat sekali, kau makan apa saja," tanya Axel.
"Hahaha kau wanita, aku kira pria," ejek Axel.
Saat turun dari lantai atas, Axel melihat keluarga Wilda sedang berbincang bersama di ruang keluarga. Axel sudah melupakan kejadian yang memalukan kemarin, dan ia berniat untuk berpamitan pada keluarga Wilda.
"Jangan ke sana," ucap Wilda.
"Kenapa? tidak sopan jika kita tidak berpamitan," kata Axel.
Wilda yakin saat ia dan suaminya berpamitan mereka akan menjadi bahan bincangan. Dan Wilda tidak ingin itu terjadi.
"Jangan Axel," ucap Wilda.
"Sudah diam, jangan berisik atau aku akan menjatuhkan mu," ancam Axel sambil mendekati keluarga Wilda.
Baru saja jalan mendekat, mereka berdua sudah menjadi pusat perhatian. Wilda langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang suami nya karena ia sangat malu.
"Mah pah aku dan istri ku pamit pulang dulu," ucap Wilda.
"Wilda kau kenapa," tanya Mona.
"Mah jangan di tanya, mamah seperti tidak tau anak muda saja."
"Kau diam," ucap Wilda pada kakak nya.
"Hahaha iya mah, jangan ditanya, Wilda terlalu menikmati masa muda nya."
"Daddy," rengek Wilda.
"Hati-hati Axel, jaga istri mu dengan baik. Dan Wilda jangan membantah suami mu," ucap Mona.
Setelah Axel dan Wilda pergi mereka berdua langsung menjadi perbincangan banyak orang.
"Suami Wilda benar-benar sangat perkasa, hahaha pantas saja Wilda sampai tidak bisa berjalan."
"Aku ingin memiliki suami seperti nya."
"Aku saja kemarin melihat kejadian hot itu sampai terbawa mimpi."
Di dalam mobil Wilda sedang mencoba untuk memijat kaki nya yang sangat sakit.
"Susah jangan kau apa-apakan, nanti tambah sakit," ucap Axel.
__ADS_1
"Kau sengaja kan melakukan hal tadi, agar mereka membicarakan kita," tanya Wilda.
"Hahaha kau benar Wilda aku memang sengaja, kenapa? bukan nya tadi sangat lucu. Mereka pikir kau tidak bisa jalan karena keperkasaan ku."
"Kau sangat jahat Axel, lagi pula mana mungkin jika karena ulah mu aku tidak bisa berjalan. Saat kita melakukan nya tanpa aku sadari, aku masih bisa berjalan dengan baik, malahan aku tidak merasakan apapun," ucap Wilda.
"Wilda kau polos sekali, itu karena aku belum melakukan nya. Aku yakin kau akan menangis sepanjang malam saat aku mulai melakukan nya," batin Axel.
"Ya ya ya mereka memang terlalu berlebihan, mana mungkin sampai tidak bisa berjalan."
"Aku tidak mau tau Axel, sampai rumah aku langsung kau pijat," ucap Wilda.
"Pakai plus tidak," tanya Axel.
"Pakai lah, agar cepat sembuh," jawab Wilda.
"Pintar kau akan sembuh, atau mungkin semakin tidak bisa berjalan," kata Axel.
"Kenapa, apa pakai plus akan kau sakiti," tanya Wilda.
"Kau tunggu saja nanti, bagaimana cara nya aku memijat mu pakai plus," jawab Axel.
Sesampainya di rumah Axel langsung membawa istri nya masuk ke dalam kamar, sebelum memijat kaki istri nya. Axel terlebih dulu menghubungi orang tua nya jika ia tidak bisa masuk ke kantor hari ini.
"Kenapa kau tidak bisa masuk," tanya Rizky.
"Istri ku sedang sakit, dia terjatuh di kamar mandi, aku harus memijat nya," jawab Axel.
"Ya sudah jaga istri mu dengan baik, jika tidak sembuh dengan pijatan mu, minta pelayan untuk mencari tukang pijat," kata Rizky sambil mematikan sambungan telepon itu.
"Kenapa paman," tanya Kenzo.
"Rizky tidak bisa datang, istri nya sedang sakit. Mungkin besok dia baru bisa bekerja," jawab Rizky.
"Jadi kita nganggur Kenzo," tanya Kenzi.
"Ya begitu lah, mau bagaimana lagi," jawab Kenzo.
Setelah memberikan kabar pada papah nya Axel kembali masuk ke dalam kamar. Sebelum mendekati Wilda Axel mengambil minyak urut terlebih dahulu.
"Kau mau apa," tanya Wilda.
"Ingin memijat mu lah, mau apa lagi," jawab Axel.
"Pelan-pelan, aku tidak tahan sakit," ucap Wilda.
"Kau sudah berulang kali mengatakan hal itu, dan aku tidak mungkin menyakiti istri ku," kata Axel.
"Ahkkk," teriak Wilda, padahal Axel baru memegang kaki nya.
"Aku belum menekannya bisa diam tidak," ucap Axel.
"Iya baru mau pegang tapi memang sakit."
"Tahan sedikit," ucap Axel.
"Ahkkkk pelan Axel sakit, kenapa kau terburu-buru," teriak Wilda.
"Aku tidak terburu-buru, kau lihat ini aku sudah pelan," ucap Axel.
"Hiks hiks hiks, sakit Axel, jangan kuat kuat." Wilda mulai meneteskan air mata nya.
Verrel dan Dylan yang tidak sengaja lewat di depan kamar mereka berdua, hanya bisa menggelengkan kepala.
"Anak zaman sekarang sangat egois, padahal istri nya belum siap," ucap Verrel.
"Iya kau benar, kalau kita pasti memikirkan istri kita dulu, jika sudah nyaman baru kita mulai," kata Dylan.
Axel sama sekali tidak memperdulikan terik kan istri nya, ia masih fokus memijat kaki Wilda agar Wilda bisa berjalan kembali. Setelah cukup lama memijat akhirnya Axel menyelesaikan tugasnya.
Wilda sudah sangat lemas dengan banjir air mata di wajahnya. Bukan hanya itu tubuh nya sudah basah karena keringat.
"Sudah coba kau gerakan," ucap Axel.
"Sudah enakan, Terima kasih meskipun sangat sakit tapi ini jauh lebih baik dari sebelum nya." ucap Wilda.
"Sudah aku bilang tadi, kau sahabat yang tidak percaya," kata Axel.
"Terus plus nya apa, apa ini sudah pakai plus," tanya Wilda.
"Wilda aku sudah melupakan nya tadi, tapi kenapa kau Mengingat kan ku," jawab Axel sambil mendekati tubuh Wilda.
"Apa leher ini ada yang pernah mencium nya," tanya Axel sambil menyentuh leher jenjang istri nya.
"Pertanyaan macam apa ini, aku belum pernah di sentuh oleh siapa pun, kecuali diri ku Axel," jawab Wilda.
"Baiklah, itu sangat baik. Kalau begitu biar aku yang akan menyentuh leher mu," ucap Axel.
Axel memegang kepala Wilda, bibir nya mulai mendekati leher istri nya.
"Axel tidak sakit kan," tanya Wilda yang membuat Axel membuang nafas nya dengan kasar.
__ADS_1
"Sudah aku katakan tidak akan sakit."
Author sangat berharap kalian komentar setiap bab yang author tulis, karena itu membuat Author semakin semangat.