
"Kau tau kan aku sudah menikah, jadi apa yang di lakukan suami istri bila berada di kamar. Dan kau juga harus tau, aku tidak bisa melihat sesuatu yang menganggur." jawab Alvaro dengan santai.
"Boleh aku masuk." tanya Vano yang ingin mengerjai Alvaro
"Tidak, apa yang mau kau lakukan di dalam." jawab Alvaro.
"Aku ingin mengambil baju ku, apa kau lupa jika baju ku ada di lemari mu." ujar Vano.
"Tidak boleh, nanti aku akan mengantarkan nya." tolak Alvaro, Ia menolak Vano masuk karena Angel masih berada di sofa dengan pakaian yang belum lengkap, sangat bahaya jika Vano masuk.
"Balik tubuh mu, aku ingin melihat apa masih ada tato geng kita." ucap Vano.
"Masih, tapi aku harus menghapus nya." kata Alvaro.
"Kenapa kau hapus, kau mau melupakan geng kita." tanya Vano.
"Bukan begitu, intinya aku harus menghapus nya." jawab Alvaro.
"Terserah mu, mungkin kau memang sudah melupakan nya." ucap Vano dan langsung pergi meninggalkan Alvaro.
"Van, kau marah pada ku." teriak Alvaro.
Alvaro kembali masuk kedalam kamar nya, sekarang ia berada di pilihan yang sangat sulit. Ia sudah berjanji pada Angel untuk menghapus tato nya tapi di sisi lain jika teman satu geng nya tau pasti mereka akan kecewa seperti Vano.
"Sayang makan lah, kamu pasti lelah. Aku mau keluar dulu sebentar, nanti aku segera kembali." ucap Alvaro.
"Mau kemana." tanya Angel.
__ADS_1
"Seperti nya Vano salah paham, aku akan menjelaskan semua nya." jawab Alvaro.
"Masalah tato itu." tanya Angel.
"Iya, seperti nya dia kecewa." jawab Alvaro.
"Jika tidak ingin menghapus nya tidak papa, aku tidak ingin merusak persaudaraan kalian berdua." ujar Angel.
"Bukan seperti itu, aku tau maksud kamu baik. Nanti jika Vano sudah memahami nya aku akan segera menghapus nya." ucap Alvaro.
Vano berjalan keluar menuju kolam renang, ia benar-benar kecewa pada Alvaro yang dengan mudah nya menghapus sesuatu yang sangat sulit mereka dapat kan dulu. Bahkan sampai sekarang Vano masih ingin geng mereka dulu terbentuk lagi.
"Sakit kak." ucap Fiona.
"Tahan sebentar, pasti setelah ini tidak sakit lagi." kata Adit.
"Sebentar Fiona, jika di di lepas begitu saja kau tidak akan puas, pasti ada yang mengganjal. Biarkan aku melepaskan nya secara perlahan." kata Adit.
Alvaro yang tidak sengaja mendengar itu semua. Langsung masuk kedalam kamar Adit dengan emosi yang membara.
"Apa yang kalian lakukan."teriak Alvaro.
"Yang kami lakukan." ucap Fiona.
"Aaaaaakkkkk." teriak Fiona saat duri bunga mawar tercabut dari jari Fiona.
"Berhasil, lain kali jika memegang sesuatu hati-hati." ucap Adit.
__ADS_1
"Salah kakak, kenapa ada bunga mawar di dalam kamar." kata Fiona.
"Karena aku suka, dan kau al kenapa dengan mu, apa yang kami lakukan. Apa maksud mu." tanya Adit.
"Tidak ada, kalian lanjut kan lah, aku ingin bertemu Vano." jawab Alvaro.
Alvaro melihat Vano sedang bermain air di kolam renang, Ia berjalan menghampiri Vano untuk berbicara pada nya.
"Van." panggil Alvaro dan Vano hanya diam dengan masih memainkan air.
"Van, kau marah pada ku. Bukan maksudku melupakan geng kita dulu, tapi itu masa lalu van, dan aku menghapus tato ini bukan karena aku melupakan geng kita tapi memang aku tidak bisa memiliki nya lagi." jelas Alvaro.
"Terserah, aku tidak peduli, mau kau hapus atau tidak itu bukan urusan ku." ucap Vano.
"Ayo lah van, jangan seperti ini." kata Alvaro.
"Al aku bilang terserah mu, jika kau ingin menghapus nya itu hak mu. Aku tidak peduli. Jika kau ingin melupakan nya aku juga tidak peduli al." ucap Vano dan pergi meninggalkan Alvaro sendiri.
Beberapa hari telah berlalu Vano benar-benar berubah pada Alvaro, ia tidak pernah lagi berbicara pada Alvaro. Dan Alvaro dapat memahami nya karena ia tau Vano sangat bekerja keras saat menyelesaikan misi itu dulu. Bahkan dia lah yang memberi saran untuk membuat tato ini.
Mereka semua tenga berkumpul di ruang makan untuk sarapan pagi, tidak ada yang berbicara seperti biasa nya. Semua pada diam menikmati makanan yang ada di depan mereka. Adit yang sudah mengerti perselisihan Alvaro dengan Vano hanya bisa diam, sebenarnya ia juga kecewa jika Alvaro menghapus tato itu. Tapi apa boleh buat keputusan itu semua ada di tangan Alvaro. Ia juga akan menghapus tato juga tapi bukan tato geng mereka melainkan tato dari masa lalu nya.
"Ayah Fiona akan menikah." ucap Fiona yang membuat mereka semua tersedak.
Apalagi Adit yang terkejut Fiona mengatakan hal itu dengan mudah nya, Ia saja masih mencari momen yang pas untuk meminta izin pada Alex.
"Dengan siapa yang fi." tanya Alex.
__ADS_1
"Dengan kak Adit yah." jawab Fiona yang membuat Adit semakin tersedak..