
Verrel dan Alvaro bekerja keras membersihkan dan merapi kan kamar itu kembali, agar dua macan tutul tidak mengamuk kembali. Tapi apalah daya mereka dua macan tutul masih tidak mau bicara dengan mereka berdua
"Sayang, kamu masih marah pada ku." Alvaro berusaha membujuk istri nya yang sedang marah pada nya.
"Terserah mu, aku ingin tidur." Kata Angel yang membelakangi tubuh Alvaro.
Alvaro mendekati Angel dan memeluk nya. "Sayang, kamu mau belanja tas, baju, mobil atau apa." Tanya Alvaro.
"Hmmm, mana mungkin aku terbujuk oleh hal seperti itu." Jawab Angel.
"Sayang aku tadi tidak benar-benar bertengkar dengan Verrel, kami hanya bercanda." Ucap Alvaro
"Hmmm." gumam Angel.
"Apa tamu mu sudah pergi? "
"Sayang, aku sedang marah pada mu, kamu malah menanyakan tamu ku, aku belum selesai mungkin besok atau lusa."
"Ya sudah aku bermain dengan ini saja." Alvaro memasukan tangan nya ke dalam baju Angel.
"Sayang, aku sedang marah pada mu, kenapa tangan mu nakal sekali." Kata Angel.
"Sttt kamu akan ketagihan seperti biasanya sayang." Ucap Alvaro.
Sementara itu tidak berbeda dengan Alvaro, Verrel juga sedang membujuk Akifa yang sedang marah pada nya. Sebenarnya Akifa tidak ingin marah pada Verrel tapi ia di beri tau bunda nya kalau ian harus pada marah pada suami nya.
Verrel tidak sabar seperti Alvaro, amarah nya cepat sekali terpancing karena Akifa tidak mau berbicara dengan nya.
"Akifa." Bentak Verrel.
Akifa yang di bentak Verrel sangat terkejut dan langsung membalik tubuh nya.
__ADS_1
"Jangan pancing emosi ku." Ucap Verrel dengan nada yang menakan.
"Maaf." Akifa mendekati Verrel lalu memeluk nya sambil menangis karena sangat takut jika Verrel marah.
"Lepas, aku tidak suka dengan wanita seperti itu." Ucap Verrel.
"Maaf hiks hiks hiks." Akifa semakin menangis di dalam pelukan itu.
"Kenapa kamu menangis, aku sudah minta maaf pada mu tapi kamu masih mendiamkan ku, aku tidak suka seperti itu. Kamu tau aku mudah terpancing emosi tapi kenapa kamu membuat emosi ku naik." Ucap Verrel.
Akifa hanya bisa menangis dengan masih tidak melepaskan pelukan nya. Verrel mulai luluh mendengar tangisan Akifa, perlahan ia membalas pelukan itu.
"Sudah diam lah." Verrel mengusap rambut Akifa dengan lembut.
"Kamu masih marah pada ku." Tanya Akifa.
"Tidak aku sudah tidak marah, tapi jangan berbuat seperti tadi, aku takut berbuat kasar pada mu." Jawab Verrel.
"Terimakasih." Ucap Akifa.
"Apa.. Kamu tidak bohong kan tapi baru 5 hari." Tanya Verrel.
"Aku juga tidak bohong, tamu ku sudah pulang, kenapa kamu senang sekali? "
"Sayang, boleh ya. Kita melakukan nya." Bujuk Verrel.
"Melakukan apa sayang, katakan yang benar." Tanya Akifa.
"Kamu tenang saja, aku tidak suka mengatakan nya aku suka langsung melakukan nya." Ucap Verrel.
Verrel mulai bergerak menarik baju Akifa dengan kasar sampai kancing baju Akifa berhamburan ke lantai.
__ADS_1
"Wow, sangat besar." Ucap Verrel.
"Sayang, baju ku rusak."
"Kita baru membeli nya tadi." Kata Verrel dan langsung melahap benda milik Akifa tanpa tersisa.
Skip.
"Sayang, kamu sangat nikmat." Ucap Verrel.
"Aaaakkkuu tiddaak taaahaan." Akifa merasakan kenikmatan yang luar biasa.
Alvaro berjalan menuju kamar Verrel karena HP nya tertinggal di sana. Saat sudah di depan pintu, suara desahan Verrel terdengar sangat jelas.
"Sial, dia sudah star duluan dari aku." Batin Alvaro.
Setelah beberapa jam dan melakukan berbagai macam gaya, Verrel menghentikan permainan nya karena sudah cukup lelah. Berbeda dengan Akifa yang hampir pingsan karena permainan ganas suaminya.
Milik nya sangat terasa sakit seperti pertama kali ia melakukan nya dengan Verrel, mungkin karena Verrel bermain terlalu kasar dengan nya.
"Terimakasih sayang aku sangat senang." Ucap Verrel.
Sementara itu di tempat lain, Dylan dan Nelly sedang bertengkar di salah satu Cafe ternama yang mengundang banyak perhatian banyak orang.
"Aku tidak tau jalan pikiran mu dimana, Verrel telah menemukan pasangan nya. Seharusnya kita sudah bisa menikah tapi kau malah seperti ini. Kau membuat ku tidak yakin." Ucap Dylan.
"Bukan seperti itu, aku hanya belum yakin sayang." Kata Nelly.
"Siapa yang merekam dan kejadian ini, bersiap lah kalian akan hancur." Teriak Dylan.
"Dan kamu, aku sudah tidak tahan dengan sikap mu. Aku tau kamu sedang bermain-main dengan ku, ingin Nelly kau sedang berurusan dengan keluarga Efron, pikir kan baik-baik perkataan ku." Dylan pergi meninggalkan Cafe itu.
__ADS_1
"Dylan tunggu." Nelly berusaha mengejar Dylan Tapi saat di depan Cafe tiba-tiba ada yang menarik diri nya masuk ke dalam mobil.
"Sayang, aku rindu dengan permainan mu." Ucap seorang pria.