Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 184 S4


__ADS_3

"Rian kenapa bisa begini," tanya Zayn.


"Sayang jangan bertanya seperti itu," kata Nadya.


"Maaf, aku tidak bermaksud," ucap Zayn.


"Tidak papa, semua ini karena kesalahan ku. Aku mengabaikan nya, aku tidak bisa menerima nya sebagai istri ku, karena aku terjebak dalam masa lalu ku."


"Kau tidak seperti ini Rian," kata Nadya.


"Kau tidak tau Nadya, saat aku bersama mu aku masih memikirkan istri ku," ucap Rian.


"Jadi selama ini kau masih memikirkan istri mu, kau egois Rian."


"Iya aku memang egois dan aku sangat menyesal. Aku menikah dengan Monica karena dia sangat mirip dengan istri ku," kata Rian.


"Jadi karena itu kau tidak memilih ku, kau benar-benar berubah," ucap Nadya.


"Tunggu dulu, aku tidak tau maksud kalian," tanya Zayn.


"Ya aku dan Nadya pernah berpacaran," jawab Rian.


"Kau bercanda," tanya Zayn.


"Iya sayang aku dan Rian pernah berpacaran, tapi kamu tenang saja, aku milik mu dan Rian sudah memiliki istri," jawab Nadya.


"Maafkan aku Zayn aku mengkhianati mu," kata Rian.


"Tidak aku tida marah, aku hanya syok saja, aku tidak menyangka kalau kau pernah berpacaran dengan istri ku," ucap Zayn.

__ADS_1


"Kami putus beberapa jam saat sebelum perjodohan itu. Saat kita bertemu waktu itu aku jalan bersama dengan Nadya, setelah kami jalan kami langsung putus," kata Rian.


"Ya ya ya aku mengerti, tapi kau sudah tidak memiliki perasaan pada Nadya kan, dan Nadya perasaan mu pada Rian?"


"Tidak sayang, aku sudah tidak memiliki perasaan pada Rian, dan aku yakin begitu juga dengan Rian," kata Nadya.


"Iya Zayn, aku juga sudah menikah dan perasaan ku pada Nadya hanya sebatas teman saja. Kau tidak perlu khawatir. Aku akan fokus pada istri ku," kata Rian.


...***...


Rakha pulang ke rumah dengan perasaan yang sangat senang. Akhirnya ia akan menikah dengan seseorang yang ia cintai. Rakha masuk ke dalam kamar nya sambil bernyanyi ria, tanpa sadar Vano sudah ada di dalam kamar nya.


"Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga


Hai, begitulah kata para pujangga


Hai, begitulah kata para pujangga…"


"Hey kau tampak senang sekali," tanya Vano.


"Kakek." Rakha melompat ke atas kasur dan langsung memeluk kakek nya.


"Hey kau manja sekali, bukan nya mau sudah mau menikah," tanya Vano.


"Hahaha iya kek, aku akan menikah dan akhirnya aku menikah," jawab Rakha.


"Kau kenal dengan wanita baru kenapa tidak memberitahu ku," tanya Vano.


"Hahaha maaf kek, aku saja baru kenal dengan nya, aku sangat sibuk mempersiapkan ini semua, jadi aku tidak sempat memberitahu mu," jawab Rakha.

__ADS_1


"Kau baru kenal dengan nya, tapi kenapa langsung yakin mengajaknya menikah," tanya Vano.


"Kakek aku kalau yakin langsung gas. Dia sangat cantik dan aku sangat suka dengan nya," jawab Rakha.


"Hahaha kau hanya melihat fisik nya saja, kau sudah tau latar belakang nya," tanya Vano.


"Sudah tau kek, tapi kakek jangan marah pada ku, dia seorang model terkenal di Belanda," jawab Rakha.


"Rakha kau lupa, aku tidak suka wanita seperti itu. Kau sudah memikirkan ini dengan matang," tanya Vano.


"Sudah kek, aku tidak mungkin mengajak menikah dengan nya kalau tidak memikirkan ini dengan matang."


"Rakha kau akan menyusul nya kan, kalau iya kau dekati dia dengan benar, cari tau semua tentang nya," ucap Vano.


"Iya kek aku boleh DP dulu," tanya Rakha.


"Kau ya aku sedang menanyakan hal penting, kau malah ingin DP, tidak ada kata DP, aku ingin mencari informasi tentang nya," jawab Vano.


Rakha langsung lemas seketika, ia yakin kalau kakek nya sudah informasi tentang Alice pasti ada sesuatu yang tidak yakin di hati Vano.


"Rakha bukan nya kakek ingin merusak kebahagiaan mu, kakek hanya ingin yang terbaik untuk mu," ucap Vano sambil mengusap dahi Rakha.


"Iya kek aku tau itu," kata Rakha.


"Sudah aku pergi dulu, kau tidur lah," ucap Vano.


"Tidak mau, aku ingin tidur dengan mu," kata Rakha.


Notes : Season 4 adalah season terakhir di novel ini. Kemungkinan besar bulan ini akan tamat.

__ADS_1


__ADS_2