
Alvaro keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di perut nya. Ia tidak peduli pada Angel yang masih terduduk di sofa memikirkan nasib nya saat ini. Angel membuang wajahnya nya saat bertemu pandang dengan tubuh Alvaro, mata nya saat ini benar-benar sudah tercemar. Takut satu kata yang ada di dalam hati nya saat ini, Angel sangat takut pada Alvaro, ia sudah bisa menebak bagaimana sikap Alvaro dari aura yang terpancar dari wajah Alvaro super dingin dan menakutkan.
Tak lama Adit masuk kedalam kamar ia pikir Angel sudah tidak ada di dalam kamar karena biasa nya Alvaro tidak suka berlama-lama dengan orang asing di dekatnya.
"Maaf." ucap Adit yang berniat untuk pergi.
"Mau kemana? aku ingin membicarakan suatu hal. pada mu." kata Alvaro yang masih memakai pakaian nya.
Adit kembali masuk dan duduk di sofa dekat dengan Angel, ia sedikit heran saat melihat Angel yang seperti nya tidak terjadi apa-apa dengan nya, hanya saja wajahnya yang sedikit pucat.
"Aku ingin menikah dengan nya." ucap Alvaro.
"Kau yakin al." tanya Adit.
"Aku yakin, tapi pernikahan ini aku yang mengatur nya. Aku ingin gadis ini nurut semua apa yang ku perintah kan, tidak mencampuri kehidupan pribadi ku dan aku bisa menceraikan nya kapan pun yang aku mau." kata Alvaro.
"Apa perlu surat perjanjian." tanya Adit.
"Tidak perlu, aku sudah membeli nya dia milik ku. Surat perjanjian hanya mempersulit kehidupan ku." jawab Alvaro.
"Apa anda bersedih nona." tanya Adit.
"Kenapa aku bertanya pada nya, aku tidak peduli dia mau atau tidak. Karena aku sudah membeli nya, persetujuan nya sangat tidak di perlukan." ujar Alvaro dengan nada yang menekan.
__ADS_1
"Aku mohon, ketika aku menikah dengan tuan, aku masih bisa sekolah hanya satu bulan untuk menyelesaikan pendidikan ku." ucap Angel.
"Kau masih sekolah." tanya Alvaro yang terkejut dari tubuh Angel yang cukup tinggi dan bisa di katakan sangat ideal.
"Aku masih kelas 3 SMA, aku janji setelah aku melaksanakan ujian aku tidak akan kemana-mana." jawab Angel.
"Apa yang telah di lalui gadis ini." batin Adit.
"Tidak aku tidak akan mengizinkan mu sekolah." ujar Alvaro.
"Aku mohon tuan, aku hanya ingin menyelesaikan pendidikan ku." ucap Angel dengan mata yang berkaca.
"Al, beri saja dia izin, aku yang akan mengurus semua nya." ujar Adit.
"Ikut dengan kami." kata Adit.
Mereka bertiga keluar dari apartemen menuju restoran favorit Alvaro, setiap pagi ia pasti makan di tempat ini kalau sedang berada di apartemen nya.
Angel merasakan sakit yang luar biasa di perut nya, dari kemarin ia memang belum mengisi perut nya. Dan Angel memiliki riwayat penyakit lambung. Secara perlahan Angel memakan makanan yang ada di depan nya, baru beberapa sendok Angel ingin mengeluarkan makanan yang ada di perut nya.
"Ada apa." tanya Adit, semenjak Adit tau jika Angel masih sma, ia lebih baik pada Angel karena Adit pikir Angel pasti melalui sesuatu yang sangat berat dalam hidup nya.
"Tidak ada tuan, hanya saja perut saya sangat sakit." jawab Angel.
__ADS_1
"Pantas saja wajahnya sangat pucat." batin Adit.
"Apa kau punya riwayat sakit lambung." tanya Adit.
"Iya tuan saya mempunyai nya." jawab Angel.
Adit bangkit dari kursi nya dan berjalan keluar dari restoran sedangkan Alvaro hanya dia melihat kelakukan aneh dari Adit. Tak lama Adit datang dengan obat di tangan nya, Adit jadi juga memiliki riwayat sakit lambung jadi ia hanya perlu mengambil obat yang biasa ia minum di dalam mobil.
"Minum lah, dan makan secara perlahan nanti sakit itu akan hilang." ujar Adit.
"Terimakasih tuan." ucap Angel.
Setelah selesai makan mereka bertiga menuju butik untuk membeli pakaian untuk Angel karena Alvaro akan langsung membawa Angel ke rumah nya untuk bertemu bunda nya. Ia sangat yakin jika bunda nya sangat setuju dengan pilihan nya.
Angel sangat bingung harus memilih pakaian yang mana karena semua pakaian di sini rata-rata terlalu terbuka yang pasti sangat tidak nyaman untuk di pakai.
"Anda mencari pakaian seperti apa nona." tanya pelayanan butik.
"Yang agak tertutup." jawab Angel.
"Mari ikut saya." ajak pemilik butik.
Angel memilih baju panjang dan celana jeans yang tidak terlalu ketat, karena hanya pakai ini yang menurut nya pas. Kecantikan Angel sangat terpancar saat memakai pakaian itu. Tetapi Alvaro merasa risih jika Angel memakai pakaian itu, karena ia memakai kemeja panjang jika mereka berdua di sanding kan sudah seperti om dan keponakan.
__ADS_1